Kebakaran TNGC Meluas hingga 40 Hektare, Angin Kencang Bikin Api Lompat Sekat
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN.sangajinews.com — Kebakaran hutan kembali melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai,Kuningan, Jawa barat, Kobaran api yang pertama kali terpantau sejak Senin hingga Rabu, sekitar pukul 10.00 WIB, masih dalam penanganan tim gabungan.
Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 40 hektare. Kondisi angin kencang yang melanda kawasan Gunung Ciremai dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu kendala utama proses pemadaman.
Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengatakan kebakaran pertama kali muncul di kawasan Cilitik, Cisamaya. Api kemudian merembet hingga ke kawasan Jalan Maling, yang merupakan jalur bekas legalogging.
“Kebakaran bermula sejak hari Senin dari wilayah Cilitik (Cisamaya) dan terus merembet hingga menjangkau lokasi yang ditinjau pada Rabu pukul 10.00 WIB,” ujar Dian.
Berbagai unsur dikerahkan untuk menangani kebakaran. Tim gabungan terdiri dari BPBD, Balai Taman Nasional, jajaran lingkungan hidup, Polres dan Polsek setempat, TNI, Manggala Agni/MPA, pemadam kebakaran, Kodim, Yonif, serta unsur terkait lainnya.
Warga sekitar juga ikut membantu proses penanganan. Mereka bekerja siang dan malam untuk mencegah kobaran api meluas ke area lainnya.
Sebelumnya, petugas telah membuat sekat bakar dan melakukan pembatasan di sejumlah titik untuk menghentikan pergerakan api. Namun, kondisi angin yang cukup kencang membuat upaya tersebut menghadapi tantangan serius.
“Walaupun sudah dibuat sekat bakar dan dilakukan pembatasan, angin yang cukup kencang menyebabkan api melompat dan menyeberangi area sekat,” jelas Bupati.
Hingga Rabu,(9/9/2026) titik api utama mulai berhasil dikendalikan. Namun, proses pemadaman belum sepenuhnya selesai.
Asap masih terlihat dari sejumlah titik. Tim gabungan pun terus melakukan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali membesar.
Penyisiran dilakukan terutama pada kawasan yang sebelumnya terbakar, termasuk sekitar jalur Jalan Maling.
Petugas juga menemukan sejumlah tunggul pohon yang masih menyimpan bara dan berpotensi menjadi sumber munculnya api kembali.
Kepala BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu (IBE), menjelaskan bahwa berdasarkan pemetaan lapangan, terdapat area yang berada di luar kawasan.
Ia menunjukkan posisi kawasan yang terdampak serta titik awal munculnya api.
“Posisi hak kita di sini. Kawasan ini, nah, blok ini di luar kawasan. Yang terjadi kebakaran itu daerah sini,” ujar Indra saat menjelaskan kondisi di lapangan.
Menurut Indra, api diduga pertama kali muncul dari arah permukiman yang berada di sekitar lokasi, kemudian merambat menuju area yang terbakar.
“Awalnya mulainya dari sini, dari arah permukiman, dekat permukiman ke sini, tapi di kawasan,” jelasnya.
Meski api utama telah ditangani, potensi munculnya kembali kobaran api masih menjadi perhatian. Sejumlah tunggul pohon dilaporkan masih menyala dan menyimpan bara.
“Tunggul-tunggul memang masih ada yang nyala,” kata Indra.
BPBD bersama tim gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi. Pendinginan dan penyisiran dilakukan untuk memastikan bara yang masih tersimpan di dalam tunggul maupun sisa vegetasi benar-benar padam.
Bupati Kuningan mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendoakan agar proses pemadaman dapat segera dituntaskan.
“Kami memohon doa dari seluruh warga masyarakat agar kebakaran ini dapat segera dipadamkan sepenuhnya dan kondisi kawasan kembali aman,” ujarnya.
Dengan kondisi angin yang masih menjadi tantangan, petugas bersama masyarakat terus bersiaga di lokasi untuk mencegah api kembali menyala dan meluas ke kawasan lainnya.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar