Puluhan Siswa SMP Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Ciwaru, Puskesmas Siagakan Tim Medis
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN. sangajinews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian setelah puluhan siswa SMP di Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.
Sebanyak 28 siswa SMP menjalani penanganan medis di UPTD Puskesmas Ciwaru setelah mengalami sejumlah gejala, di antaranya mual, muntah dan gangguan pencernaan.
Kepala UPTD Puskesmas Ciwaru Kabupaten Kuningan, Yuyuningsih, S.ST., PuerdN, menyampaikan bahwa pelayanan dan penanganan terhadap pasien hingga kini berjalan dengan baik. Tim medis disiagakan untuk memastikan seluruh pasien mendapatkan perawatan sesuai kondisi masing-masing.
Puskesmas Ciwaru memiliki fasilitas ruang rawat inap dengan kapasitas sekitar 30 tempat tidur yang diperuntukkan bagi pasien umum maupun anak-anak. Fasilitas tersebut juga digunakan untuk menangani para siswa yang mengalami keluhan setelah menyantap MBG.
“Pasien yang datang umumnya mengeluhkan mual, muntah dan gangguan pencernaan lainnya. Untuk anak-anak SMP, saat ini dilaporkan sudah tidak mengalami muntah,” demikian keterangan pihak Puskesmas Ciwaru.
Selain memberikan penanganan medis, pemeriksaan terhadap sampel makanan juga menjadi bagian penting dalam upaya mengetahui penyebab kejadian tersebut.
Puskesmas menyediakan layanan laboratorium untuk pemeriksaan sejumlah sampel makanan, di antaranya ayam, tahu, sayuran dan buah-buahan. Pemeriksaan dilakukan untuk mendukung proses penanganan sekaligus memastikan keamanan pangan.
Meski demikian, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa masih perlu menunggu hasil pemeriksaan dan informasi resmi dari pihak berwenang. Karena itu, kejadian ini tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai keracunan akibat MBG sebelum seluruh hasil pemeriksaan keluar.
Saat ini, kondisi fasilitas kesehatan dan pelayanan terhadap pasien disebut berjalan baik. Tim medis tetap siaga memberikan pelayanan dan memantau perkembangan kondisi para siswa.
Kejadian tersebut kembali menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan, keamanan, kualitas, serta pemeriksaan makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya bagi anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar