Hari Jadi ke-528 Kuningan: “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”, Ekonomi Tumbuh 6,98 Persen hingga 42.937 UMKM Diberdayakan
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN sangajinews.com – Peringatan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum bersejarah ini menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus meneguhkan komitmen menghadapi tantangan masa depan.
Mengusung tema “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. menegaskan bahwa Kuningan harus mampu bergerak cepat mengikuti perkembangan zaman, namun tetap berpijak pada sejarah, budaya, nilai-nilai agama, kearifan lokal, serta tradisi Sunda-Kuningan.
“Melesat Ngudag Jaman” dimaknai sebagai semangat untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi, terbuka terhadap modernisasi, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah.
Sementara “Ngakar Kuat Purwadaksi” menjadi penegasan bahwa setiap langkah kemajuan harus tetap memiliki pijakan kuat pada sejarah, identitas, dan nilai-nilai budaya Kuningan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Tuti Andriani, S.H., M.Kn., sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, pembangunan daerah terus digenjot melalui implementasi 10 program unggulan dan visi Kuningan Melesat yang mencakup Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh.
Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Kuningan mencapai 6,98 persen pada 2025, meningkat signifikan dibandingkan 3,56 persen pada 2021 dan 5,61 persen pada 2024.
Bahkan, pada Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Kuningan kembali menunjukkan tren positif dengan capaian 7,01 persen dibandingkan Triwulan IV 2025.
Sejalan dengan itu, PDRB per kapita meningkat menjadi Rp33,94 juta pada 2025, yang mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi dan perbaikan kesejahteraan masyarakat.
Tingkat kemantapan jalan daerah pada 2025 mencapai 78,23 persen. Melalui program Jawara Tani, pemerintah juga menyelesaikan pemeliharaan dan pembangunan 235 unit irigasi.
Untuk memperkuat ketahanan pangan, pemerintah menyalurkan 30.000 ton subsidi pupuk kepada masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan sektor pertanian tetap menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kuningan
Di bidang pendidikan, Pemkab Kuningan membangun 18 ruang kelas baru dan merehabilitasi 307 ruang kelas.
Selain itu, dibangun pula 34 perpustakaan, 12 laboratorium, serta 74 fasilitas sanitasi sekolah.
Sementara di bidang kesehatan, pemerintah terus menekan prevalensi stunting menuju target di bawah 10 persen, sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar melalui puskesmas.
Pembangunan Kuningan juga diarahkan untuk memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.
Melalui program Ngaji Diri, pemerintah memberikan insentif kepada 1.000 guru ngaji dan menyediakan beasiswa bagi 1.250 santri.
Dukungan juga diberikan dalam bentuk penyediaan air bersih dan sanitasi bagi pesantren serta rumah ibadah.
Dalam aspek keterbukaan pemerintahan, Kabupaten Kuningan meraih predikat Kabupaten Informatif dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kuningan dalam menjalankan amanah Undang-Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Persoalan pengangguran dan kemiskinan juga menjadi salah satu fokus pembangunan.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 berhasil ditekan menjadi 7,59 persen.
Melalui program Gema Sadulur, pemerintah memfasilitasi bursa kerja dengan menyediakan 13.358 lowongan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.280 tenaga kerja berhasil ditempatkan.
Di sektor perumahan, sebanyak 1.388 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) telah direhabilitasi.
Selain itu, 2.444 unit rumah bersubsidi telah dibangun oleh pengembang sebagai bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah.
42.937 UMKM Diberdayakan, Wisatawan Tembus 3 Juta
Pemberdayaan ekonomi masyarakat juga terus diperkuat.
Tercatat sebanyak 42.937 UMKM mendapatkan dukungan pemberdayaan.
Sementara sektor pariwisata menunjukkan geliat yang cukup besar. Sepanjang 2025, total kunjungan wisatawan ke Kuningan mencapai lebih dari 3 juta orang.
Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai penggerak ekonomi daerah.
Dua karya budaya asal Kuningan, yakni Kesenian Dogig dan Upacara Adat Pesta Dadung, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Provinsi Jawa Barat.
Capaian ini menjadi penegasan bahwa modernisasi tidak harus membuat masyarakat kehilangan akar budayanya.
Dalam tata kelola pemerintahan, Kabupaten Kuningan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kuningan juga meraih Indeks Reformasi Hukum 88,4 kategori A (Sangat Baik), meningkat 7,2 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Prestasi lainnya datang dari tingkat nasional. Kabupaten Kuningan meraih Terbaik II Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali kategori Implementasi Program Tiga Juta Rumah dari Kementerian Dalam Negeri RI.
Atas capaian tersebut, Kuningan mendapatkan dukungan bantuan sebanyak 250 unit bedah rumah.
Capaian itu tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat, tokoh masyarakat, dan para pengusaha dalam membantu penyelesaian rumah tidak layak huni.
Meski berbagai indikator menunjukkan kemajuan, Bupati Dian menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah maupun masyarakat cepat berpuas diri.
Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian, wilayah yang membutuhkan peningkatan infrastruktur, serta generasi muda yang membutuhkan ruang lebih luas untuk berinovasi dan berkreativitas.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya bangunan fisik, melainkan dari seberapa dalam rasa keadilan, ketenteraman, dan keberkahan terasa di rumah-rumah warga kita.”
Karena itu, momentum Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan diarahkan untuk memperkuat sinergi antara eksekutif, legislatif, yudikatif, ulama, akademisi, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat.
Bupati Dian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut peduli dan berkontribusi membangun Kuningan.
Menurutnya, Kuningan merupakan rumah besar bersama yang harus dijaga dan dibangun melalui semangat gotong royong.
“Hanya dengan gotong royong dan kesatuan langkah, kita mampu menyongsong masa depan yang melesat tanpa pernah kehilangan akar kebudayaan kita.”
Pada momentum Hari Jadi ke-528, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Kuningan yang selama ini ikut mendukung pembangunan daerah.
Penghargaan diberikan kepada putra-putri Kuningan yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional dan internasional, desa-desa berprestasi, serta seluruh masyarakat pinujul, petani, guru, pedagang, buruh, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Apresiasi juga diberikan kepada para tokoh Kuningan yang selama ini turut berkontribusi membantu pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Kuningan atas sinergi dan dukungannya dalam menjaga kondusivitas serta mendorong pembangunan daerah.
Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan yang diketuai U. Kusmana, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, beserta seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan.
Ia berharap seluruh rangkaian Hari Jadi ke-528 dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan pada akhirnya bukan hanya tentang angka usia sebuah daerah.
Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak semata-mata diukur dari seberapa cepat Kuningan bergerak, tetapi juga dari seberapa kuat daerah ini mempertahankan akar sejarah, budaya, nilai agama, dan kebersamaan masyarakat.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar