BPBD Kuningan Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Warga Diminta Waspada Abu Vulkanik
- calendar_month 19 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN. sangajinews.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk potensi pergerakan abu vulkanik yang dapat mengarah ke wilayah Jawa Barat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan wilayah di Kabupaten Kuningan yang terdampak abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Kabupaten Kuningan sampai saat ini belum terlaporkan adanya wilayah yang terdampak, terutama dengan keberadaan abu vulkanik. Sampai saat ini situasi masih cukup aman,” ujar Indra Bayu Permana yang akrab disapa Ibe.
Menurut Ibe, BPBD Kuningan juga telah mengikuti koordinasi secara daring bersama Sekretaris Daerah Jawa Barat yang membidangi penanganan kebencanaan. Koordinasi tersebut membahas langkah antisipasi dan mitigasi yang perlu disiapkan pemerintah daerah untuk menghadapi kemungkinan dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Meski belum terdapat laporan abu vulkanik mencapai Kuningan, Ibe menegaskan kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Kondisi cuaca, terutama arah dan kekuatan angin, menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi penyebaran abu vulkanik apabila aktivitas erupsi meningkat.
“Ini memang patut diantisipasi karena kita ketahui musim kemarau ini masih berlangsung. Kekuatan angin juga sangat berpengaruh terhadap penyebaran abu vulkanik,” katanya.
BPBD Kuningan mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.
Apabila abu vulkanik mulai terdeteksi memasuki wilayah Kuningan, masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker guna mengurangi risiko menghirup partikel abu vulkanik.
Selain melindungi saluran pernapasan, masyarakat juga diminta mengamankan sumber air dengan menutup sumur, tempat penampungan, maupun sumber air lainnya apabila mulai terpapar abu vulkanik.
“Kalau memang terjadi, sebisa mungkin menghindari atau membatasi aktivitas di luar ruangan. Kalau harus berkegiatan di luar, gunakan masker untuk melindungi diri dari abu vulkanik agar tidak terhisap langsung,” jelas Ibe.
BPBD Kuningan juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi sebaran abu vulkanik maupun dampak lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Laporan dari masyarakat diperlukan agar kondisi di lapangan dapat segera diverifikasi. Dengan demikian, langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila situasi membutuhkan intervensi.
Hingga saat ini, BPBD Kuningan memastikan kondisi wilayah Kabupaten Kuningan masih aman dan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar