Evaluasi MBG Kabupaten Diperketat, Pemda Minta SPPG Tingkatkan Standar dan Kualitas Layanan
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

sangajinews.com. Kuningan — Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kuningan. Kamis(11/6/2026)
Dalam kegiatan evaluasi yang turut dihadiri wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, SH,.M.Kn, Staf Ahli, kepala Dinas, camat se- Kabupaten Kuningan, Kepala SPPG, Yulian, yang membawahi sejumlah kabupaten, pemerintah daerah menyoroti masih adanya sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi agar pelaksanaan program strategis nasional tersebut berjalan optimal dan sesuai ketentuan.
Menurut ketua Satgas MBG, Sekertaris Daerah kabupaten Kuningan, U Kusmana,.M.Si, evaluasi dilakukan secara komprehensif karena masih ditemukan beberapa SPPG yang belum memenuhi persyaratan administrasi maupun teknis. Beberapa catatan penting yang menjadi perhatian antara lain pemenuhan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga standar kesehatan lingkungan yang sebagian besar telah mendekati tingkat kepatuhan penuh.
Selain itu, kualitas menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat juga menjadi fokus evaluasi. Pemerintah menilai sejumlah menu yang diberikan masih belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat maupun standar yang ditetapkan dalam program MBG.
“Penyelenggaraan MBG di kabupaten harus lebih baik lagi. Seluruh aspek perlu dievaluasi agar kualitas layanan dan manfaat yang diterima masyarakat benar-benar sesuai tujuan program,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga memberikan arahan tegas kepada seluruh camat yang bertugas sebagai koordinator kecamatan sekaligus bagian dari satuan tugas pengawasan MBG.
Para camat diminta meningkatkan pengawasan, menjaga integritas, serta memastikan tidak ada tindakan yang dapat menghambat operasional SPPG di lapangan. Pemerintah menekankan pentingnya koordinasi yang solid mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan agar seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai regulasi.
“Koordinasi dan pengawasan harus berjalan maksimal. Jangan sampai ada kebijakan atau tindakan yang justru memberatkan SPPG dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat,” ujarnya.
Penutupan SPPG pasca berbagai dinamika yang terjadi di tingkat pusat, ketua satgas kabupaten Kuningan, U Kusmana, memastikan bahwa hingga saat ini belum ada SPPG di Kabupaten Kuningan yang ditutup.
“Sampai saat ini belum ada. Untuk kebijakan lebih lanjut tentu menjadi kewenangan pemerintah pusat,” katanya.
Ia juga menjelaskan, bahwa Kejaksaan turut berperan dalam melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan program MBG. Pendampingan tersebut merupakan kebijakan nasional yang berlaku bagi seluruh satuan tugas MBG di kabupaten dan kota di Indonesia.
Keberadaan Kejaksaan diharapkan dapat memperkuat tata kelola program sekaligus memastikan seluruh pelaksanaan berjalan sesuai aturan. Satgas daerah juga memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi terhadap SPPG yang dinilai tidak memenuhi ketentuan atau melanggar aturan yang berlaku.
“Satgas memiliki tugas yang cukup berat. Mereka harus memastikan seluruh SPPG memenuhi standar yang telah ditetapkan. Jika ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian, dapat direkomendasikan untuk dilakukan tindakan sesuai mekanisme yang berlaku,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa evaluasi yang dilakukan bukan semata-mata untuk pengawasan administratif, melainkan untuk memastikan tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis benar-benar tercapai.
Program MBG diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak-anak, menekan angka stunting, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Program MBG adalah program strategis nasional yang harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kualitas gizi harus terjaga, pelayanan harus semakin baik, dan pada akhirnya mampu mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, serta bebas stunting,” pungkasnya. (Wr)
- Penulis: admin
Saat ini belum ada komentar