Breaking News
light_mode
Beranda » DAERAH » Forum Camat Kuningan Gelar SilaturahmiI & Pisah Sambut, Bupati Tekankan Prinsip “3,O” Untuk Kepemimpinan Unggul

Forum Camat Kuningan Gelar SilaturahmiI & Pisah Sambut, Bupati Tekankan Prinsip “3,O” Untuk Kepemimpinan Unggul

sangajinews.com. Kuningan — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Silaturahmi Forum Camat Kabupaten Kuningan dalam rangka pisah sambut dan alih tugas para camat, yang digelar pada hari ini,Rabu (22/4/2026) di Saung Sakaruhun 2.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, soliditas, dan komitmen pelayanan publik di tingkat kecamatan.

Dalam sambutannya, Ketua Forum Camat, R Imam Reapdiantoro, S.Sos,.M.Si, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Kuningan, Dr.H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, Sekda kabupaten Kuningan, Asda satu, dan jajaran pemerintah daerah di tengah kesibukan mereka.

Ia menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi dan kekompakan antar camat.

“Pertemuan ini menjadi titik awal kebangkitan kebersamaan kita. Setelah sekian lama tidak berkumpul, hari ini kita kembali mempererat silaturahmi sekaligus melepas rekan-rekan yang purnabakti dan yang mendapat amanah baru,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen para camat untuk mendukung penuh program prioritas daerah, mulai dari peningkatan pelayanan publik, penurunan angka stunting, pengangguran, hingga kemiskinan.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, dalam arahannya menyampaikan pesan kuat terkait kunci sukses kepemimpinan camat melalui konsep “3,O”, yaitu:

Olahraga (Turun ke Lapangan)
Bupati menekankan bahwa pemimpin tidak boleh hanya bekerja dari balik meja. Camat harus aktif hadir di tengah masyarakat, memahami kondisi nyata, dan membangun kedekatan langsung dengan warga.

Olah Rasa (Empati dan Komunikasi)
Kemampuan komunikasi dan pengendalian emosi menjadi hal krusial. Kritik di era digital harus disikapi dengan bijak, bahkan cukup dengan senyuman dan dialog personal. Pendekatan humanis seperti “ngopi bareng” dinilai efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Olah Data (Keputusan Berbasis Fakta)
Penguasaan data menjadi fondasi utama. Camat dituntut memahami kondisi wilayah secara detail, termasuk data stunting, kemiskinan, hingga rumah tidak layak huni secara by name by address.

Bupati Dian, menegaskan pentingnya memahami visi daerah “Kuningan MELESAT” (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, Tangguh), yang harus diterjemahkan secara konkret hingga ke tingkat desa.

Sebagai bentuk motivasi, pemerintah daerah akan memberikan reward bagi kecamatan berprestasi, di antaranya, pajak daerah terbaik hingga Rp25 juta, penghargaan peningkatan indikator makro hingga Rp50 juta dan apresiasi khusus bagi kader PKK berprestasi

“Menjadi camat bukan pekerjaan biasa. Ini adalah pengabdian tanpa batas waktu. Harus siap hadir kapan pun masyarakat membutuhkan,” tegas Bupati Dian. (Wr)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less