Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani,Tutup OAB IMK Cirebon Angkatan ke-32: Mahasiswa Harus Jadi Motor Perubahan dan Penggerak Kuningan Melesat
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

sangajinews.com. – Semangat kebersamaan, kecintaan terhadap daerah, dan komitmen membangun masa depan Kabupaten Kuningan mewarnai penutupan kegiatan Orientasi Anggota Baru (OAB) Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) Wilayah Cirebon Angkatan ke-32 yang secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Ndriani, SH,. M.Kn. Minggu (14/6/2026) aula kopi lendot Jalaksana Kuningan.
Dalam sambutannya di hadapan pengurus, panitia, dan ratusan peserta OAB, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar IMK Wilayah Cirebon yang selama lebih dari tiga dekade konsisten menjadi wadah pemersatu mahasiswa asal Kuningan yang menempuh pendidikan di wilayah Cirebon.
“Angkatan ke-32 adalah bukti bahwa IMK bukan organisasi yang lahir secara instan. Tiga puluh dua tahun perjalanan ini menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam menjaga persatuan, membangun karakter, dan melahirkan generasi muda yang siap berkontribusi bagi daerah,” ujar Ika Siti Rahmatika.
Menurutnya, Orientasi Anggota Baru bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan proses penting dalam pembentukan karakter, penguatan identitas daerah, serta penanaman nilai kebersamaan bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.
Ia juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap kuatnya nuansa budaya Sunda yang ditampilkan selama kegiatan berlangsung. Bahkan, dirinya mengaku terkesan dengan hymne organisasi yang sarat nilai kearifan lokal.
“Saya sangat mencintai lagu-lagu daerah, khususnya lagu Sunda. Tadi saya merasakan suasana yang berbeda. Hymne yang dibawakan begitu menyentuh dan menunjukkan bahwa mahasiswa Kuningan tetap mencintai adat istiadat serta budaya leluhurnya. Bagaimanapun juga, kalian harus tetap kembali dan mengabdi kepada lemah cai, tanah kelahiran kita,” tuturnya.
Dalam pesannya kepada para mahasiswa, Wakil Bupati menegaskan bahwa tugas utama mahasiswa adalah menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh. Namun, kecerdasan akademik saja tidak cukup. Mahasiswa juga harus aktif berorganisasi untuk mengasah kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kepedulian sosial.
“IMK adalah ruang belajar yang sangat berharga. Di sinilah kalian ditempa menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, dan memiliki kemampuan memimpin. Pengalaman organisasi akan menjadi modal penting yang tidak selalu diperoleh di bangku kuliah,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh mahasiswa Kuningan untuk menjadi duta daerah yang mampu menjaga nama baik Kabupaten Kuningan di mana pun berada.
“Tunjukkan bahwa mahasiswa asal Kuningan adalah mahasiswa yang santun, berprestasi, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Jadilah kebanggaan masyarakat Kuningan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan berbagai tantangan yang tengah dihadapi Kabupaten Kuningan, mulai dari angka kemiskinan, pengangguran, hingga persoalan rumah tidak layak huni yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Namun demikian, ia optimistis masa depan Kuningan akan semakin cerah. Pemerintah Kabupaten Kuningan saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk membuka lapangan pekerjaan baru, termasuk mendorong masuknya investasi industri yang diproyeksikan mampu menyerap hingga 20 ribu tenaga kerja.
“Ketika RTRW sudah selesai, insyaallah akan hadir berbagai investasi yang membuka peluang besar bagi masyarakat. Salah satunya industri sepatu yang akan berdiri di Sindangagung. Nantinya lulusan ekonomi, hukum, akuntansi, dan berbagai disiplin ilmu lainnya memiliki peluang untuk berkarier di Kabupaten Kuningan tanpa harus keluar daerah,” jelasnya.
Selain sektor industri, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga terus berupaya memperkuat sektor pertanian dengan memastikan kemudahan akses pupuk bagi para petani serta mendorong pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar mampu bersinergi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa sangat dibutuhkan untuk mengawal dan memberikan gagasan-gagasan inovatif dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
“Kami berharap mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi. Kehadiran KDMP dan dapur MBG harus mampu menciptakan ekosistem ekonomi desa yang kuat sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi generasi masa depan,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati berharap IMK Wilayah Cirebon terus menjadi rumah besar bagi mahasiswa Kuningan, tempat lahirnya kolaborasi, inovasi, dan semangat pengabdian bagi daerah.
“Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Masa depan Kuningan ada di tangan kalian. Teruslah belajar, bangun jejaring, tingkatkan kapasitas diri, dan jangan pernah berhenti berkontribusi untuk daerah,” pesannya.
Dengan mengucapkan hamdalah, Wakil Bupati Kuningan secara resmi menutup kegiatan Orientasi Anggota Baru Ikatan Mahasiswa Kuningan Wilayah Cirebon Angkatan ke-32 Tahun 2026.
Acara ditutup dengan penuh semangat dan optimisme, menandai dimulainya perjalanan baru para anggota muda IMK sebagai generasi penerus yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan Kabupaten Kuningan di masa mendatang. (Wr).
- Penulis: admin
Saat ini belum ada komentar