Breaking News
light_mode
Beranda » DAERAH » Bupati Kuningan Saba Lembur di Mandirancan, Dorong Pejabat Aktif Turun ke Lapangan

Bupati Kuningan Saba Lembur di Mandirancan, Dorong Pejabat Aktif Turun ke Lapangan

KUNINGAN. sangajines.com – Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menghadiri rangkaian perayaan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan yang digelar di Desa Mandirancan, Kamis pagi sampai malam (9/10/2026).

Mengusung semangat “Bupati Saba Lembur”, kegiatan tersebut berlangsung meriah. Ribuan masyarakat memadati lokasi acara dan berbaur bersama jajaran pemerintah daerah, kepala perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran pemerintahan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian menyampaikan kebahagiaannya dapat bersilaturahmi secara langsung dengan masyarakat Mandirancan. Ia mengapresiasi antusiasme dan kekompakan warga dalam memeriahkan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan.

“Alhamdulillah, dinten ieu abdi ngaraos bingah, tiasa silaturahmi sareng warga masyarakat Mandirancan,” ujar Bupati.

Menurut Dian, kegiatan Saba Lembur tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Kegiatan tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengar aspirasi secara langsung, sekaligus mengetahui persoalan yang dihadapi warga.

Ia pun mendorong perubahan pola kerja aparatur pemerintahan agar lebih proaktif dan mengedepankan pelayanan jemput bola.

“Jangan sampai pejabat hanya duduk di kantor. Kita harus turun langsung ke masyarakat, mendengar aspirasinya dan memastikan program pemerintah sampai serta dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegasnya.

Konsep pelayanan langsung turut mewarnai kegiatan Saba Lembur di Mandirancan. Pemerintah Kabupaten Kuningan menghadirkan sejumlah layanan publik secara langsung sehingga masyarakat tidak harus selalu datang ke kantor pemerintahan.

Layanan tersebut antara lain administrasi kependudukan, seperti pembuatan KTP dan Kartu Keluarga, serta sejumlah layanan perizinan.

Kehadiran pelayanan jemput bola ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kuningan mewujudkan pelayanan publik yang lebih dekat, cepat, mudah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain pelayanan publik, kegiatan juga diramaikan dengan hiburan rakyat serta pameran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam dialog dengan masyarakat, Bupati Dian juga menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap warga yang masih tinggal di rumah yang tidak layak huni.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan menyiapkan sekitar 1.500 program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada tahun ini yang dialokasikan bagi masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan.

“Program pemerintah menyiapkan 1.500-an Rutilahu untuk tahun ini, dibagikan kepada seluruh warga Kuningan yang membutuhkan,” ungkapnya.

Menurut Bupati, bantuan Rutilahu tersebut diwujudkan dalam bentuk material dengan nilai rata-rata sekitar Rp20 juta untuk setiap penerima.

Program itu, kata dia, diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, terutama keluarga yang masih menempati rumah dengan kondisi tidak layak.

“Rutilahu teh karasa langsung, langsung ka masyarakat. Dipasihan material rata-rata senilai Rp20 juta,” ujarnya.

Dian juga membuka kemungkinan penambahan jumlah penerima pada tahun berikutnya apabila masih terdapat masyarakat yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah.

“Upami taun ayeuna kénging 1.500, insya Allah taun payun upami masih kirang ditambih deui ka warga anu tidak layak huni,” katanya.

Bagi masyarakat yang membutuhkan, Bupati menjelaskan bahwa pengajuan dapat dilakukan melalui pemerintah desa dengan melengkapi persyaratan berupa KTP dan foto kondisi rumah yang tidak layak huni.

“Daptarkeun ka kepala desa, disarengan KTP sareng poto anu henteu layak. Insya Allah ti pamarentah badé dilereskeun,” tuturnya.

Komitmen tersebut juga terlihat ketika Bupati berdialog langsung dengan warga mengenai kondisi kehidupan dan tempat tinggal mereka.

Dalam salah satu dialog, Bupati menanyakan kondisi seorang warga asal Bojong Sempong yang tinggal bersama keluarga dan menghadapi keterbatasan ekonomi. Percakapan tersebut kemudian mengarah pada pengecekan mengenai kemungkinan warga tersebut mendapatkan bantuan Rutilahu.

Setelah mengetahui bahwa data warga telah terdaftar, Bupati meminta agar prosesnya segera ditindaklanjuti.

“Insya Allah, sarnggalna minggu payun material tos turun,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong memperbaiki rumah penerima bantuan tersebut sehingga program pemerintah dapat segera memberikan hasil nyata.

“Titip gotong royong sareng masyarakat kanggo dilereskeun,” katanya.

Bupati menegaskan, pemerintah tidak ingin program bantuan hanya berhenti pada penyaluran. Setiap bantuan diharapkan benar-benar memberikan perubahan terhadap kehidupan masyarakat.

Selain persoalan tempat tinggal, Pemkab Kuningan juga menunjukkan perhatian terhadap bidang pendidikan keagamaan dan perlindungan sosial.

Melalui program bantuan dana stimulan, pemerintah menyalurkan bantuan senilai Rp21.200.000 kepada para guru ngaji, guru madrasah diniyah, pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), serta satuan pendidikan keagamaan lainnya.

Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para pendidik keagamaan yang memiliki peran penting dalam membimbing generasi muda.

Bupati juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu dan masyarakat yang mengalami keterbatasan ekonomi, termasuk mereka yang kesulitan melanjutkan pendidikan.

Menurutnya, pemerintah akan memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan dan program yang tersedia.

Peran guru ngaji dan guru madrasah diniyah dinilai bukan hanya berkaitan dengan pendidikan intelektual, tetapi juga pembentukan akhlakul karimah, penanaman nilai keagamaan, serta kepedulian sosial sejak usia dini.

Rangkaian Saba Lembur di Mandirancan akhirnya menjadi gambaran bagaimana perayaan Hari Jadi Kabupaten Kuningan diarahkan tidak sekadar menjadi momentum perayaan, tetapi juga ruang bagi pemerintah untuk turun langsung, mendengar persoalan warga, menghadirkan pelayanan, serta memastikan program pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat.

Melalui semangat tersebut, pemerintah daerah mendorong agar hubungan antara pemerintah dan masyarakat tidak berjarak, melainkan dibangun melalui kehadiran

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less