PGRI Kuningan dan Unindra Gelar Pelatihan Kompetensi Kepribadian dan Sosial bagi Guru dan Kepala Sekolah
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kuningan. sangajinews.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kuningan bekerja sama dengan Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta menggelar Pelatihan Nasional Peningkatan Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial bagi kepala sekolah dan guru, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas SMPN 5 Kuningan tersebut mengusung tema “Membangun Pendidik yang Berkarakter, Komunikatif, Kolaboratif, dan Inspiratif dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas.”
Pelatihan diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari unsur guru dan kepala sekolah jenjang SD, SMP hingga SMA. Peserta dibagi ke dalam empat kelas dengan menghadirkan empat narasumber dari Unindra.
Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, Ija Suprida, S.Pd., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik, khususnya dalam aspek kepribadian dan kompetensi sosial.
“Ini adalah kegiatan diklat berkaitan dengan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial yang digagas oleh PGRI Kuningan bekerja sama dengan Unindra PGRI Jakarta,” ujar Ija.
Menurutnya, pelatihan dirancang secara intensif sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara klasikal, tetapi juga dapat berdialog dan berdiskusi secara langsung dengan narasumber.
“Seharian penuh mereka berdiskusi, menggali gagasan dan sebagainya berkaitan dengan kepribadian dan kompetensi sosial para guru,” katanya.
Ija berharap kerja sama antara PGRI Kabupaten Kuningan dan Unindra dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi guru dan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan.
“Kami tetap berharap kerja sama ini terus dibangun, yang memberikan manfaat bagi para guru khususnya di Kuningan. Bagaimana mereka meningkatkan kompetensinya, yang pada gilirannya tentu mudah-mudahan bermanfaat juga bagi pendidikan,” tuturnya.
Selain pelatihan bagi guru dan kepala sekolah, pada hari yang sama juga berlangsung pertemuan dan kuliah umum bagi mahasiswa program magister (S2) hasil kerja sama PGRI Kabupaten Kuningan dengan Unindra. Program tersebut telah memasuki tiga angkatan dengan jumlah mahasiswa dari berbagai jurusan.
Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik pelaksanaan pelatihan kompetensi kepribadian dan sosial.
Menurutnya, tuntutan terhadap guru saat ini tidak cukup hanya pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga menyangkut kemampuan sosial, karakter, serta keteladanan.
“Guru tidak hanya dituntut cakap dari sisi pengetahuan saja, tapi juga kompetensi sosial dan keluhuran,” kata Dian.
Ia menilai penguatan kompetensi kepribadian menjadi penting karena guru dan kepala sekolah merupakan bagian dari lingkungan pendidikan yang diharapkan mampu menjadi teladan bagi peserta didik.
Dian mengatakan, pembentukan karakter siswa yang selama ini menjadi salah satu perhatian dalam dunia pendidikan harus diikuti dengan keteladanan dari para pendidiknya.
“Bagaimana kita membentuk karakter murid yang sekarang kita dengung-dengungkan, sedangkan kepala sekolah dan gurunya belum bisa menjadi teladan,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap pelatihan yang diselenggarakan PGRI bersama Unindra dapat memberikan tambahan wawasan, semangat, dan perspektif bagi para pendidik.
“Mudah-mudahan dengan cara seperti ini yang dilaksanakan oleh teman-teman PGRI dan Unindra, ini bisa menambah semangat, spirit, wawasan bagi para guru untuk menjadi guru yang punya pengetahuan, punya nurani, sehingga bisa menjadi teladan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian juga menyoroti persoalan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Ia meminta agar persoalan bullying tidak diselesaikan secara sederhana tanpa memperhatikan dampak psikologis yang dapat dialami korban.
Dian mengatakan dirinya telah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan untuk menyiapkan surat edaran atau instruksi bupati yang mengingatkan seluruh ekosistem sekolah agar menyikapi kasus bullying secara serius.
“Saya sudah menginstruksikan kepada Kadisdik untuk membuat semacam surat edaran atau Instruksi Bupati untuk betul-betul mengingatkan kepada ekosistem sekolah, terutama kepada guru dan kepala sekolah, untuk menyikapi secara serius kasus bullying ini,” ungkapnya.
Ia menegaskan, penanganan bullying harus disertai tindakan konkret dan tidak berhenti pada upaya perdamaian antara pihak yang terlibat.
Menurut Dian, dampak bullying dapat meninggalkan trauma psikologis dalam jangka panjang bagi korban.
“Bullying itu menyisakan perasaan traumatis yang berkepanjangan. Selesai mungkin damai pada waktu itu, tapi saya yakin trauma psikologisnya itu bisa berlaku puluhan tahun,” ujarnya.
Ia menambahkan, kasus bullying yang mengarah pada tindakan fisik maupun dugaan tindak pidana harus ditangani secara serius sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Bupati juga berharap pelatihan semacam ini tidak berhenti pada kelompok peserta tertentu, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak kepala sekolah serta guru.
Pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi forum peningkatan kapasitas, tetapi juga mendorong para pendidik mengimplementasikan nilai-nilai komunikasi, kolaborasi, karakter, dan keteladanan dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
Dengan peningkatan kompetensi kepribadian dan sosial pendidik, sinergi PGRI dan Unindra diharapkan dapat turut mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar