Rembug Stunting Desa Linggasana Perkuat Kolaborasi Menuju Zero Stunting di Kecamatan Cilimus
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

sangajinews.com. Kuningan – Pemerintah Desa Linggasana kembali menggelar kegiatan Rembug Stunting sebagai upaya memperkuat langkah pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa, Senen(15/6/2026).Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara pemerintah desa, kecamatan, puskesmas, kader kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Dalam kegiatan tersebut hadir Anggota DPRD kabupaten Kuningan Fraksi Nasdem, TNI, POLRI, Forkopimcan, Bidan Desa, BPD, LMPM Kader juga masyarakat Desa Linggasana.
Kepala desa Linggasana, Hj. Henny Rosdiana, SH., S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa rembug stunting merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara berkelanjutan di setiap desa. Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi dan evaluasi berbagai program percepatan penurunan stunting, khususnya melalui peran aktif Posyandu, kelompok kerja desa, serta dukungan tenaga kesehatan.
“Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi semua pihak. Tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga menyangkut berbagai faktor lain yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Karena itu, kami terus berupaya melakukan berbagai langkah perbaikan agar angka stunting di Desa Linggasana maupun Kecamatan Cilimus dapat terus ditekan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi stunting di Desa Linggasana saat ini relatif terkendali. Namun demikian, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa tetap berkomitmen untuk terus melakukan upaya pencegahan dan pendampingan agar ke depan tidak muncul kasus baru dan angka stunting dapat ditekan hingga mencapai nol kasus.
Sementara itu, Pendamping Desa Kecamatan Cilimus, Nana Juana, menjelaskan bahwa kegiatan rembug stunting di Desa Linggasana merupakan desa ke-12 dari 13 desa yang telah melaksanakan kegiatan serupa di Kecamatan Cilimus. Program ini merupakan implementasi kebijakan pemerintah dalam rangka percepatan penurunan stunting sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam lima kelompok sasaran yang membahas berbagai strategi pencegahan stunting. Kelompok tersebut meliputi remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, anak usia 0–59 bulan, serta keluarga berisiko stunting.
“Melalui diskusi kelompok ini, berbagai permasalahan dan solusi dapat dirumuskan secara lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan masing-masing sasaran. Dengan demikian, program pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” jelas Nana.
Ia menambahkan, meskipun Kecamatan Cilimus tidak termasuk dalam wilayah lokus prioritas penanganan stunting berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kuningan Nomor 353 Tahun 2026, seluruh pihak tetap berkomitmen menjaga dan meningkatkan capaian yang telah diraih.
“Kami terus bahu-membahu bersama pemerintah kecamatan, puskesmas, UPTD Dalduk, pemerintah desa, dan para kader agar angka stunting di Kecamatan Cilimus, khususnya di Desa Linggasana, terus menurun. Harapan besar kami adalah terwujudnya zero stunting,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Camat Cilimus yang diwakili Sekmat, Arie Nurfikri Lutfi, S.AP., M.P.. menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan program prioritas pemerintah yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting tidak dapat dicapai hanya oleh satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat.
“Kami akan terus mendukung dan mengawal berbagai program penanganan stunting agar berjalan optimal. Kader-kader kesehatan menjadi garda terdepan dalam edukasi dan pendampingan masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, kami optimistis angka stunting di Kecamatan Cilimus akan terus menurun hingga mencapai zero stunting,” tegasnya.
Melalui kegiatan rembug stunting ini, diharapkan seluruh pihak semakin memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Kecamatan Cilimus optimistis mampu mewujudkan generasi masa depan yang lebih sehat, unggul, dan bebas stunting. (Wr)
- Penulis: admin
Saat ini belum ada komentar