Breaking News
light_mode
Beranda » DAERAH » GERTAK Jawa Barat Libatkan 350 Kecamatan, Perkuat Pengendalian Hama dan Tingkatkan Produktivitas Padi

GERTAK Jawa Barat Libatkan 350 Kecamatan, Perkuat Pengendalian Hama dan Tingkatkan Produktivitas Padi

sangajinews.com. Kuningan – Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Jawa Barat terus mendorong upaya pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) melalui program Gerakan Serentak Pengendalian OPT (GERTAK) yang dilaksanakan secara serempak di berbagai wilayah Jawa Barat. Kamis(4/6/2026)

Kepala BPTPH Provinsi Jawa Barat, Nungke Rochjati, mengatakan bahwa pelaksanaan GERTAK telah mendapat respons positif dari daerah dan diikuti oleh sekitar 350 kecamatan di Jawa Barat.

“Alhamdulillah, GERTAK atau Gerakan Serentak Pengendalian OPT di seluruh Jawa Barat telah diikuti kurang lebih 350 kecamatan. Jumlah tersebut mewakili sebagian besar petugas pengendali OPT (POPT) yang ada di daerah. Dari total sekitar 627 kecamatan di Jawa Barat, pelaksanaan GERTAK sudah menjangkau hampir setengahnya,” ujar Nungke

Menurutnya, program ini memiliki peran penting dalam menjaga dan meningkatkan produktivitas tanaman padi. Pengendalian hama dan penyakit tanaman secara serentak menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menyukseskan program pemerintah di sektor pertanian.

“Melalui kegiatan ini, kita mendukung peningkatan produktivitas padi. Ketika produktivitas meningkat, maka secara tidak langsung kita juga ikut mendukung program pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan,” katanya.

Nungke menegaskan, GERTAK tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial atau hanya dilakukan satu kali. Ia berharap gerakan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar pengendalian OPT di Jawa Barat semakin efektif dan terukur.

“Harapan saya, GERTAK harus terus dilakukan secara berkesinambungan. Dengan komitmen bersama, kita dapat memiliki standar pengendalian OPT yang lebih baik sehingga tingkat serangan hama dan penyakit tanaman dapat ditekan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh petani, petugas lapangan, dan pemangku kepentingan pertanian untuk tetap semangat dalam menjalankan program tersebut. Selain menjaga kesehatan tanaman, pengendalian OPT yang optimal diyakini akan berdampak pada peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani.

“Semua harus tetap semangat karena ini mendukung program pemerintah, membuat OPT lebih terkendali, meningkatkan produktivitas pertanian, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less