Peluang Emas untuk Petani Kuningan, Bahtiar: Pasar Jakarta Siap Serap Hingga 20 Ton Cabai per Hari
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

sangajinews.com. KUNINGAN – Kabar menggembirakan datang bagi para petani cabai di Kabupaten Kuningan. Peluang pemasaran hasil panen kini semakin terbuka Rumah Sayur pemasok bahan pangan menyatakan siap menyerap produksi cabai dari Kuningan untuk memenuhi kebutuhan pasar Jakarta.Kamis (23/7/2026)
Bahtiar, kepala rumah sayur, ngungkapkan bahwa pihaknya akan segera membuka 100 titik distribusi di Jakarta, sehingga kebutuhan pasokan cabai akan meningkat secara signifikan. Kuningan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah pemasok utama.
“Sebetulnya ini sebagai hub saja. Bulan depan kami akan membuka 100 titik di Jakarta. Jadi cabai dari Kuningan sangat bisa diserap. Kalau petani di sini ingin menyalurkan hasil panennya, kami sangat terbuka,” ujarnya.
Tak hanya membuka akses pasar, Rumah sayur juga menawarkan sistem pembayaran yang dinilai menguntungkan petani. Pembelian hasil panen dilakukan secara tunai (cash), sehingga petani dapat menerima pembayaran dengan lebih cepat.
Dari sisi kapasitas, Rumah sayur mengaku mampu menyerap 15 hingga 20 ton cabai per hari dari Kabupaten Kuningan pada tahap awal. Jumlah tersebut berpeluang meningkat seiring bertambahnya kebutuhan pasar.
Sebagai gambaran, Rumah Sayur tersebut saat ini telah menangani pasokan cabai dari berbagai daerah dengan volume besar, bahkan mencapai 200 ton per hari dari Aceh.
Selain itu, perusahaan merupakan pemasok untuk sejumlah pelanggan berskala nasional. Salah satunya adalah jaringan restoran Mie Gacoan, yang membutuhkan sekitar 60 ton cabai setiap bulan. Rumah Sayur juga menyebut peluang kerja sama dengan sejumlah industri makanan besar lainnya masih sangat terbuka.
Adapun jenis cabai yang paling banyak dibutuhkan adalah cabai rawit merah. Namun demikian, perusahaan memastikan bahwa cabai acung, yang banyak dibudidayakan petani di Kabupaten Kuningan, juga memiliki pasar dan siap diserap.
“Cabai acung dibutuhkan, selain cabai rawit merah. Jadi petani Kuningan memiliki peluang yang sangat besar,” jelasnya.
Mengenai harga pembelian, Rumah Sayur memastikan akan menawarkan harga yang kompetitif dan siap bersaing dengan pasar. Mekanisme harga nantinya akan disesuaikan dengan kondisi pasar saat transaksi berlangsung.
Peluang ini diharapkan menjadi angin segar bagi petani cabai di Kabupaten Kuningan. Dengan adanya kepastian pasar, kapasitas penyerapan yang besar, serta sistem pembayaran tunai, para petani diharapkan semakin bersemangat meningkatkan produksi dan kualitas hasil panennya untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional.
- Penulis: admin
Saat ini belum ada komentar