Breaking News
light_mode
Beranda » KESEHATAN » Yayasan Anyo Indonesia Bergerak di Kuningan, Perangi Kanker Anak Lewat Edukasi dan Deteksi Dini

Yayasan Anyo Indonesia Bergerak di Kuningan, Perangi Kanker Anak Lewat Edukasi dan Deteksi Dini

sangajinews.co. KUNINGAN – Komitmen menekan angka kanker pada anak terus diperkuat di Kabupaten Kuningan. Yayasan Anyo Indonesia menggandeng Pemerintah Kabupaten Kuningan, Dinas Kesehatan, tenaga medis, serta berbagai elemen masyarakat untuk menggelar gerakan edukasi dan deteksi dini kanker anak sebagai upaya menyelamatkan lebih banyak generasi penerus bangsa.

Ketua DPD Partai Golongan Rakyat (GOLKAR) Kabupaten Kuningan, Ir. Asep Setia Mulyana, mengatakan yayasan yang dipimpinnya telah mengabdikan diri selama hampir 14 tahun dalam misi kemanusiaan mendampingi anak-anak pejuang kanker di Indonesia. Program tersebut kini telah menjangkau 34 titik di berbagai daerah, dari Sabang hingga Merauke.

Menurut Asep, masih rendahnya angka kesembuhan kanker anak di Indonesia menjadi alasan utama yayasan terus memperluas gerakan edukasi kepada masyarakat.

“Saat ini tingkat kelangsungan hidup anak penderita kanker di Indonesia masih sekitar 20 persen. Sementara di negara-negara maju sudah mencapai 80 hingga 90 persen. Kondisi ini menjadi panggilan bagi kami untuk terus bergerak bersama pemerintah dan tenaga kesehatan agar semakin banyak anak dapat diselamatkan melalui deteksi dini dan penanganan yang tepat,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, tingginya kasus kanker anak tidak hanya dipengaruhi faktor medis, tetapi juga masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai gejala awal penyakit tersebut serta keterbatasan akses terhadap layanan penanganan yang memadai.

Karena itu, Yayasan Anyo Indonesia secara aktif membangun kolaborasi dengan dokter spesialis onkologi anak, puskesmas, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta Tim Penggerak PKK untuk memberikan edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat hingga ke tingkat desa.

Selain memperkuat edukasi mengenai kanker anak, Yayasan Anyo Indonesia juga mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak melalui program deteksi dini gangguan tumbuh kembang. Di Kabupaten Kuningan, yayasan bersama puskesmas melaksanakan pendampingan terhadap 89 anak melalui intervensi pemenuhan gizi, di antaranya pemberian telur selama tiga bulan sebagai bagian dari pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan status gizi anak sekaligus memperkuat upaya pencegahan berbagai masalah kesehatan yang dapat mengganggu tumbuh kembang mereka.

Asep menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka kanker anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi sosial, dunia pendidikan, dan masyarakat agar kesadaran tentang pentingnya deteksi dini semakin meningkat.

“Kami berharap Kabupaten Kuningan dapat menjadi daerah yang semakin peduli terhadap kesehatan anak. Dengan edukasi yang masif, deteksi dini yang cepat, serta kolaborasi semua pihak, semakin banyak anak dapat diselamatkan dan memperoleh masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, Yayasan Anyo Indonesia optimistis Kabupaten Kuningan mampu menjadi salah satu daerah yang berhasil meningkatkan angka kesembuhan kanker anak sekaligus melahirkan generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less