MTQ Kecamatan Nusaherang 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kuningan Ajak Generasi Muda Kembali Gemar Mengaji
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38;
sangajinews.com. KUNINGAN — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Nusaherang Tahun 2026 resmi dibuka dalam suasana meriah dan penuh semangat di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Jambar, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bersama jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Camat Nusaherang, alim ulama, tokoh masyarakat, hingga pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas Jambar, Drs. K.H. Jumheri Yusuf.
Dalam sambutannya, panitia pelaksana menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya MTQ tingkat kecamatan tersebut. Panitia juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan.
“Alhamdulillahirabbil’alamin, atas izin Allah SWT kita dapat berkumpul di tempat yang mulia pada kegiatan yang mulia. Semoga ini menjadi keberkahan bagi kita semua,” ujar perwakilan panitia.
Panitia turut menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kuningan dan Camat Nusaherang yang dinilai memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MTQ tahun ini.
Selain menjadi ajang syiar Islam dan persiapan menuju MTQ Tingkat Kabupaten Kuningan ke-50, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sejumlah program keagamaan dan lingkungan, seperti Launching Gerakan Maghrib Mengaji, Dauroh Imam dan Khatib, serta Gerakan Penanaman Pohon di kawasan pondok pesantren dan sekitar mata air Dusun Pohon, Awiluar.
Menurut panitia, gerakan penanaman pohon menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
“Alam bukan warisan, tetapi titipan yang harus kita jaga dan diwariskan kembali kepada anak cucu kita,” ungkap panitia.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengatakan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari juara, tetapi momentum membangkitkan semangat syiar Islam dan membentuk karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi saat ini.
“Saya merasa bahagia melihat antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini luar biasa. MTQ ini bukan hanya mencari kejuaraan, tetapi bagaimana menggemarkan syiar Islam dan membangkitkan semangat anak-anak muda kita,” ujar Bupati.
Ia menilai perkembangan teknologi dan penggunaan gadget yang semakin masif jangan sampai menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai agama.
“Anak-anak sekarang cenderung sibuk dengan gadget dan mulai jauh dari kebiasaan salat berjamaah maupun membaca Al-Qur’an. Mudah-mudahan melalui MTQ ini kita bisa memberikan spirit bahwa perkembangan teknologi tidak boleh mencabut kita dari norma agama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kuningan, H Dian Rachmat Yanuar, mengapresiasi gerakan pelestarian lingkungan yang mulai digelorakan sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Kuningan.
“Hari ini juga kita me-launching Gerakan Maghrib Mengaji dan penanaman pohon. Saya sangat bahagia karena pondok-pondok pesantren mulai menggelorakan semangat melestarikan alam. Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi tentu membutuhkan dukungan semua pihak,” ucapnya.
Pondok Pesantren Al-Ikhlas Jambar sendiri dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang berkembang di Kecamatan Nusaherang. Saat ini pesantren tersebut memiliki lebih dari 300 santri putra dan putri, dengan sekitar 24 santri telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an.
Tak hanya itu, sejumlah alumni pesantren juga berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri, seperti Mesir, Yaman, dan Turki.
Meski memiliki keterbatasan sumber daya, Kecamatan Nusaherang disebut siap mengirimkan peserta di seluruh cabang perlombaan pada MTQ tingkat kabupaten tahun ini.
Melalui kegiatan tersebut, MTQ diharapkan tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga meningkatkan gairah masyarakat dalam memakmurkan masjid serta membudayakan membaca Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengucap basmalah, rangkaian kegiatan MTQ Tingkat Kecamatan Nusaherang Tahun 2026 resmi dibuka. (Wr)
- Penulis: admin






Saat ini belum ada komentar