Evaluasi Dapur di KuninganKuningan, Standar Diperketat, Layanan Diperluas Hingga Pelosok
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 42;
sangajinews.com. KUNINGAN – Satuan Tugas (Satgas) PBG Kabupaten Kuningan mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh dapur memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) terbaru, khususnya terkait kelayakan fasilitas dan perizinan.
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, SH., M.Kn., menegaskan bahwa pengetatan standar ini penting untuk menjaga kualitas layanan, terutama dalam penyediaan makanan yang aman dan layak konsumsi. Hal tersebut disampaikan pada Selasa (28/4/2026).
Salah satu aturan baru yang cukup menonjol adalah kewajiban luas dapur minimal 800 meter persegi. Tak hanya itu, fasilitas pendukung juga harus ditingkatkan, mulai dari ketersediaan ruang penyimpanan yang memadai seperti lemari pendingin, hingga penggunaan AC di area penyajian guna menjaga kualitas makanan tetap optimal.
Bagi dapur yang sudah beroperasi namun belum memenuhi standar tersebut, pemerintah tidak serta-merta menutup, melainkan akan melakukan evaluasi lanjutan. Penilaian mencakup sejumlah aspek penting, seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Sertifikat Laik Sehat (SLS), serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Jumlah Dapur Bertambah, Layanan Makin Luas
Saat ini, jumlah dapur di Kabupaten Kuningan tercatat mencapai 170 unit, meningkat signifikan dari sebelumnya yang hanya 127 unit. Penambahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas jangkauan layanan hingga ke seluruh wilayah.
“Jumlah 170 ini dirasa sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan saat ini,” ujar perwakilan Satgas.
Fokus Pengembangan di Cilebak dan Patala
Meski cakupan layanan terus meluas, Satgas masih memprioritaskan penguatan distribusi di beberapa wilayah, khususnya Kecamatan Cilebak. Tiga desa di wilayah ini menjadi target utama pengembangan, selain wilayah Patala yang juga menjadi fokus perhatian.
Sebagai langkah konkret, dapur di Cilebak telah diminta mulai menyalurkan logistik ke tiga desa tersebut. Distribusi makanan, khususnya untuk anak-anak, dijadwalkan mulai berjalan rutin pada tanggal 4 mendatang.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas operasional dapur, tetapi juga memastikan pemerataan layanan pangan bagi masyarakat hingga ke daerah terpencil. (Wr)
- Penulis: admin






Saat ini belum ada komentar