Breaking News
light_mode
Beranda » KESEHATAN » Sampah Menumpuk Sebulan, Warga Desa Timbang Cigandanekar Pertanyakan Pengelolaan Iuran: “Kalau Sampah Tak Diangkut, Uangnya ke Mana?”

Sampah Menumpuk Sebulan, Warga Desa Timbang Cigandanekar Pertanyakan Pengelolaan Iuran: “Kalau Sampah Tak Diangkut, Uangnya ke Mana?”

sangajinews.co. Kuningan – Tumpukan sampah yang menggunung selama hampir satu bulan memicu keresahan warga Desa Timbang Cigandamekar. Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan efektivitas pengelolaan iuran kebersihan yang selama ini rutin dibayarkan setiap bulan.

Seorang warga yang tidak mau disebut namanya mengungkapkan, penumpukan sampah terjadi di lokasi penampungan. Menurutnya, persoalan ini bukan semata-mata akibat ulah masyarakat, melainkan diduga berkaitan dengan buruknya pengelolaan sistem pengangkutan sampah.

“Iuran tetap ada. Setiap rumah membayar sekitar Rp12.000 per bulan. Kalau ada sekitar seribu rumah, seharusnya terkumpul sekitar Rp12 juta setiap bulan,” ujar warga.

Namun, menurut pengakuannya, dana yang terkumpul diduga tidak dikelola secara maksimal. Bahkan, ia menyebut masih ada persoalan lama terkait hak sopir pengangkut sampah yang belum terselesaikan.

“Katanya dulu masih ada komisi sopir sekitar Rp8 juta yang belum jelas penyelesaiannya. Akhirnya hanya jadi bahan candaan, tidak ada tindakan tegas,” katanya.

Akibat tersendatnya pengangkutan, sampah kini disebut telah menumpuk selama hampir satu bulan. Warga pun mengaku terpaksa kembali membuang sampah ke kebun, saluran irigasi juga kali seperti yang pernah terjadi pada masa lalu.

“Sudah hampir sebulan menumpuk. Dua minggu lalu memang sempat diangkut menggunakan mobil sewaan, sampai dua kali dalam dua hari. Tapi setelah itu kembali menumpuk,” ungkapnya.

Yang menjadi sorotan, kata warga, adalah rencana penarikan iuran kebersihan yang biasanya dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulan.

“Kalau iuran tetap ditarik sementara sampah tidak diangkut, masyarakat pasti mempertanyakan ke mana uangnya. Karena itu, bulan ini iuran kabarnya belum ditarik,” tuturnya.

Warga berharap pemerintah desa dan pihak pengelola segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi tersebut, sekaligus memastikan layanan pengangkutan sampah kembali berjalan normal agar persoalan tidak semakin meluas.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut pelayanan publik, transparansi pengelolaan iuran kebersihan, serta dampaknya terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan. Warga meminta persoalan ini segera diselesaikan agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan layanan kebersihan tetap terjaga.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bunda EL Bagikan 7 Prinsip Parenting di Perpisahan Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 38 Kuningan

    Bunda EL Bagikan 7 Prinsip Parenting di Perpisahan Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 38 Kuningan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • 0Komentar

    sangajinews.KUNINGAN — Momen perpisahan siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 38 Kuningan tak hanya menghadirkan suasana haru dan bahagia, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran penting bagi para orang tua. Dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh makna, Ketua LKKS Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos. yang akrab disapa Bunda EL, membagikan tujuh prinsip dasar parenting sebagai bekal mendampingi tumbuh kembang anak, Sabtu (20/6/2026). Di hadapan […]

  • Festival The Soul of Linggarjati Resmi Ditutup, Wabup Tuti: Sejarah Hidup Kembali di Tengah Generasi Muda

    Festival The Soul of Linggarjati Resmi Ditutup, Wabup Tuti: Sejarah Hidup Kembali di Tengah Generasi Muda

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • 0Komentar

    KUNINGAN. sangajinews.com — Semangat pelestarian sejarah dan kebudayaan kembali bergema dari Gedung Perundingan Linggarjati. Festival The Soul of Linggarjati resmi ditutup pada Kamis (20/8/2026), dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Barat di Gedung Naskah Linggarjati, Kabupaten Kuningan. Festival tahunan ini mendapat dukungan penuh melalui pendanaan nonfisik dari Kementerian Kebudayaan. […]

  • “Jejak Tapak Yang Dilupakan”Episode 4:Anak Juhri, Lawan yang Tak Terduga

    “Jejak Tapak Yang Dilupakan”Episode 4:Anak Juhri, Lawan yang Tak Terduga

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • 0Komentar

    Pasar rakyat Tara Tumpah mulai terasa mencekam. Para pedagang mulai berbisik takut. Uang lapak naik dua kali lipat. Dan malam-malam, suara motor asing sering meraung di jalan kecil belakang musala. DISCLAIMER:Maaf jika dalam cerita ini terdapat kesamaan nama, tokoh, tempat, atau kejadian dengan dunia nyata. Semua itu tidak disengaja. Cerita ini murni fiksi semata untuk […]

  • Kuningan Unggul: Masuk 14 Besar Nasional, Daya Saing Daerah Melesat

    Kuningan Unggul: Masuk 14 Besar Nasional, Daya Saing Daerah Melesat

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • 0Komentar

    “Peringkat ke-14 nasional dalam IDSD adalah bukti nyata komitmen kami. Capaian ini tidak hanya sebuah angka, tapi cermin dedikasi bersama untuk terus mendorong kemajuan yang berkelanjutan di Kabupaten Kuningan.” KUNINGAN, SangajiNews.com — Kabupaten Kuningan kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2024 yang dirilis oleh Badan Riset dan Inovasi […]

  • Kartini Zaman Kini dari Kuningan: Perempuan Hebat Siap Melesatkan Daerah

    Kartini Zaman Kini dari Kuningan: Perempuan Hebat Siap Melesatkan Daerah

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • 0Komentar

    “Dengan Semangat Hari Kartini Kita Tingkatkan Peran Perempuan Berdaya dan Hebat Menuju Kuningan Melesat.” SangajiNews.com – Peringatan Hari Kartini tahun 2025 di Kabupaten Kuningan berlangsung penuh khidmat dan kehangatan. Bertempat di teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Jum’at (25/04/2025), acara ini menyatukan semangat para perempuan hebat dari berbagai penjuru Kuningan, dengan tema penuh daya dorong: “Dengan Semangat […]

  • “Air Mata dan Air Bersih: Bupati Dian Tembus Kebuntuan 3 Tahun, Kuningan Raup Tambahan Rp2,1 Miliar dari Kompensasi Kota Cirebon”

    “Air Mata dan Air Bersih: Bupati Dian Tembus Kebuntuan 3 Tahun, Kuningan Raup Tambahan Rp2,1 Miliar dari Kompensasi Kota Cirebon”

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • 0Komentar

    “Tiga tahun tertunda tanpa hasil. Tapi dengan kegigihan dan niat kuat untuk membawa Kuningan lebih baik, alhamdulillah hari ini tercapai,” tutur Bupati Dian dengan mata berkaca-kaca usai pertemuan, dalam kutipan yang sarat emosi. BANDUNG – Setelah mandek selama tiga tahun tanpa titik terang, akhirnya Pemerintah Kabupaten Kuningan berhasil mendapatkan angin segar dalam perjuangan panjang soal […]

expand_less