Halal Bihalal & Harlah ke-76 Fatayat NU Kuningan: Perkuat Silaturahmi, Teguhkan Khidmat Menuju Kuningan Melesat
- calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

filter: 153; fileterIntensity: 0.38; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 40;
Sangajinews.com. Kuningan, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Kuningan menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 yang dirangkaikan dengan acara Halal Bihalal 1447 H pada Sabtu (11/4/2026), bertempat di Teras Pendopo Kuningan. Kegiatan ini mengusung tema “Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Semangat Khidmat Menuju Kuningan Melesat.”
Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Baznas Kuningan, Kabid Kesra, Ketua TP PKK, Ketua DPW, unsur Forkopimda, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kuningan beserta jajaran, serta tamu undangan lainnya.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kuningan, Dadah Samrotil Puadah, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh hadirin.
“Momentum halal bihalal dan harlah ini menjadi kekuatan bagi kita semua. Usia 76 tahun bukanlah perjalanan yang singkat, melainkan bukti konsistensi dan pengabdian panjang Fatayat NU dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya yakin, dengan kekompakan dan kebersamaan, Fatayat NU akan terus hadir sebagai organisasi yang memberikan kontribusi nyata,” ujarnya.
Ia berharap, di usia yang semakin matang ini, PC Fatayat NU Kabupaten Kuningan semakin solid, progresif, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si dalam sambutannya menegaskan bahwa perjalanan 76 tahun merupakan bukti ketahanan dan relevansi organisasi dalam dinamika zaman.
“Yang mampu bertahan bukanlah yang paling kuat atau paling hebat, tetapi yang mampu memberikan manfaat. Fatayat NU telah membuktikan hal tersebut,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa Fatayat NU bukan sekadar organisasi perempuan, melainkan ruang pengabdian yang strategis dalam membangun generasi, menjaga nilai keislaman yang penuh kasih, serta memperkuat peran perempuan sebagai pilar keluarga dan masyarakat.
“Fatayat adalah cahaya yang mungkin tampak senyap, tetapi mampu menguatkan. Perempuan di dalamnya adalah ibu yang tangguh, pendidik yang kuat, penjaga moral keluarga, sekaligus penggerak sosial,” tambahnya.
Dalam menghadapi tantangan globalisasi, Bupati Dian, menilai Fatayat NU tetap kokoh berpegang pada akar nilai tradisi dan budaya sebagai jangkar moral. Ia juga menitipkan pesan agar Fatayat terus menjadi kekuatan dalam moderasi beragama, memiliki kepedulian sosial, empati, serta semangat gotong royong.
“Membangun bukan hanya soal infrastruktur, tetapi bagaimana kita membangun jiwa manusia yang berkarakter dan berakhlak. Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anak. Jika perempuan kuat, maka keluarga, masyarakat, dan daerah pun akan menjadi kokoh dan bermartabat,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Dian, menyampaikan harapan agar Fatayat NU terus aktif berperan dan bermitra dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan Kuningan yang semakin maju dan melesat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, kami mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua untuk terus membangun Kuningan yang semakin melesat,” pungkasnya. (Wr)
- Penulis: admin






Saat ini belum ada komentar