Helaran Seni dan Film Kuningan Banjiri Antusiasme Warga, Si Cepot Jadi Bintang Malam di Pusat Kreativitas Daerah
- calendar_month Senin, 8 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

sangajinews.com. KUNINGAN – Suasana malam Minggu di Sekretariat Bersama Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Pokdarwis Kuningan, kawasan Pertokoan Siliwangi, berubah menjadi panggung budaya yang semarak pada Sabtu malam (6/6/2026). Ribuan nuansa seni, budaya, dan kreativitas berpadu dalam gelaran Helaran Seni dan Film, menghadirkan hiburan sekaligus ruang apresiasi bagi karya-karya terbaik putra daerah.
Jika biasanya kawasan tersebut dipenuhi sajian musik hiburan, kali ini masyarakat disuguhkan pertunjukan budaya yang kaya dan beragam. Mulai dari wayang golek, angklung, tari tradisional, pemutaran film karya sineas Kuningan, penampilan Komunitas Bahar Cangklong, pameran seni lukis, hingga alunan gamelan dari Kasepuhan Kesultanan Cirebon, seluruhnya sukses memikat perhatian pengunjung yang memadati lokasi acara.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Komite Ekraf Kuningan, serta Sanggar DNR. Sinergi tersebut menjadi bukti nyata semakin kuatnya ekosistem seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kuningan.
Sejumlah komunitas dan pelaku kreatif turut ambil bagian dalam perhelatan ini, di antaranya Sanggar DNR, Dalang Anjas, Sanggar Tari Diwangkara, Forum Film Kuningan, Yayasan Mega Citra Kreasi, Roemah Film Affandi, Bonti Cinema, hingga MKK Management. Kehadiran berbagai elemen kreatif tersebut menghadirkan warna tersendiri sekaligus memperlihatkan besarnya potensi budaya lokal yang terus berkembang.
Plt Kepala Disporapar Kabupaten Kuningan, Aries Susandi, ST., M.Si, didampingi Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Industri Pariwisata Dading Fajarudin, S.Si., M.A.P, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terlihat luar biasa sepanjang acara berlangsung.
Pengunjung tampak menikmati setiap penampilan yang disuguhkan. Sementara itu, deretan karya seni lukis yang dipamerkan di area kegiatan turut menjadi daya tarik tersendiri dan memperkuat aktivitas ekonomi kreatif di ruang publik.
Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah kemunculan Si Cepot yang dibawakan oleh Kang Anjas, dalang kebanggaan Kabupaten Kuningan. Dengan gaya komunikatif, humor segar, dan sentuhan kearifan lokal Sunda, Si Cepot sukses menghidupkan suasana melalui sesi “ngawangkong” bersama Kepala Disporapar Kabupaten Kuningan, Kabid Ekraf Disporapar, serta Camat Kuningan.
Dialog yang dibalut canda dan pesan-pesan budaya tersebut menciptakan suasana hangat antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat. Gelak tawa penonton berkali-kali pecah, menjadikan sesi tersebut sebagai salah satu bagian paling berkesan dalam acara.
Tak hanya itu, alunan gamelan dan kawih Sunda yang dibawakan berbagai komunitas seni semakin memperkuat atmosfer budaya yang kental. Perpaduan seni pertunjukan, film, musik tradisional, dan seni rupa menjadikan Helaran Seni dan Film sebagai contoh bagaimana ruang publik dapat bertransformasi menjadi pusat aktivitas budaya sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif daerah.
Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, komunitas seni, pelaku ekonomi kreatif, dan lembaga pelestarian budaya, Helaran Seni dan Film Kuningan diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang mampu memperkuat identitas budaya daerah, memperluas ruang apresiasi masyarakat, serta mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang semakin membanggakan Kabupaten Kuningan di tingkat regional maupun nasional. (Wr)
- Penulis: admin
Saat ini belum ada komentar