Breaking News
light_mode
Beranda » HIBURAN » “Jejak Tapak Yang Dilupakan”Episode 5:Mandor Kawi Turun

“Jejak Tapak Yang Dilupakan”Episode 5:Mandor Kawi Turun

Dan duel pun dimulai.Mandor Kawi menyerang lebih dulu. Tinju besar melayang ke arah Saka, tapi bocah gondrong itu gesit menghindar. Dia melompat ke samping, lalu menyapu kaki Kawi dengan tendangan rendah.

Dul Latif ikut melumpuhkan arah serangan dari samping. Tapi Kawi masih kuat. Ia membanting Latif ke tanah, lalu mendorong Saka ke pagar bambu.

DISCLAIMER:
Maaf jika dalam cerita ini terdapat kesamaan nama, tokoh, tempat, atau kejadian dengan dunia nyata. Semua itu tidak disengaja. Cerita ini murni fiksi semata untuk keperluan hiburan.

Kabar kekalahan sepuluh anak buah Mandor Kawi tersebar seperti api menyambar jerami. Pasar kembali tenang, tapi bukan berarti bahaya sudah usai. Justru kini, yang datang bukan utusan—melainkan si pemilik dendam itu sendiri: Mandor Kawi.

Di tengah pasar, saat matahari hampir tenggelam dan langit memerah, terdengar derap langkah berat dan suara tongkat besi menghantam tanah.

TONG! TONG! TONG!

Orang-orang menepi. Pedagang menutup kios lebih awal. Anak-anak ditarik masuk ke rumah. Dari ujung jalan, Mandor Kawi datang sendiri. Badannya besar, jaket kulit coklat tua menempel di tubuh kekar, dan sorot matanya tajam seperti pisau.

“Bang Saka!” teriaknya keras, menggema. “Keluar kau kalau memang jantan!”

Dul Latif yang sedang mengikat domba di kandang langsung lari ke rumah Saka. “Ka, dia datang. Sendirian. Tapi sorot matanya bukan main.”

Saka hanya menaruh peci hitamnya, lalu menggulung lengan bajunya.

“Aku tunggu dia di tanah tempat Ayahku pernah berdiri.”

Lapangan pasir belakang pasar, tempat anak-anak biasa bermain bola, kini jadi arena. Saka berdiri di tengah, diapit Dul Latif dan Ipul. Orang-orang menonton dari kejauhan, tak berani mendekat. Semua diam, menanti tabrakan dua generasi: yang lama melawan yang muda.

Mandor Kawi melangkah maju. “Kau anak Juhri, ya? Pantas berani. Tapi ingat, anak tetap anak. Aku sudah makan asam garam lebih dulu.”

Saka tak menjawab. Ia hanya menatap lurus dan menggenggam batu kecil di tangannya—bukan untuk melempar, tapi sebagai simbol tanah Tara Tumpah yang harus dipertahankan.

“Kalau kau kalah,” lanjut Kawi, “Kau dan teman-temanmu pergi dari pasar. Serahkan semua. Dan aku anggap ini urusan selesai.”

Saka menjawab tenang, “Kalau kau yang kalah, jangan pernah tunjukkan wajahmu lagi di tanah ini.”

Dan duel pun dimulai.

Mandor Kawi menyerang lebih dulu. Tinju besar melayang ke arah Saka, tapi bocah gondrong itu gesit menghindar. Dia melompat ke samping, lalu menyapu kaki Kawi dengan tendangan rendah.

Dul Latif ikut melumpuhkan arah serangan dari samping. Tapi Kawi masih kuat. Ia membanting Latif ke tanah, lalu mendorong Saka ke pagar bambu.

Namun…

Saka berdiri lagi. Darah menetes di bibirnya. Ia mengatupkan rahangnya, lalu maju dengan amarah membara.
“Ayahku dikhianati orang sepertimu… dan aku tak akan diam!”

BUGG!
Bogem mentah pertama menghantam rahang Kawi.

DUGG!
Pukulan kedua menghantam ulu hati.

Kawi terhuyung. Tapi yang membuat semuanya terdiam adalah pukulan ketiga—dari arah kanan, telak menghantam mata kiri Kawi dengan keras.

BRAKK!!

Mandor Kawi jatuh tersungkur, memegangi matanya yang kini berlumuran darah. Teriakannya menggema, bukan karena kalah, tapi karena tahu… satu matanya kini tak bisa melihat lagi.

Orang-orang bersorak.

Tapi Saka hanya berdiri, menggenggam tongkatnya, tak tertawa sedikit pun.

“Ini bukan soal menang atau kalah,” katanya pelan. “Ini soal kau tak bisa lagi semena-mena di tanah kami.”

Bersambung ke Episode 6: Luka dan Legenda

klik..Comment tulis ‘LANJUT!’ dan
Tekan LIKE dan follow.. channel ini…. Terima kasih..

Sajum… “Sampai Jumpa”

  • Penulis: sangaji news

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tugu Bola Dunia Diganti Tugu Kuda, Pemkab Kuningan Perkuat Ikon Kearifan Lokal

    Tugu Bola Dunia Diganti Tugu Kuda, Pemkab Kuningan Perkuat Ikon Kearifan Lokal

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar

    KUNINGAN. sangajinews.com — Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi mengubah tugu bola dunia menjadi tugu kuda sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas daerah. Pergantian ikon tersebut dilakukan setelah pemerintah menerima berbagai masukan dari masyarakat yang menginginkan adanya simbol yang lebih dekat dengan karakter dan kekhasan Kabupaten Kuningan. Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengatakan aspirasi […]

  • Semangat Gotong Royong Warnai Ibadah Kurban DKM AT-Taqwa Jalaksana

    Semangat Gotong Royong Warnai Ibadah Kurban DKM AT-Taqwa Jalaksana

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • 0Komentar

    sangajinews.com. Kuningan— Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali ditunjukkan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) DKM AT-Taqwa dalam pelaksanaan ibadah kurban 1447 Hijriah. Pada tahun 2026, panitia berhasil menghimpun tiga ekor sapi dan empat ekor domba dari partisipasi jamaah serta masyarakat sekitar, Kamis (28/5/2026). Wakil Ketua DKM Al-Atqwa, H. Cecep Muhammad Annas, mengatakan bahwa program kurban […]

  • Program Makan Bergizi Digenjot, Pemerintah Targetkan Generasi Indonesia Emas

    Program Makan Bergizi Digenjot, Pemerintah Targetkan Generasi Indonesia Emas

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    Program Makan Bergizi Digenjot, Pemerintah Targetkan Generasi Indonesia Emas sangajinews.com. Kuningan – Pemerintah semakin serius mendorong lahirnya generasi emas Indonesia melalui penguatan program makan bergizi bagi anak-anak sekolah. Komitmen ini ditegaskan saat kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Partai Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan, MM, yang di dampingi wabup Kabupaten Kuningan, Tuti Andriani, SH, […]

  • BAZNAS Kabupaten Kuningan Tetapkan Zakat Fitrah 2026 Rp35.000 per Jiwa untuk Ramadan 1447 Hijriah

    BAZNAS Kabupaten Kuningan Tetapkan Zakat Fitrah 2026 Rp35.000 per Jiwa untuk Ramadan 1447 Hijriah

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • 0Komentar

    “Pedoman ini kami keluarkan agar masyarakat memiliki rujukan resmi saat menunaikan zakat fitrah sehingga penyalurannya dapat berjalan lebih teratur dan tepat sasaran.” – Ketua BAZNAS Jawa Barat.

  • “Heman Ka Budak, Hati Ka Budaya: Helaran Seni di Jantung Kuningan yang Menyentuh Generasi”

    “Heman Ka Budak, Hati Ka Budaya: Helaran Seni di Jantung Kuningan yang Menyentuh Generasi”

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • 0Komentar

    “Heman Ka Budak bukan sekadar pertunjukan. Ini adalah perwujudan konkret dari semangat lestari. Kita tidak hanya bicara soal lingkungan, tapi juga pelestarian bahasa, nilai-nilai luhur, hingga jati diri masyarakat Kuningan,” lanjut Amih Tuti penuh haru. SangajiNews.com – Jalan Siliwangi, tepat di depan Masjid Syiarul Islam, berubah menjadi panggung terbuka bagi warisan budaya Kuningan pada Minggu […]

  • Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, menyampaikan undangan khusus kepada Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar

    Menjelang May Day 2026, KSPSI Undang Bupati Kuningan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • 0Komentar

    Presiden KSPSI mengundang Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menjelang peringatan May Day 2026. Momentum ini diharapkan memperkuat sinergi buruh, pengusaha, dan pemerintah demi hubungan industrial yang sehat.

expand_less