Breaking News
light_mode
Beranda » HIBURAN » “Jejak Tapak Yang Dilupakan”Episode 4:Anak Juhri, Lawan yang Tak Terduga

“Jejak Tapak Yang Dilupakan”Episode 4:Anak Juhri, Lawan yang Tak Terduga

Pasar rakyat Tara Tumpah mulai terasa mencekam. Para pedagang mulai berbisik takut. Uang lapak naik dua kali lipat. Dan malam-malam, suara motor asing sering meraung di jalan kecil belakang musala.

DISCLAIMER:
Maaf jika dalam cerita ini terdapat kesamaan nama, tokoh, tempat, atau kejadian dengan dunia nyata. Semua itu tidak disengaja. Cerita ini murni fiksi semata untuk keperluan hiburan.

Pasar rakyat Tara Tumpah mulai terasa mencekam. Para pedagang mulai berbisik takut. Uang lapak naik dua kali lipat. Dan malam-malam, suara motor asing sering meraung di jalan kecil belakang musala.

Mandor Kawi sedang memperlihatkan taring lamanya—tapi Bang Saka tidak tinggal diam.

Bersama Dul Latif, Ipul Galing, dan Tolek, Saka membuat barikade di ujung jalan pasar. Mereka mulai membuat patroli anak muda kampung. Sekolah tetap jalan, domba tetap digembalakan, tapi malam… malam milik mereka.

Satu malam, saat kabut turun lebih cepat dari biasanya, suara motor berderu mendekat. Sepuluh orang pria bertubuh kekar turun dari motor. Mereka mengenakan jaket kulit, celana sobek, dan wajah penuh tatapan tantangan.

Mereka anak buah Mandor Kawi.

Pemimpinnya, seorang berambut mohawk dan tangan penuh tato ular, melangkah ke depan. “Mana Saka? Suruh keluar kalau memang berani!”

Dul Latif melangkah lebih dulu. “Kalau kau cuma bisa ramai-ramai, lebih baik pulang sebelum malam kalian berakhir di parit.”

“Bocah!” bentak si mohawk.

Namun dari balik bayangan tiang listrik, Saka melangkah pelan. Peci hitamnya sudah menempel, matanya tajam, tangan kirinya membawa tongkat kayu keras—bukan sekadar alat gembala.

“Kalau kalian memang jagoan, satu lawan satu,” kata Saka pelan tapi mantap. “Tapi kalau masih mau ramai-ramai… jangan salahkan kami kalau kalian pulang tanpa harga diri.”

Seketika, suara bambu dipukul tiga kali. Itu kode dari Dul Latif.

BRRAKK!!
Tong sampah jatuh. Ipul Galing muncul dari balik warung dengan senapan angin di tangan. Tolek menjatuhkan jaring yang dipasangnya di jalur keluar. Jalan sempit berubah jadi perangkap.

Anak buah Kawi mencoba menyerbu. Tapi mereka tidak tahu satu hal—Saka tidak cuma kuat, dia juga tahu medan. Tongkatnya menyapu kaki lawan, satu per satu roboh, kepala kena batu, badan masuk ke got.

Latif melompat menendang satu dari belakang. “Untuk Tara Tumpah!” teriaknya.
Ipul menembakkan peluru kecil ke arah lutut lawan. “Balik ke sarang kalian!”

Dalam lima menit, dari sepuluh orang, hanya tiga yang masih berdiri. Tapi melihat yang lain kocar-kacir, mereka pun lari pontang-panting ke arah kebun pisang, menabrak gerobak, menjerit seperti tikus got kepergok kucing pasar.

Bang Saka berdiri dengan napas teratur. Tak ada luka, hanya sedikit debu di bajunya. Tongkatnya masih utuh.

Dul Latif menyeringai. “Apa sekarang mereka tahu siapa penguasa tanah ini?”

Saka hanya tersenyum kecil. “Belum. Tapi malam ini, mereka tahu… kita bukan anak-anak sembarangan.”

Bersambung ke Episode 5: Mandor Kawi Turun Tangan

Mau langsung lanjut ke episode berikutnya?

klik..Comment tulis ‘LANJUT!’ dan
Tekan LIKE dan follow.. channel ini…. Terima kasih..

Sajum… “Sampai Jumpa”

  • Penulis: sangaji news

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LONGSOR KUNINGAN—CIKIJING DI JALUR CIPADUNG: AKSES DITUTUP TOTAL, PENGENDARA MOTOR TERJEPIT MATERIAL TANAH

    LONGSOR KUNINGAN—CIKIJING DI JALUR CIPADUNG: AKSES DITUTUP TOTAL, PENGENDARA MOTOR TERJEPIT MATERIAL TANAH

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • 0Komentar

    Bupati Kuningan, Dr. H. DIAN RACHMAT YANUAR, M.Si. dalam pernyataannya mengatakan:“Kami ikut prihatin atas kejadian ini. Tim Pemkab terus bersiaga dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Semoga seluruh proses berjalan lancar dan tidak ada korban tambahan. Mohon warga tetap tenang dan waspada. SangajiNews.com — Sore menjelang Maghrib, jalur utama Kuningan menuju Cikijing melalui Jalan Cipadung diterjang […]

  • “Seren Taun 22 Rayagung: Doa, Duka, dan Harapan dari Tanah Leluhur Menuju Indonesia Emas”

    “Seren Taun 22 Rayagung: Doa, Duka, dan Harapan dari Tanah Leluhur Menuju Indonesia Emas”

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • 0Komentar

    “Kita harus senantiasa menjaga hubungan antar sesama manusia, dengan semesta, dan dengan Sang Pencipta. Hidup yang harmonis, selaras dengan alam, dan penuh kasih sayang, tergambarkan dalam Seren Taun ini.” SangajiNews.com, Cigugur – Di tengah semilir angin pagi yang menyapu lembah Gunung Ciremai, halaman Gedung Paseban Cagur, Cigugur, menjadi saksi puncak kemuliaan budaya Sunda dalam perayaan […]

  • Bupati Kuningan Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih Padi: Perkuat Petani, Tegakkan Kedaulatan Pangan Daerah

    Bupati Kuningan Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih Padi: Perkuat Petani, Tegakkan Kedaulatan Pangan Daerah

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • 0Komentar

    “Profesi petani adalah profesi yang mulia karena menyangkut harkat hidup dan ketahanan pangan. Bantuan ini mudah-mudahan menjadi ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan dan hasil panen mereka,” ujar Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., SangajiNews.com – Kuningan.Langit pagi di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kuningan tampak berseri saat apel digelar, Selasa (17/6/2025). Di momen […]

  • Belum Kantongi Izin Bupati, 5 ASN Kuningan Lolos Seleksi Pindah ke Pemprov Jabar

    Belum Kantongi Izin Bupati, 5 ASN Kuningan Lolos Seleksi Pindah ke Pemprov Jabar

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • 0Komentar

    sangajines.com. KUNINGAN – Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar,M.Si, Senin (13/7/2026), mengaku baru mengetahui bahwa lima aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan lolos tahap awal seleksi administrasi perpindahan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Informasi tersebut, menurutnya, justru diperoleh dari media sosial milik Pemprov Jabar. Awalnya, jumlah ASN yang disebut lolos seleksi administrasi […]

  • Bukti Nyata Negara Hadir di Ladang Rakyat: 63 Alsintan Diserahkan, Bupati Dian dan DPR RI Kompak Dorong Petani Kuningan Naik Kelas

    Bukti Nyata Negara Hadir di Ladang Rakyat: 63 Alsintan Diserahkan, Bupati Dian dan DPR RI Kompak Dorong Petani Kuningan Naik Kelas

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • 1Komentar

    “Bantuan Alsintan ini adalah bukti nyata kepedulian dan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pusat dalam mendorong kemajuan sektor pertanian. Semoga semangat ini terus menular dan menjadi pemicu sinergi yang lebih kuat,” ujar Dr. Dian penuh harap. SangajiNews.com – Pagi yang penuh harapan menyelimuti halaman Setda Kabupaten Kuningan pada Senin (19/05/2025). Dalam balutan apel […]

  • Jumat Bersepeda di Desa Garawangi, Bupati Kuningan Ajak Warga Hidup Sehat Sambil Berbagi untuk Sesama

    Jumat Bersepeda di Desa Garawangi, Bupati Kuningan Ajak Warga Hidup Sehat Sambil Berbagi untuk Sesama

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • 0Komentar

    sangjinews.kom. KUNINGAN – Semangat hidup sehat berpadu dengan aksi nyata kepedulian sosial mewarnai kegiatan Jumat Bersepeda yang digelar di Desa Garawangi, Kabupaten Kuningan, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi bukti bahwa olahraga bukan sekadar menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat […]

expand_less