Breaking News
light_mode
Beranda » AGRIBISNIS » Bappenas dan Kementerian Pangan Monitoring Kawasan Ubi Jalar 295 Hektare di Kuningan

Bappenas dan Kementerian Pangan Monitoring Kawasan Ubi Jalar 295 Hektare di Kuningan

KUNINGAN. sangajinews.com – Kementerian Pangan melalui Direktorat Aneka Kacang dan Umbi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan monitoring kawasan pengembangan ubi jalar seluas 295 hektare di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan pertanaman bantuan, melihat potensi pengembangan kawasan ke depan, sekaligus mengevaluasi aspek pemasaran dan hilirisasi produk ubi jalar di tingkat petani hingga industri.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kuningan, Rohendi, SP., MM., mengatakan monitoring menjadi bagian penting untuk melihat secara langsung perkembangan kawasan ubi jalar yang telah mendapatkan dukungan program.

“Kawasan ubi jalar tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Kuningan, meliputi Desa Sindangbarang, Jalaksana, Cilimus, Kuningan, serta Sinangagung dan Mandirancan,” ujar Rohendi.

Menurutnya, Kabupaten Kuningan memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan komoditas ubi jalar. Kawasan utara Kuningan tercatat memiliki luasan pertanaman ubi jalar sekitar 4.000 hektare, sehingga peluang perluasan kawasan masih terbuka di luar 295 hektare yang saat ini menjadi bagian dari program pengembangan.

Dari hasil peninjauan langsung bersama petani dan pengepul, pemasaran ubi jalar di Kabupaten Kuningan juga dinilai cukup baik. Hasil panen masih terserap oleh pasar bebas dan belum menghadapi kendala pemasaran yang berarti.

Namun demikian, pengembangan ubi jalar ke depan tidak hanya diarahkan pada pola petik-jual, tetapi juga didorong menuju pola petik-olah-jual melalui penguatan hilirisasi.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus mendorong tumbuhnya industri pengolahan ubi jalar di daerah, termasuk dengan memanfaatkan keberadaan PT Gali dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Koordinator Bidang Pangan pada Direktorat Pangan dan Pertanian Bappenas, Irfan, menilai pengembangan kawasan ubi jalar di Kuningan menunjukkan keterhubungan yang cukup baik antara petani dan industri.

Menurut Irfan, Bappenas dalam kegiatan tersebut melihat secara langsung pelaksanaan program Kementerian Pangan, khususnya terkait pengembangan komoditas ubi jalar.

“Dari Bappenas tugasnya lebih ke perencanaan dan penganggaran kegiatan. Sekarang kami melihat seperti apa pelaksanaan kegiatan Kementerian Pertanian terkait dengan pengembangan ubi jalar,” kata Irfan.

Ia menilai perkembangan kawasan ubi jalar di Kuningan cukup positif karena telah menunjukkan keterhubungan mulai dari tingkat petani hingga industri.

“Ini sepertinya sangat bagus, melihat keterhubungan mulai dari petani sampai juga dengan industri. Yang sangat baik di sini, permintaannya juga sangat baik sepertinya ke depan,” ujarnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less