Tahun Kurban Bersama Desa Cikaso: Dari 9 Ekor Menjadi 28 Sapi, Ribuan Warga Merasakan Kebersamaan
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.010092954, 0.5059896);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38;
Di tengah semangat Iduladha 1447 Hijriah, masyarakat Desa Cikaso kembali menunjukkan kekuatan gotong royong dan kepedulian sosial melalui tradisi “Kurban Bersama” yang kini memasuki tahun ke-15 pelaksanaannya.
Tahun ini menjadi catatan istimewa. Jumlah hewan kurban meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun lalu tercatat 22 hingga 23 ekor sapi, kini panitia berhasil menghimpun 28 ekor sapi, bahkan hampir mencapai 29 ekor.
Ketua Panitia Kurban, Abdul Kohar, mengungkapkan rasa syukur atas meningkatnya partisipasi masyarakat.
“Alhamdulillahi rabbil alamin, tahun ini ada peningkatan. Sekarang sudah mencapai 28 sapi, bahkan hampir 29,” ujarnya.
Beragam jenis sapi turut menghiasi pelaksanaan kurban tahun ini, mulai dari sapi limosin, pegon, hingga sapi Pasundan yang akrab disebut “sapi kacang” oleh warga setempat.
Tak sekadar meningkat dari sisi jumlah hewan, distribusi daging kurban pun dilakukan secara terorganisir dan merata. Panitia menyiapkan sekitar 2.200 bungkus daging kurban yang akan dibagikan kepada seluruh kepala keluarga.
Yang menarik, pembagian tidak hanya diperuntukkan bagi warga tetap Desa Cikaso, tetapi juga masyarakat pendatang dan warga yang tinggal mengontrak di wilayah tersebut.
“Semua kita kasih. Yang mengontrak, tukang dagang, yang domisili di sini, semuanya dapat,” jelas Abdul Kohar.
Untuk memastikan pembagian berjalan adil, panitia menggunakan sistem pendataan berbasis data desa dan verifikasi RT, bukan sistem kupon.
Langkah ini menjadi bentuk transparansi sekaligus upaya memastikan tidak ada warga yang terlewat menerima manfaat kurban.
Ketua DKM Desa Cikaso, H. Asep Hidayatuddin, menjelaskan bahwa program Kurban Bersama lahir dari keinginan menciptakan pemerataan distribusi daging kurban di masyarakat.
Sekitar 14 tahun lalu, kegiatan ini dimulai hanya dengan 9 ekor sapi hasil patungan para pengurus. Namun dari tahun ke tahun, jumlahnya terus bertambah: 12 ekor, 15 ekor, hingga kini mencapai 28 ekor sapi.
“Awalnya kami ingin tidak ada lagi masyarakat yang tidak kebagian daging kurban. Sekarang alhamdulillah semakin berkembang karena kepercayaan masyarakat,” tutur Asep Hidayatuddin.
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak lepas dari keterpaduan antara pengurus DKM, pemerintah desa, dan masyarakat yang terus menjaga semangat kebersamaan.
Tahun ini, sekitar 1.800 kepala keluarga telah tercatat sebagai penerima manfaat berdasarkan pendataan RT di seluruh wilayah desa.
Pelaksanaan Kurban Bersama di Desa Cikaso bukan hanya menjadi ritual tahunan keagamaan, tetapi juga simbol kuat solidaritas sosial masyarakat.
Di saat banyak wilayah masih menghadapi ketimpangan distribusi kurban, warga Cikaso justru menunjukkan bahwa semangat gotong royong mampu menghadirkan pemerataan dan kebahagiaan bersama.
Dengan perjalanan 15 tahun yang terus berkembang, Kurban Bersama Desa Cikaso kini bukan sekadar tradisi, melainkan inspirasi tentang bagaimana kebersamaan dapat menjadi solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
- Penulis: admin






Saat ini belum ada komentar