Sampah Menumpuk Sebulan, Warga Desa Timbang Cigandanekar Pertanyakan Pengelolaan Iuran: “Kalau Sampah Tak Diangkut, Uangnya ke Mana?”
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

sangajinews.co. Kuningan – Tumpukan sampah yang menggunung selama hampir satu bulan memicu keresahan warga Desa Timbang Cigandamekar. Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan efektivitas pengelolaan iuran kebersihan yang selama ini rutin dibayarkan setiap bulan.
Seorang warga yang tidak mau disebut namanya mengungkapkan, penumpukan sampah terjadi di lokasi penampungan. Menurutnya, persoalan ini bukan semata-mata akibat ulah masyarakat, melainkan diduga berkaitan dengan buruknya pengelolaan sistem pengangkutan sampah.
“Iuran tetap ada. Setiap rumah membayar sekitar Rp12.000 per bulan. Kalau ada sekitar seribu rumah, seharusnya terkumpul sekitar Rp12 juta setiap bulan,” ujar warga.
Namun, menurut pengakuannya, dana yang terkumpul diduga tidak dikelola secara maksimal. Bahkan, ia menyebut masih ada persoalan lama terkait hak sopir pengangkut sampah yang belum terselesaikan.
“Katanya dulu masih ada komisi sopir sekitar Rp8 juta yang belum jelas penyelesaiannya. Akhirnya hanya jadi bahan candaan, tidak ada tindakan tegas,” katanya.
Akibat tersendatnya pengangkutan, sampah kini disebut telah menumpuk selama hampir satu bulan. Warga pun mengaku terpaksa kembali membuang sampah ke kebun, saluran irigasi juga kali seperti yang pernah terjadi pada masa lalu.
“Sudah hampir sebulan menumpuk. Dua minggu lalu memang sempat diangkut menggunakan mobil sewaan, sampai dua kali dalam dua hari. Tapi setelah itu kembali menumpuk,” ungkapnya.
Yang menjadi sorotan, kata warga, adalah rencana penarikan iuran kebersihan yang biasanya dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulan.
“Kalau iuran tetap ditarik sementara sampah tidak diangkut, masyarakat pasti mempertanyakan ke mana uangnya. Karena itu, bulan ini iuran kabarnya belum ditarik,” tuturnya.
Warga berharap pemerintah desa dan pihak pengelola segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi tersebut, sekaligus memastikan layanan pengangkutan sampah kembali berjalan normal agar persoalan tidak semakin meluas.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut pelayanan publik, transparansi pengelolaan iuran kebersihan, serta dampaknya terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan. Warga meminta persoalan ini segera diselesaikan agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan layanan kebersihan tetap terjaga.
- Penulis: admin
Saat ini belum ada komentar