Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW, DKM Masjid Jami Al-Barokah dan Warga Desa Singkup Perkuat Ukhuwah dan Lestarikan Tradisi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

DESA SINGKUP. sangajinews.com — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penuh makna bagi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Al-Barokah bersama masyarakat Desa Singkup. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, meneladani akhlak Nabi, serta menjaga tradisi dan kebersamaan masyarakat.
Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang secara umum diperingati umat Islam setiap tanggal 12 Rabiulawal dalam kalender Hijriah.
Ketua DKM Jami Al-Barokah, H. Padiludin, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan wujud kecintaan dan penghormatan umat Islam kepada Rasulullah SAW.
“Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meningkatkan rasa syukur dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Lebih dari itu, kita harus mampu meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, kasih sayang, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama,” ungkap H. Padil
Menurutnya, semangat Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, rukun, dan penuh kepedulian.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Singkup, Masud. Ia menilai peringatan Maulid Nabi juga menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi keagamaan dan budaya yang telah tumbuh di tengah masyarakat.
“Momentum Maulid Nabi bukan hanya untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan masyarakat. Tradisi seperti ini perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutur Masud.
Peringatan Maulid Nabi di Desa Singkup turut memperlihatkan kekompakan masyarakat. Warga bersama-sama hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan, sehingga suasana kebersamaan dan gotong royong terasa semakin kuat.
Tokoh masyarakat juga sebagai panitia, H. Suteno, menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan cerminan kekompakan dan kebersamaan warga dalam mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Ini merupakan bentuk kekompakan dan kebersamaan masyarakat. Kita bersama-sama mengenang lahirnya Nabi Muhammad SAW sekaligus menjaga tradisi dan adat budaya yang ada di tengah masyarakat,” kata H. Suteno.
Selain sebagai momentum keagamaan, peringatan Maulid Nabi juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah Islamiyah melalui pengajian, silaturahmi, serta berbagi makanan dan sedekah kepada sesama.
Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi kekuatan masyarakat Desa Singkup dalam membangun kehidupan sosial yang rukun, damai, dan saling peduli.
Peringatan Maulid Nabi di berbagai daerah di Indonesia memang kerap diwarnai tradisi lokal yang berbeda-beda. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan budaya sekaligus menunjukkan bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat berjalan berdampingan dengan kearifan lokal.
Bagi masyarakat Desa Singkup, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk menjaga tradisi, memperkuat tali persaudaraan, sekaligus menanamkan keteladanan Rasulullah SAW kepada generasi muda.
Para tokoh masyarakat berharap semangat yang lahir dari peringatan Maulid Nabi tidak hanya terasa dalam satu hari, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan saya, kebersamaan dan kekompakan masyarakat ini terus dipertahankan. Semoga dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kita semua semakin mencintai Rasulullah, mampu meneladani akhlaknya, serta senantiasa menjaga persatuan dan kerukunan di Desa Singkup,” harapnya.
Dengan semangat “Meneladani Akhlak Rasulullah, Mempererat Ukhuwah, dan Melestarikan Tradisi”, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Singkup diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan, memperkuat persaudaraan, dan menjaga nilai-nilai luhur di tengah kehidupan bermasyarakat.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar