Kementerian Ketenagakerjaan Hadir di Kuningan: Siapkan Generasi Muda Siap Kerja dan Siap Wirausaha
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

sangajinews.com. KUNINGAN – Komitmen pemerintah dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia terus diperkuat. Melalui kunjungan kerja ke Kabupaten Kuningan, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Dr. Sukro Muhab, M.Si., bersama Kepala Balai Vokasi Bandung, Deni, dan perwakilan Balai Perluasan Kesempatan Kerja Aris, melakukan pertemuan dengan Bupati Kuningan, Jum’at (12/6/2026),untuk membahas berbagai langkah strategis dalam pengembangan tenaga kerja dan kewirausahaan bagi generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sukro Muhab menegaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membuka peluang pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
“Kami ingin memastikan para pemuda dan pemudi Kuningan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, sebelum pelatihan dilaksanakan, kami akan mengidentifikasi potensi daerah dan kebutuhan perusahaan yang telah bermitra dengan Kuningan agar lulusan pelatihan benar-benar siap masuk ke dunia kerja,” ujarnya.
Menurutnya, Kabupaten Kuningan memiliki potensi besar yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga pariwisata. Potensi tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program pelatihan dan pendampingan kewirausahaan.
“Kuningan memiliki kekuatan luar biasa. Tidak hanya menyiapkan tenaga kerja yang siap bekerja, kami juga ingin melahirkan wirausahawan muda yang mampu mengembangkan potensi daerahnya sendiri,” tambahnya.
Menanggapi tingginya angka pengangguran yang masih menjadi tantangan di Kuningan, Prof. Sukro menegaskan bahwa kehadiran Kementerian Ketenagakerjaan merupakan bagian dari upaya menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
“Kami datang bukan sekadar berkunjung, tetapi untuk mencari solusi. Mudah-mudahan melalui berbagai program pelatihan, peningkatan keterampilan, dan pengembangan kewirausahaan, generasi muda Kuningan semakin siap bekerja dan mampu menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.
Tidak hanya fokus pada pelatihan, pemerintah juga berupaya memastikan produk-produk unggulan masyarakat memiliki akses pasar yang jelas. Salah satunya melalui kerja sama dengan kelompok tani (Gapoktan), koperasi desa, BUMDes, serta mitra usaha yang siap menjadi offtaker.
“Kami ingin produk-produk unggulan Kuningan tidak berhenti pada proses produksi saja. Kami akan membantu mencarikan offtaker yang dapat mendukung pembiayaan sekaligus pemasaran hasil usaha masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh potensi ekonomi yang lahir dari Kuningan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
“Harapannya, hasil produksi masyarakat bisa terus diberdayakan melalui koperasi dan BUMDes sehingga nilai ekonominya tetap berputar di daerah dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ungkapnya.
Pendekatan Bottom-Up, Utamakan Hasil Nyata
Dalam pelaksanaan program pembangunan ketenagakerjaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah bottom-up, yaitu berangkat dari kebutuhan dan aspirasi masyarakat di daerah.
“Kami mengedepankan pendekatan bottom-up. Yang terpenting bukan pencitraan, tetapi hasil yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Prof. Sukro.
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat dan daerah terus mempererat kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan memanfaatkan potensi lokal yang melimpah, Kuningan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak tenaga kerja kompeten serta wirausahawan muda yang menjadi penggerak ekonomi daerah di masa depan.(Wr)
- Penulis: admin
Saat ini belum ada komentar