PKK dan Puskesmas Pancalang Perkuat Sinergi Tekan Angka Stunting Baru di Desa TajurBuntu
- calendar_month 21 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 37;
sangajinews.com. kuningan — Kegiatan bina wilayah yang digelar di Desa Taraju Buntu menjadi momentum penting bagi Tim Penggerak PKK dan Puskesmas dalam memperkuat kolaborasi program kesehatan masyarakat, Senin (18/5/2926) khususnya dalam upaya pencegahan stunting baru atau new stunting.
Dalam kegiatan tersebut, kepala Puskesmas Pancalang, Ika Sriwantika, menjelaskan bahwa Puskesmas memiliki peran aktif dalam Pokja 4 PKK yang berfokus pada bidang kesehatan. Menurutnya, sinergi antara PKK dan Puskesmas menjadi kunci keberhasilan berbagai program kesehatan di tingkat desa.
“Program kesehatan yang saat ini menjadi perhatian utama antara lain capaian CKG, penanganan stunting, serta peningkatan kebersihan lingkungan. Semua ini membutuhkan kerja sama yang kuat antara PKK dan Puskesmas,” ujarnya.
Ia menambahkan, kader-kader PKK memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di desa. Kehadiran kader dinilai sangat membantu dalam menyosialisasikan sekaligus menjalankan berbagai program kesehatan kepada masyarakat secara langsung.
Saat ini, program CKG disebut telah berjalan di 13 desa di wilayah Pancalang. Ke depan, program tersebut akan diperluas dengan menyasar lingkungan pesantren dan sekolah-sekolah guna meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat sejak dini.
Namun demikian, perhatian utama Puskesmas Pancalang saat ini tertuju pada upaya menekan angka new stunting. Berdasarkan data yang ada, tercatat sekitar 23 kasus stunting baru di wilayah Pancalang yang mayoritas dipengaruhi oleh pola asuh keluarga yang belum optimal.
“Bantuan seperti PMT dan MBG sebenarnya sudah ada, tetapi belum sepenuhnya berdampak signifikan terhadap penurunan stunting. Kemungkinan makanan tambahan tersebut tidak seluruhnya sampai kepada anak yang menjadi sasaran,” jelasnya.
Karena itu, pihaknya menilai pendampingan keluarga menjadi langkah penting agar pemenuhan gizi anak benar-benar tepat sasaran. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan angka stunting baru di Kecamatan Pancalang dapat ditekan secara maksimal.
Kegiatan bina wilayah ini sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama antara PKK, Puskesmas, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa mendatang. (Wr)
- Penulis: admin






Saat ini belum ada komentar