Breaking News
light_mode
Beranda » HIBURAN » SAKAE pisode 3: Tapak Lama yang Terkuak

SAKAE pisode 3: Tapak Lama yang Terkuak

  • account_circle sangaji news
  • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

DISCLAIMER:
Maaf jika dalam cerita ini terdapat kesamaan nama, tokoh, tempat, atau kejadian dengan dunia nyata. Semua itu tidak disengaja. Cerita ini murni fiksi semata untuk keperluan hiburan.

Hujan belum reda. Tapi suara langkah sepatu berat terdengar memijak tanah basah dekat musala kampung. Di balik gerimis yang makin deras, sesosok tubuh besar berselimut jas hujan hitam berdiri tegak menatap papan nama pasar rakyat Tara Tumpah. Lampu-lampu remang menyoroti wajahnya yang dipenuhi luka lama—luka yang belum tuntas.

Nama pria itu: Mandor Kawi.

Dulu, lebih dari sepuluh tahun lalu, Mandor Kawi adalah tangan kanan pemilik pasar lama. Ia ditakuti karena kejam, disegani karena uang, dan akhirnya diusir karena satu insiden: pasar lama terbakar, dan ia dituduh jadi dalangnya. Tapi ia menghilang sebelum dihukum adat.

Dan kini… dia kembali.

Di pagi yang basah, Saka duduk di pos ronda bersama Dul Latif dan dua orang teman lama: Ipul Galing—si penggila adrenalin dan pencinta ketapel, serta Tolek, anak penjual karpet yang sering dijadikan mata-mata di pasar.

“Kau yakin itu Mandor Kawi?” tanya Ipul sambil membersihkan senapan angin rakitannya.

“Aku yakin. Nenek jamu itu kenal betul suaranya. Dan ingat, dulu Ayahku pernah cerita… Mandor Kawi itu bukan sembarang preman. Dia orang yang tahu semua rahasia petak-petak tanah di pasar ini.”

Latif mengangguk serius. “Kalau dia kembali, bisa jadi bukan cuma untuk balas dendam, tapi juga untuk merebut kendali pasar dari dalam.”

Saka berdiri, matanya menyapu sekitar pos ronda. “Kalau begitu, kita harus mulai menyusun garis pertahanan. Aku gak mau ada pedagang yang disakiti. Ini tanah kita.”

“Garis pertahanan?” Ipul menyeringai. “Kau pikir kita tentara, Ka?”

“Bukan,” jawab Saka cepat. “Kita cuma anak SMP… yang tahu kapan waktunya berdiri.”

Hari berikutnya, suasana pasar mulai berubah. Ada beberapa wajah baru di sekitar kios lama. Preman-preman kecil mulai muncul, memalak uang keamanan dari tukang parkir hingga penjual kerupuk. Bang Saka tak tinggal diam.

Satu per satu, ia datangi preman-preman itu. Tak dengan amarah, tapi dengan keberanian yang membuat mereka gugup.

“Kau datang ke tanah orang, lalu mau merasa paling kuat?” kata Saka pada salah satu dari mereka.

“Aku cuma disuruh jaga,” jawab preman itu ketakutan.

“Jaga? Yang bisa jaga tempat ini, cuma orang yang kenal bau tanahnya, bukan orang bayaran.”

Dan tanpa banyak bicara, Saka membuat keputusan. Ia dan teman-temannya mulai berjaga tiap malam di pasar. Mereka masih muda, tapi kampung tahu: kalau Saka sudah bergerak, itu berarti waktunya semua orang bersatu.

Namun, Mandor Kawi tidak akan tinggal diam. Dari kejauhan, ia memantau pergerakan Saka. Ia tahu bocah gondrong itu bukan anak biasa.

“Jadi ini bocahnya si Juhri…” gumam Kawi sambil tersenyum miring. “Anaknya lebih keras kepala dari bapaknya.”

Next fart…
Bersambung ke Episode 4: Anak Juhri, Lawan yang Tak Terduga

Mau langsung lanjut ke episode berikutnya?

klik..Comment tulis ‘LANJUT!’ dan
Tekan LIKE dan follow.. channel ini…. Terima kasih..

Sajum… “Sampai Jumpa”

  • Penulis: sangaji news

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Dian Rachmat Yanuar Resmi Buka Turnamen Catur Non Master “Melesat” di Obyek Wisata J&J: Ajang Bergengsi Satukan Pecatur Se-Nusantara

    Bupati Dian Rachmat Yanuar Resmi Buka Turnamen Catur Non Master “Melesat” di Obyek Wisata J&J: Ajang Bergengsi Satukan Pecatur Se-Nusantara

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    “Catur bukan olahraga biasa. Ini adalah medan pertarungan bagi orang-orang pilihan yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata,” ungkap Bupati Dian dengan penuh semangat. SangajiNews.com – Suasana pagi yang sejuk di kaki Gunung Ciremai menjadi saksi dibukanya Turnamen Catur Non Master “Melesat”, Minggu (25/05/2025), bertempat di Obyek Wisata J&J, Jalan Raya Bojong Linggarjati – Cilimus, oleh […]

  • JEMBATAN HARAPAN: BARANANG LURAGUNG MENYAMBUT MASA DEPAN

    JEMBATAN HARAPAN: BARANANG LURAGUNG MENYAMBUT MASA DEPAN

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    “Ini bukan hanya jembatan beton—ini jembatan harapan. Yang menghubungkan mimpi masyarakat dengan kenyataan yang selama ini ditunggu.” Sangajinews.com,- Di malam yang tenang, di jantung Desa Luragunglandeuh, Kecamatan Luragung, cahaya menyala di atas aliran sungai.Jembatan yang dulu hanya angan, kini berdiri gagah.Inilah Jembatan Baranang—sebuah penghubung, sekaligus penanda dimulainya harapan baru. Minggu malam, 13 April 2025, pukul […]

  • Banjir Kota Bekasi Meluas: Ribuan Warga Mengungsi, Akses Jalan Lumpuh

    Banjir Kota Bekasi Meluas: Ribuan Warga Mengungsi, Akses Jalan Lumpuh

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle sangaji
    • 0Komentar

    Sangajinews, – Banjir besar yang melanda Kota Bekasi sejak Senin malam (3/3/2025) semakin meluas hingga Selasa (4/3/2025), menyebabkan lebih dari 16 ribu warga terdampak dan ratusan orang terpaksa mengungsi. BPBD Kota Bekasi mencatat sedikitnya 20 titik banjir di tujuh kecamatan, dengan daerah paling parah seperti Pondok Gede Permai dan Kemang Ifi, di mana ketinggian air […]

  • Derita Arief Ripai, Bocah 12 Tahun dari Kaduagung, Karangkancana, yang Berjuang Melawan TB Tulang

    Derita Arief Ripai, Bocah 12 Tahun dari Kaduagung, Karangkancana, yang Berjuang Melawan TB Tulang

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, kami terpaksa membawa Arief kembali berobat ke RSUD Permata Kuningan,” tutur Sujana SangajiNews.com — Di balik hijaunya alam Desa Kaduagung, Kecamatan Karangkancana, tersimpan kisah pilu tentang perjuangan seorang bocah berusia 12 tahun bernama Arief Ripai. Putra dari Yuli Sukawati dan Udin ini tengah […]

  • Persib Juara, Kuningan Bergemuruh: Lautan Biru Nobar Bersama Bupati di Pandapa

    Persib Juara, Kuningan Bergemuruh: Lautan Biru Nobar Bersama Bupati di Pandapa

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    “Atas kemenangan Persib, mari kita sambut dengan bangga, tertib, dan tetap menjaga keamanan,” SangajiNews.com, Kuningan – Semangat biru membanjiri Lapangan Pandapa Paramartha, Sabtu (24/5/2025), saat ribuan Bobotoh Bersatu dan Viking Kuningan berkumpul dalam tajuk Nobar Biru untuk menyaksikan laga penentu juara Liga 1: Persib Bandung vs Persis Solo. Hadir langsung di tengah massa yang bergelora, […]

  • Batik Kamuning Menembus Cakrawala: Dari Cigugur untuk Dunia

    Batik Kamuning Menembus Cakrawala: Dari Cigugur untuk Dunia

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    “Ini adalah gerbang menuju misi besar: Menembus Cakrawala, menjadikan Batik Kamuning sebagai bagian dari narasi budaya dunia. Jika Jepang memiliki kimono, India memiliki sari, maka Kuningan pun pantas membanggakan Batik Kamuning sebagai identitas yang mendunia,” tegasnya penuh keyakinan. SangajiNews.com – Dalam semangat kultural yang mengakar dan menyala, Upacara Adat Seren Taun ke-22 Rayagung, Tahun 1958 […]

expand_less