Wabup Kuningan Tekankan Akurasi Data Bantuan Sosial dan Percepatan Penurunan Stunting
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 34;
sangajinews.com. Kuningan – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, SH,MKn, melakukan monitoring dan koordinasi bersama Dinas Sosial Kabupaten Kuningan guna memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting dan kemiskinan. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial, staf ahli, serta jajaran terkait untuk membahas langkah-langkah strategis yang akan dilakukan ke depan.Jum’at(5/6/2026)
Sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Kemiskinan, Wakil Bupati,Tuti Andriani, menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Kuningan. Mengingat angka stunting di Kabupaten Kuningan masih tergolong tinggi di Jawa Barat, diperlukan kerja sama dan komitmen seluruh pihak agar angka tersebut dapat ditekan secara signifikan.
“Penurunan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Karena itu, berbagai langkah percepatan terus kami lakukan agar penanganan stunting dan kemiskinan berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya pembaruan data penerima bantuan sosial. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada Dinas Sosial apabila terdapat anggota keluarga penerima bantuan yang telah meninggal dunia, dengan melampirkan akta kematian sebagai dokumen pendukung.
Menurutnya, ketepatan data sangat penting untuk memastikan bantuan sosial diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima. Selain itu, bantuan yang masih diterima atas nama penerima yang telah meninggal dunia berpotensi menimbulkan persoalan administratif dan hukum karena menyangkut penggunaan anggaran negara.
“Bantuan sosial adalah uang negara yang harus disalurkan kepada masyarakat yang berhak. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk aktif memperbarui data kependudukan agar bantuan dapat tepat sasaran dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Tatik Ratna Mustika, menyatakan kesiapan penuh pihaknya untuk berkolaborasi dalam mendukung program penurunan kemiskinan dan stunting. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada kualitas data yang akurat dan mutakhir.
Saat ini, Dinas Sosial bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) tengah melakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh data penerima bantuan sesuai dengan kondisi riil masyarakat sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan lebih tepat sasaran.
“Kami terus melakukan penyisiran dan pencocokan data bersama para pendamping PKH. Harapannya, data yang dihasilkan benar-benar valid sehingga bantuan sosial dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan menghindari potensi temuan dalam pengelolaan keuangan negara,” jelas Kepala Dinas Sosial.
Selain fokus pada validasi data bantuan sosial, Dinas Sosial juga siap mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengoptimalkan pemanfaatan data keluarga berisiko stunting serta membantu fasilitasi pengaktifan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak aktif bagi keluarga yang membutuhkan.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Dinas Sosial, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kuningan optimistis target penurunan kemiskinan dan stunting dapat dicapai secara lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.
“Data yang akurat adalah fondasi kebijakan yang tepat. Ketika bantuan tersalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan dan layanan kesehatan dapat diakses dengan baik, maka upaya menurunkan kemiskinan dan stunting akan semakin optimal.” (Wr)
- Penulis: admin
Saat ini belum ada komentar