Disnakertrans Kuningan Genjot Magang dan Pelatihan untuk Tekan Pengangguran
- calendar_month 27 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN.sangajinews.com – Upaya menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Kuningan terus dilakukan. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kuningan menyiapkan berbagai program untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan keterampilan masyarakat.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Kuningan, Dr. H. Toto Toharudin, M.Pd., M.H., mengatakan pihaknya terus mencari terobosan agar masyarakat, khususnya lulusan sarjana dan diploma, memiliki lebih banyak peluang kerja.
“Berbagai ikhtiar terus kami lakukan untuk memberikan ruang dan peluang kerja seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya para lulusan sarjana dan diploma,” ujarnya.
Salah satu program yang kini digencarkan adalah Program Magang Nasional. Pada tahap awal, program ini menyasar sektor kesehatan. Ke depan, Disnakertrans berencana memperluasnya ke sektor industri dan pariwisata.
Program magang diharapkan dapat memberikan pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Selain magang, Disnakertrans juga menjalankan program padat karya. Salah satunya membuka dan menghubungkan akses jalan antardesa, termasuk jalur Desa Karangsari menuju Desa Jambar.
Program tersebut dilaksanakan berdasarkan hasil rembuk warga sehingga diharapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain membangun infrastruktur, kegiatan padat karya juga memberikan penghasilan bagi warga yang terlibat.
Disnakertrans juga terus memperluas pelatihan vokasi di sejumlah wilayah, seperti Tambakbaya dan Pancalang.
Pelatihan lainnya adalah Training Made Tailor (TMT) yang ditargetkan menjangkau 1.000 peserta. Peserta diusulkan oleh pemerintah desa, BUMDes, yayasan, hingga lembaga pelatihan kerja (LPK).
Pada batch kedua, program tersebut mencatat 273 lowongan pekerjaan. Kesempatan kerja tidak hanya untuk tenaga medis, tetapi juga tenaga nonmedis, seperti lulusan ekonomi, psikolog, dan tenaga administrasi.
Penyerapan tenaga kerja dilakukan melalui kolaborasi Disnakertrans dengan kepala puskesmas, operator, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan.
Di sisi lain, Disnakertrans juga menyiapkan kerja sama dengan perguruan tinggi. Kolaborasi dengan para rektor dan pimpinan kampus tersebut diarahkan untuk menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Berbagai program tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat, serta menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Kuningan.
Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, pemerintah desa, BUMDes, lembaga pelatihan, dan masyarakat dapat membangun ekosistem ketenagakerjaan yang semakin kuat.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar