Pisah Sambut Kalapas Kuningan: Estafet Pengabdian, Lanjutkan Inovasi dan Sinergi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN.sangajinewscom — Tongkat estafet kepemimpinan di Lapas Kelas IIA Kuningan resmi berganti. Suasana haru sekaligus penuh optimisme mewarnai acara pisah sambut Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan yang digelar Kamis (20/8/2026) di Aula Lapas Kelas IIA Kuningan, Jalan Siliwangi Nomor 2, Purwawinangun, Kecamatan Kuningan.
Jabatan Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan diserahterimakan dari Sukarno Ali, A.Md.I.P., S.H., M.Si. kepada Eris Sugiyanto, A.Md.I.P., S.H., M.Si. Pergantian tersebut bukan sekadar perpindahan jabatan, tetapi menjadi momentum melanjutkan pengabdian, inovasi, dan sinergi pemasyarakatan di Kabupaten Kuningan.
Acara turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan Yustina Engelin Kalangit, S.H., M.Hum., jajaran Forkopimda, Kepala BNN Kabupaten Kuningan Agus Mulya, S.Pd., M.Si., Ketua Pengadilan Agama Kuningan Syafruddin, S.Ag., M.Si., Ketua MUI Kabupaten Kuningan Drs. KH. Dodo Syarif Hidayatullah, M.A., unsur DPRD, Subdenpom, para kepala UPT pemasyarakatan, perangkat daerah, serta sejumlah stakeholder lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti kuat bahwa pemasyarakatan tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus membangun pembinaan warga binaan yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Sukarno Ali menyampaikan bahwa selama kurang lebih 10 bulan 23 hari memimpin Lapas Kelas IIA Kuningan, dirinya bersama jajaran telah menjalankan berbagai program dan inovasi.
Di antaranya inovasi Jawara Api, yang mengintegrasikan sistem penanganan gangguan keamanan dengan Dinas Pemadam Kebakaran, peningkatan layanan kesehatan, peresmian Dapur Sehat Selaras, hingga penataan ruang dan area publik.
Sejumlah capaian kelembagaan juga berhasil diraih. Lapas Kelas IIA Kuningan memperoleh penghargaan pelayanan administrasi dari Ombudsman dengan predikat baik serta mencatat IKPA 100 dari KPPN Kuningan.
Tak berhenti di sana, Lapas Kelas IIA Kuningan juga tengah berproses menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) setelah dinyatakan lulus dalam penilaian Tim Penilai Internal (TPI).
“Kami sedang berproses untuk wilayah bebas dari korupsi. Alhamdulillah penilaian dari TPI kita lulus untuk mendapatkan predikat WBK,” ujar Sukarno.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran serta dukungan para stakeholder.
Sukarno juga menyebut sejumlah kolaborasi yang telah dibangun, di antaranya dengan BNN Kabupaten Kuningan, Pemkab Kuningan melalui Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran, Pengadilan Agama, Dinas Kesehatan, sejumlah puskesmas, Fakultas Hukum Universitas Kuningan, Poltekkes KMC Kuningan, hingga Koperasi Tani Merdeka.
Di akhir masa tugasnya, Sukarno menitipkan semangat kebersamaan kepada seluruh jajaran.
“Saya titip semangat, kekompakan, dan kebersamaan yang selama ini telah kita bangun. Saya juga titip berbagai inovasi dan program yang telah dimulai agar dapat terus dilanjutkan, dikembangkan, dan disempurnakan,” katanya.
Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Kuningan yang baru, Eris Sugiyanto, menegaskan kesiapan melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menyelesaikan sejumlah rencana yang belum tuntas.
Alumni Akademi Pemasyarakatan angkatan ke-35 tersebut sebelumnya pernah bertugas di sejumlah satuan kerja pemasyarakatan, mulai dari Lapas Narkotika Jakarta, Lapas Salemba, Lapas Cilegon, Lapas Bitung, Lapas Rokan, Lapas Cirebon, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, hingga Lapas Kuningan.
Eris menyadari bahwa keberhasilan pemasyarakatan membutuhkan dukungan banyak pihak. Karena itu, ia meminta sinergi Forkopimda dan seluruh stakeholder di Kabupaten Kuningan terus diperkuat.
“Kita tidak bisa berdiri sendiri. Kita membutuhkan stakeholder yang bisa membantu lini per lini demi kebaikan dan menjadikan Lapas Kuningan menjadi peran yang penting dalam setiap program Pemerintah Kabupaten Kuningan,” ungkap Eris.
Ia juga berkomitmen mempertahankan budaya kerja yang telah dibangun, terutama terkait integritas dan komitmen dalam menjalankan tugas.
Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menyampaikan permohonan maaf Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang tidak dapat hadir karena sedang menjalankan tugas di Jakarta.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Pemkab Kuningan menyampaikan apresiasi atas dedikasi Sukarno Ali selama bertugas.
“Atas nama pribadi, Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, dan seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kalapas lama Kelas IIA Kuningan, Bapak Sukarno Ali, atas dedikasi, pengabdian, sinergi, dan kerja sama yang telah diberikan selama menjalankan tugas di Kabupaten Kuningan,” kata Tuti.
Menurut Bupati, keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari kondisi lapas yang aman dan tertib. Lebih dari itu, keberhasilan juga terlihat ketika warga binaan mampu berubah, memiliki keterampilan, memiliki harapan, serta siap kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupan secara produktif.
Program pembinaan yang dikembangkan Sukarno Ali, termasuk sektor ketahanan pangan, turut mendapat apresiasi. Tanaman pangan, selada, hingga peternakan ayam dinilai telah memberikan manfaat dan bahkan memiliki pasar tersendiri.
Keberadaan Dapur Sehat Selaras juga diapresiasi karena dinilai bersih, tertata, dan mampu menyediakan makanan bagi warga binaan dengan baik.
Kepada Eris Sugiyanto, Pemkab Kuningan menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus memastikan kesiapan untuk melanjutkan kolaborasi.
“Pemerintah Kabupaten Kuningan siap untuk terus membangun kolaborasi dan sinergi dengan jajaran Lapas Kelas IIA Kuningan,” demikian pesan Bupati.
Ke depan, peluang kolaborasi akan diarahkan pada pembinaan warga binaan, pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, hingga persiapan agar warga binaan mampu mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan kembali fasilitas kandang ternak di kawasan Palutungan, Cisantana, yang selama ini belum optimal digunakan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung program pembinaan maupun kegiatan asimilasi warga binaan.
Pergantian kepemimpinan Lapas Kelas IIA Kuningan pun diharapkan menjadi awal dari babak baru pemasyarakatan yang semakin terbuka, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat.
Sebab, pada akhirnya, pemasyarakatan bukan hanya tentang menjaga tembok tetap berdiri, tetapi tentang membangun manusia agar mampu kembali berdiri di tengah masyarakat.
Jabatan boleh berganti, tempat pengabdian dapat berpindah. Namun, integritas, ketulusan, kebersamaan, dan semangat memberikan pelayanan diharapkan tetap menjadi fondasi dalam setiap amanah.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar