Breaking News
light_mode
Beranda » HIBURAN » “Jejak Tapak Yang Dilupakan”:

“Jejak Tapak Yang Dilupakan”:


Episode 1: Tapak Pertama di Tara Tumpah


DISCLAIMER:
Maaf jika dalam cerita ini terdapat kesamaan nama, tokoh, tempat, atau kejadian dengan dunia nyata. Semua itu tidak disengaja. Cerita ini murni fiksi semata untuk keperluan hiburan.


Tahun 1985. Kabut tipis menggantung di atas tanah becek Kampung Tara Tumpah. Bau tanah basah bercampur aroma kotoran domba dan asap dapur kayu masih menjadi keseharian kampung itu. Di sinilah semua bermula. Di sebuah kampung yang seolah terlupa dari peta, tapi menyimpan jejak-jejak kaki yang keras menapak sejarahnya sendiri.

Namanya Saka. Warga kampung memanggilnya Bang Saka. Badannya tegap, kekar, rambut gondrongnya selalu tersembunyi di balik peci hitam yang tak pernah lepas dari kepalanya. Walaupun dikenal sebagai pemimpin geng kampung yang ditakuti di pasar rakyat, tak sedikit orang yang menyapanya dengan senyum simpati—karena satu hal: Saka dikenal sangat berbakti pada orang tuanya.

Setiap pagi sebelum ayam jago sempat berkokok kedua kali, Bang Saka sudah memanggul sabit dan karung goni. Ia turun ke ladang mencari rumput untuk domba milik ayahnya, Abah Juhri. Di kampung Tara Tumpah, domba bukan sekadar hewan ternak, tapi lambang harga diri. Dan Saka, tak mau orang tuanya merasa tak dihormati hanya karena ia lebih dikenal sebagai “raja pasar”.

Satu-satunya orang yang tahu isi hati Saka adalah sahabatnya sejak kecil, Dul Latif. Anak semata wayang dari pasangan Pak Karim, si penjaga musala. Meski tak segarang Saka, Dul Latif punya keberanian yang sama, hanya saja dibalut sikap tenang dan senyum sinis yang menyimpan sejuta taktik.

“Ka, kau bisa jadi pemimpin kampung ini kalau mau,” ucap Dul Latif sambil mengunyah batang padi.

“Aku bukan orang yang cocok buat pimpin kampung. Aku cuma jaga wilayah pasar, biar enggak ada yang ngacak-ngacak.”

“Maksudmu preman-preman kota itu?”

Saka tidak menjawab. Ia hanya menatap ke arah pasar dari kejauhan. Di sanalah tempatnya mengukir nama, tempat ia dihormati… dan diam-diam ditakuti.

Namun hari itu, ada yang berbeda. Saat matahari naik sedikit lebih tinggi dan keramaian pasar mulai menggeliat, seorang pria asing datang dengan motor tua. Wajahnya asing, tapi gerak-geriknya tak seperti pendatang biasa. Ia menatap sekeliling, seolah sedang mencari sesuatu.

Atau seseorang.

Bang Saka mencium firasat buruk. Dan firasatnya tak pernah salah.


Bersambung ke Episode 2: Tamu Tak Diundang

  • Penulis: sangaji news

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Bupati Kuningan Jalin Silaturahmi Strategis ke Sejumlah Kementerian dan Lembaga Nasional: Komitmen Sinergi untuk Pembangunan Daerah

    Wakil Bupati Kuningan Jalin Silaturahmi Strategis ke Sejumlah Kementerian dan Lembaga Nasional: Komitmen Sinergi untuk Pembangunan Daerah

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • 0Komentar

    “Kesehatan bukan dimulai di rumah sakit, tapi di meja makan keluarga. Itulah kenapa intervensi gizi harus terukur dan tepat sasaran,” tutur Dadan Hindayana. SANGAJINEWS.COM – JAKARTA. Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor dan memperluas akses bantuan dari pusat, Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., melakukan rangkaian kunjungan kerja dan silaturahmi strategis ke sejumlah […]

  • Hari Koperasi ke-79, Bupati Dian: Di Era Digital, Koperasi Tetap Jadi Kunci Kesuksesan Lewat Kolaborasi

    Hari Koperasi ke-79, Bupati Dian: Di Era Digital, Koperasi Tetap Jadi Kunci Kesuksesan Lewat Kolaborasi

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • 0Komentar

    sangajinews.com. KUNINGAN – Perkembangan teknologi informasi dan perubahan zaman dinilai tidak menggeser peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Justru di tengah persaingan yang semakin ketat, semangat kebersamaan, gotong royong, dan kolaborasi yang menjadi ruh koperasi dinilai semakin relevan. Hal tersebut disampaikan Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat menghadiri peringatan Hari Koperasi ke-79, Rabu,(29/7/2026) […]

  • IGTKI Kabupaten Kuningan Rayakan HUT ke-75: Menguatkan Peran Guru TK dalam Wajib Belajar 13 Tahun

    IGTKI Kabupaten Kuningan Rayakan HUT ke-75: Menguatkan Peran Guru TK dalam Wajib Belajar 13 Tahun

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • 0Komentar

    “Taman Kanak-kanak bukan hanya tempat bermain, melainkan fase krusial dalam menanamkan karakter, nilai, dan kecintaan belajar pada anak. Kami sangat mendukung program wajib belajar 13 tahun dengan satu tahun prasekolah sebagai bagian dari pendidikan dasar,” tutur Bunda Ela penuh haru. SangajiNews.com, – Momentum emas mewarnai dunia pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kuningan. Ikatan Guru […]

  • Bupati Kuningan Ajak Warga Dukung Noval dan Fadlan di Ajang Putra Putri Bahari Jawa Barat 2026

    Bupati Kuningan Ajak Warga Dukung Noval dan Fadlan di Ajang Putra Putri Bahari Jawa Barat 2026

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    sangajinews.com. KUNINGAN — Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas tampilnya dua duta terbaik Kabupaten Kuningan, Noval Octavian dan Fadlan Yajiel, yang akan mewakili Kabupaten Kuningan dalam Ajang Pemilihan Putra Putri Bahari Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Senin (22/6/2026 Dalam keterangannya, Bupati Dian menegaskan bahwa keikutsertaan Noval […]

  • PKK dan Puskesmas Pancalang Perkuat Sinergi Tekan Angka Stunting Baru di Desa TajurBuntu

    PKK dan Puskesmas Pancalang Perkuat Sinergi Tekan Angka Stunting Baru di Desa TajurBuntu

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    sangajinews.com. kuningan — Kegiatan bina wilayah yang digelar di Desa Taraju Buntu menjadi momentum penting bagi Tim Penggerak PKK dan Puskesmas dalam memperkuat kolaborasi program kesehatan masyarakat, Senin (18/5/2926) khususnya dalam upaya pencegahan stunting baru atau new stunting. Dalam kegiatan tersebut, kepala Puskesmas Pancalang, Ika Sriwantika, menjelaskan bahwa Puskesmas memiliki peran aktif dalam Pokja 4 […]

  • Pelantikan di Kaki Ciremai, Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Awal Ujian Besar Pejabat Kuningan

    Pelantikan di Kaki Ciremai, Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Awal Ujian Besar Pejabat Kuningan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    sangajinews.com. Kuningan, Suasana berbeda terasa di kawasan Cadas Poleng, kaki Gunung Ciremai, Kamis (30/4/2026). Di tengah nuansa alam yang tenang namun penuh makna, Pemerintah Kabupaten Kuningan melantik sejumlah pejabat strategis. Bukan sekadar seremoni, pelantikan ini menjadi simbol dimulainya tanggung jawab besar di tengah tantangan birokrasi yang semakin kompleks. Sejumlah nama resmi mengisi posisi penting. Tatiek […]

expand_less