Breaking News
light_mode
Beranda » DAERAH » Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Bupati Dian Langsung Jenguk Puluhan Siswa SMPN 2 Ciwaru di Puskesmas

Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Bupati Dian Langsung Jenguk Puluhan Siswa SMPN 2 Ciwaru di Puskesmas

KUNINGAN. sangajinews.com — Puluhan siswa SMPN 2 Ciwaru, Kabupaten Kuningan, harus mendapat perawatan di Puskesmas Ciwaru setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., langsung meninjau kondisi para siswa di Puskesmas Ciwaru setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.

Dalam peninjauannya, Bupati berdialog langsung dengan sejumlah siswa untuk mengetahui makanan yang mereka konsumsi sebelum mengalami keluhan.

“MBG, Pak,” jawab sejumlah siswa ketika ditanya mengenai makanan yang mereka santap sebelum mengalami keluhan.

Salah seorang siswa mengaku mengonsumsi menu berupa chicken katsu, tahu, sayuran, nasi, dan melon. Ketika ditanya mengenai makanan yang terasa berbeda, siswa tersebut menyebut bagian daging chicken katsu.

“Daging sih, Pak. Daging katsu,” ujar siswa tersebut.

Siswa lainnya bahkan mengaku mencium aroma yang berbeda dari ayam yang disajikan. Ada pula siswa yang menyebut rasa sayuran terasa asin.

Keluhan yang dirasakan siswa di antaranya pusing dan nyeri mulut, yang muncul setelah menyantap makanan tersebut.

Namun, belum dapat dipastikan bahwa makanan MBG menjadi penyebab utama kondisi para siswa. Pemerintah Kabupaten Kuningan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.

Bupati Dian mengatakan, laporan kejadian tersebut diterimanya saat dirinya sedang mengikuti Sidang Paripurna.

“Jadi hari ini saya mendapat laporan, pas tadi lagi di Dewan, di Sidang Paripurna, ada kejadian, incident, sementara ini diduga keracunan,” kata Dian saat meninjau para siswa.

Menurutnya, terdapat sekitar 29 siswa dari SMPN 2 Ciwaru yang mendapat penanganan medis, sementara terdapat pula siswa SD yang sedang menjalani perawatan. Meski demikian, kondisi para siswa dilaporkan mulai membaik.

“Alhamdulillah sudah membaik. Yang penting anak-anak ini sekarang selamat dulu,” ujarnya.

Dian menegaskan, sampel makanan telah disiapkan untuk dilakukan pengujian di laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah selanjutnya.

Ia juga meminta jajaran terkait, termasuk Sekda dan Satgas, untuk segera menindaklanjuti kejadian tersebut.

Bupati menyebut, apabila terjadi dugaan kejadian luar biasa seperti ini dalam penyelenggaraan MBG, terdapat prosedur yang harus dijalankan, termasuk kemungkinan menghentikan sementara distribusi makanan dari SPPG terkait hingga hasil pemeriksaan keluar.

“Dipending dulu, di-stop dulu sampai hasil sampelnya keluar,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kuningan kini menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami para siswa.

Publik pun masih menanti jawaban: apakah benar makanan MBG menjadi penyebab para siswa mengalami gangguan kesehatan? Jawabannya akan ditentukan melalui hasil pemeriksaan laboratorium, bukan sekadar dugaan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less