Job Fair Kuningan Kembali Digelar, 5.000 Lowongan Dibuka, Bupati Dian: Optimistis Pengangguran Terus Turun
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

sangajinews.vom. KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menghadirkan Job Fair 2026 sebagai upaya nyata mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha. Sebanyak 40 perusahaan ambil bagian dalam kegiatan ini dengan menyediakan sekitar 5.000 lowongan kerja bagi masyarakat.
Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, yang di dampingi wakil Bupati, Tuti Andriani, SH,.M.Kn, juga Sekertaris Daerah, U Kusmana, M.Si, Rabu(15/7/2026) menegaskan, Job Fair bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi strategi pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda.
“Hari ini kita meluncurkan kembali Job Fair untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia kerja. Mudah-mudahan tidak ada lagi mismatch, sehingga perusahaan bisa mendapatkan talenta-talenta terbaik dari putra-putri Kuningan, dan seluruh lowongan yang tersedia dapat terisi,” ujar Bupati.
Menurutnya, pelaksanaan Job Fair secara konsisten telah memberikan dampak positif terhadap penurunan angka pengangguran di Kabupaten Kuningan.
Ia mengungkapkan, beberapa tahun lalu Kuningan sempat berada di posisi kedua tertinggi tingkat pengangguran di Jawa Barat. Namun berdasarkan data terbaru, angka tersebut berhasil ditekan hingga 7,78 persen, sehingga posisi Kuningan kini berada di peringkat ketujuh atau papan tengah di Jawa Barat.
“Kalau kegiatan seperti ini terus kita lakukan, investasi dibuka seluas-luasnya, dan lapangan kerja terus bertambah, saya optimistis pengangguran akan semakin turun dan kemiskinan juga ikut berkurang. Kuningan ke depan akan semakin baik,” katanya.
Job Fair Diusulkan Digelar Dua Kali Setahun
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Bupati mendorong agar Job Fair dapat diselenggarakan dua kali dalam setahun.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi masyarakat agar memperoleh pekerjaan yang layak demi meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Pencari kerja sangat banyak. Pemerintah harus hadir untuk memfasilitasi mereka agar mendapatkan pekerjaan yang layak dan kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.
Bupati juga meminta seluruh perusahaan peserta Job Fair memberikan ruang bagi pencari kerja penyandang disabilitas.
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan perusahaan.
“Saya sudah meminta agar perusahaan juga mengakomodasi pencari kerja dari kalangan disabilitas. Mereka memiliki kelebihan dan tentu bisa bekerja di sektor-sektor tertentu,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan arah investasi yang diharapkan masuk ke Kabupaten Kuningan.
Ia menilai investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja sebanyak mungkin, bukan hanya mengandalkan teknologi dan mesin.
Ada tiga kriteria utama investasi yang menjadi prioritas Pemkab Kuningan, yaitu:
Padat karya, sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Berbasis agroindustri, sejalan dengan visi pembangunan pertanian Kabupaten Kuningan.
Ramah lingkungan, tidak menghasilkan polusi maupun limbah berbahaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kuningan, Dr.Toto Toharudin, M.Pd, mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat mengikuti Job Fair tahun ini.
Hanya pada sesi pertama, jumlah pendaftar melalui barcode telah mencapai lebih dari 2.000 orang.
Untuk menghindari penumpukan peserta, pelaksanaan Job Fair dibagi menjadi empat sesi, yakni pukul 08.00–10.00 WIB, 10.00–12.00 WIB, 12.00–14.00 WIB, dan 14.00–16.00 WIB.
Selain warga Kuningan, peserta juga datang dari Kabupaten Majalengka dan Kota/Kabupaten Cirebon.
Target 70 Persen Lowongan Terisi
Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, sekitar 3.000 pencari kerja berhasil terserap melalui Job Fair.
Tahun ini, Disnaker menargetkan 60–70 persen dari 5.000 lowongan yang tersedia dapat terisi.
Bagi peserta yang belum berhasil mendapatkan pekerjaan, pemerintah telah menyiapkan program pelatihan kewirausahaan bagi 1.200 orang yang sepenuhnya dibiayai oleh Kementerian Ketenagakerjaan melalui APBN.
Pelatihan tersebut bertujuan membentuk wirausaha baru sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada peluang kerja di perusahaan.
Selain itu, Disnaker juga terus melakukan sosialisasi peluang kerja ke berbagai kecamatan. Salah satunya kebutuhan tenaga kerja di PT Daihatsu yang setiap bulan membutuhkan sekitar 250 pekerja, meski hingga kini pemenuhannya masih belum maksimal.
Dengan ribuan lowongan yang tersedia, dukungan investasi yang terus didorong, serta program pelatihan bagi calon tenaga kerja, Pemerintah Kabupaten Kuningan optimistis mampu menurunkan angka pengangguran secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Penulis: admin
Saat ini belum ada komentar