Rakor MBG Kuningan: Perkuat Sinergi, Libatkan Petani Lokal, dan Tekan Angka Stunting
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

sangajinews.com. KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi yang digelar bersama unsur Kejaksaan, Korwil KPPG Cirebon, serta Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU), Kamis(11/6/2026)
Dalam rapat tersebut, berbagai aspek pelaksanaan MBG dibahas secara komprehensif, mulai dari kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), pengelolaan anggaran yang akuntabel, hingga upaya memperkuat keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai pasok program.
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, SH,.M.Kn, menegaskan bahwa program MBG harus berjalan sesuai ketentuan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat penerima.
“Program ini harus dilaksanakan sesuai SOP sehingga manfaatnya dapat diterima secara optimal oleh masyarakat. Pengelolaan anggaran juga harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Perwakilan Kejaksaan yang hadir dalam rakor turut memberikan pemaparan mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan, termasuk mekanisme penggunaan anggaran negara yang harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, keberadaan PDAU diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui kemitraan dengan seluruh dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Kuningan. Dengan pola tersebut, kebutuhan bahan pangan dapat dipenuhi dari hasil produksi petani dan pelaku usaha lokal.
“Harapannya, yang bergerak adalah ekonomi masyarakat Kuningan. Dari masyarakat Kuningan, untuk masyarakat Kuningan. Petani lokal mendapatkan manfaat, pelaku usaha tumbuh, dan masyarakat menerima layanan terbaik,” ungkapnya.
Terkait realisasi kerja sama PDAU dengan jaringan dapur MBG, pemerintah daerah mendorong agar langkah-langkah implementasi dapat segera dilakukan sehingga dampak ekonomi dan sosialnya bisa segera dirasakan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, perhatian juga diberikan pada aspek kualitas dan variasi menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat. Saat ini variasi menu masih terbatas sehingga pola penyajiannya cenderung berulang dari minggu ke minggu.
Menanggapi hal tersebut, pihak pengelola menyatakan akan melakukan evaluasi dan pengembangan menu secara bertahap. Koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan juga akan dilakukan guna meningkatkan kapasitas penyusunan menu yang lebih beragam, sehat, dan menarik.
“Kami akan mendorong penambahan variasi menu melalui pelatihan dan pendampingan. Ke depan, pilihan menu akan semakin banyak sehingga kebutuhan gizi penerima manfaat dapat terpenuhi secara lebih optimal,” ujar salah satu perwakilan pengelola.
Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan masyarakat penerima manfaat, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam menurunkan angka stunting di daerah.
“Kalau sudah ada MBG, angka stunting jangan sampai naik. Justru harus turun. Itu yang menjadi tujuan utama kita bersama,” tegas Wakil Bupati.
Melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan kualitas layanan, Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kuningan diharapkan menjadi contoh keberhasilan program yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang lebih sehat dan berkualitas.((Wr)
- Penulis: admin
Saat ini belum ada komentar