Breaking News
light_mode
Beranda » DAERAH » Bupati Kuningan, Dian Rachamat Yanuar, Tekankan Kepemimpinan Berintegritas: Bukan Sekadar Bekerja, tapi Harus Berdampak

Bupati Kuningan, Dian Rachamat Yanuar, Tekankan Kepemimpinan Berintegritas: Bukan Sekadar Bekerja, tapi Harus Berdampak

KUNINGAN. sangajinews.com – Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa menjadi pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual. Seorang pemimpin, menurutnya, harus memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, sekaligus sosial.

Hal tersebut disampaikan Bupati Dian saat memberikan arahan kepada peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, Sabtu (22/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati secara khusus menyoroti pentingnya kemampuan mengendalikan emosi. Menurutnya, pemimpin yang mudah marah atau memiliki “sumbu pendek” berpotensi menimbulkan persoalan dalam lingkungan birokrasi.

Bupati Dian kemudian mengungkapkan pesan yang selalu diingatnya dari almarhum sang ayah yang selama puluhan tahun mengabdikan diri sebagai seorang guru.

“Sebelum kamu memimpin orang lain, kamu harus bisa memimpin atau mengendalikan diri sendiri.”

Pesan tersebut, kata Dian, menjadi salah satu prinsip penting yang harus dimiliki setiap pemimpin, khususnya aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain kemampuan kepemimpinan, Bupati Dian mendorong para peserta PKP untuk membangun sense of ownership atau rasa memiliki terhadap organisasi.

Ia menegaskan, ASN tidak semestinya hanya bekerja ketika mendapatkan perintah dari atasan. Setiap aparatur harus mampu membaca persoalan di lingkungan kerjanya, mengambil inisiatif, dan berupaya menyelesaikannya.

“Jangan bekerja karena perintah saja. Kuasai tugas pokok dan fungsi, kerjakan dengan hati. Jangan bekerja karena merasa diperintah saja. Itu tandanya kita tidak punya tanggung jawab,” tegasnya.

Menurut Dian, berbagai inovasi dan perbaikan kinerja di lingkungan pemerintahan semestinya lahir dari rasa tanggung jawab, bukan semata-mata karena instruksi.

Tujuan akhirnya, kata dia, adalah memastikan masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan yang nyata dan menyelesaikan persoalan.

Bupati Dian juga mengajak para peserta mengubah cara pandang terhadap pekerjaan. Ia menegaskan bahwa bekerja dan berkinerja merupakan dua hal yang berbeda.

“Kalau bekerja itu aktivitas, kalau berkinerja itu hasil dan dampak yang ditimbulkan,” jelasnya.

Menurutnya, seorang ASN tidak bisa disebut berkinerja baik hanya karena rajin datang ke kantor atau menyelesaikan banyak aktivitas administratif. Hal yang jauh lebih penting adalah perubahan dan dampak yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut.

“Pemimpin itu tidak hanya bertanya, ‘Apa yang sudah dikerjakan?’ Tapi tanyalah, ‘Apa yang sudah berubah ke arah perbaikan dalam memberikan layanan?’” tegas Bupati.

Ia mencontohkan, apabila sebuah perangkat daerah telah bekerja keras tetapi persoalan masyarakat tidak kunjung berubah atau keluhan publik terus bermunculan, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi.

“Keberhasilan pemimpin atau ASN tidak hanya seberapa banyak pekerjaan yang dilakukan, tapi juga mampu menyelesaikan persoalan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Iis Risnawati, SE., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan memperkuat kompetensi manajerial, akuntabilitas jabatan, serta kemampuan mengendalikan kegiatan pelayanan publik bagi para pejabat pengawas.

Pelatihan berlangsung mulai 6 Juli hingga 18 November 2026 dengan metode Blended Learning, yakni perpaduan pembelajaran daring dan tatap muka/klasikal yang dilaksanakan di Kampus UPTD Pengelola Fasilitas Pengembangan SDM BKPSDM Kuningan.

Menurut Iis Risnawati, pelatihan tersebut diikuti 34 pejabat pengawas dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, mulai dari dinas, badan, kecamatan hingga kelurahan.

Materi utama yang diberikan mencakup Penguatan Integritas, Kepemimpinan, serta Aktualisasi Kepemimpinan melalui Aksi Perubahan.

Iis mengatakan, melalui pelatihan tersebut seluruh peserta diharapkan mampu memenuhi Standar Kompetensi Manajerial Jabatan Pengawas.

“Harapannya, kompetensi yang diperoleh peserta dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan birokrasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Kuningan,” ujarnya.

Dengan demikian, pesan Bupati Dian menjadi penegasan bahwa ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan sekadar banyaknya pekerjaan yang diselesaikan, tetapi sejauh mana kepemimpinan tersebut mampu menghadirkan perubahan, menyelesaikan persoalan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less