MTQ ke-50 Kabupaten Kuningan Resmi Dibuka, Bupati Dian Ajak Jadikan Al-Qur’an Inspirasi Membangun Peradaban
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

sanagajinews.com. Kuningan – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan resmi dibuka oleh Bupati Kuningan, Dr. Drs. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Selasa (21/7/2026) di Alun-Alun Desa Sindangagung. Perhelatan yang memasuki usia setengah abad ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Kementerian Agama, LPTQ, para ulama, pondok pesantren, guru ngaji, serta masyarakat dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dan melahirkan generasi Qur’ani.
Mengusung tema “Al-Qur’an sebagai Inspirasi Moral Menuntun Peran dan Harmoni Umat Menuju Kuningan Melesat,” MTQ ke-50 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi gerakan bersama dalam membangun karakter masyarakat yang berakhlak, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai persatuan dan toleransi.
Dalam pembukaan MTQ ke – 50 tingkat Kabupaten Kuningan di hadiri Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, Wakil Bupati Kuningan, Ibu Tuti Andriani, S.H., M.Kn, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kuningan, Ibu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Hj. Saw Tresna dari Fraksi Partai Golkar, Kapolres Kuningan, Dandim 0615/Kuningan atau yang mewakili, Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan atau yang mewakili, Ketua Pengadilan Negeri Kuningan atau yang mewakil, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan selaku Ketua LPTQ Kabupaten Kuningan, Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Ibu Ela Helayati, Ibu Ketua Dharma Wanita Persatua, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Kepala Kantor Urusan Haji dan Umrah kabupaten Kuningan, Ketua Panitia beserta seluruh jajaran, Para kiai, para ulama, para ajengan, serta seluruh tokoh agama yang mohon maaf tidak dapat saya sebutkan satu per satu, Para camat, lurah, kepala desa se-Kabupaten Kuningan, juga para peserta MTQ
Dalam sambutannya, Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan membaca atau menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
“Al-Qur’an tidak diturunkan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dihidupkan. Ketika Al-Qur’an meresap ke dalam hati dan diwujudkan dalam perilaku, ia akan menjadi cahaya kehidupan dan melahirkan peradaban yang membawa kemaslahatan bagi umat,” ujar Bupati.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai sarana belajar, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kualitas diri, bukan semata-mata mengejar gelar juara.
“Kemenangan yang sesungguhnya bukan hanya berdiri di podium, tetapi ketika kita mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
MTQ ke-50 diikuti 621 orang yang terdiri atas 493 peserta dan 128 ofisial dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kuningan. Perlombaan berlangsung 2 hari di 20 venue yang tersebar di masjid, pondok pesantren, sekolah, dan aula di wilayah Kecamatan Sindangagung.
Lima cabang yang diperlombakan meliputi Seni Baca Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Syarhil Qur’an, Seni Kaligrafi Al-Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an. Setelah pembukaan, kegiatan juga dimeriahkan dengan Festival Qasidah Rebana Tradisional.
Untuk menjamin kualitas dan kredibilitas penyelenggaraan, Pemerintah Kabupaten Kuningan telah mengukuhkan Dewan Hakim dan Panitera yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Bupati pun menekankan pentingnya prinsip Objektif, Jujur, dan Adil (OJ) dalam proses penilaian agar hasil MTQ dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
Momentum MTQ ke-50 juga menjadi refleksi perjalanan panjang Kabupaten Kuningan dalam membina kehidupan keagamaan. Selama lima dekade, MTQ telah melahirkan banyak qari, qariah, hafiz, hafizah, kaligrafer, hingga generasi muda yang menjadikan Al-Qur’an sebagai inspirasi dalam kehidupan.
Bupati berharap, ke depan Kuningan tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan keramahan masyarakatnya, tetapi juga sebagai daerah yang kehidupan warganya berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Saya berharap MTQ tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat demi mewujudkan Kuningan Melesat yang maju, lestari, agamis, dan tangguh,” tutupnya.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Kuningan secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026.
- Penulis: admin
Saat ini belum ada komentar