TP-PKK Kuningan Bangun Generasi Emas! Gerakan Ketahanan Keluarga, PAUD, dan Anti-Stunting Menggema dari Desa Singkup
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 40;
sangajinews.com. KUNINGAN – Semangat membangun generasi emas Indonesia bergema kuat dari Desa Singkup, Kecamatan Japara. Melalui kegiatan Bina Wilayah (Binwil) 2026, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta mempercepat penanganan stunting. Senin (3/6/2026)
Kegiatan yang dihadiri Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Yati U Kusmana, bersama jajaran pengurus, unsur Forkopimcam, Kepala Desa Singkup, dan ratusan kader PKK tingkat kecamatan hingga desa berlangsung penuh antusiasme. Binwil tidak hanya menjadi ajang evaluasi program, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat demi menciptakan keluarga yang tangguh dan berkualitas.
Dalam sambutannya, Hj. Yati menegaskan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul di masa depan.
“Keluarga yang tangguh adalah keluarga yang rukun, sehat, penuh kasih sayang, serta mampu memberikan pendidikan dan pengasuhan terbaik bagi anak-anaknya. Dari keluarga yang kuat, akan lahir generasi yang hebat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari para peserta yang menilai penguatan ketahanan keluarga menjadi langkah strategis menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.
Dalam kesempatan itu, TP-PKK Kabupaten Kuningan juga menyoroti pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai investasi masa depan bangsa. Sejalan dengan program wajib belajar 13 tahun yang mencakup pendidikan pra-sekolah, PAUD dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun karakter, kecerdasan, dan kesehatan anak sejak dini.
Menurut Hj. Yati, usia dini merupakan Golden Age, masa yang sangat menentukan kualitas kehidupan seseorang di masa depan.
“Masa emas anak tidak akan terulang kembali. Karena itu, kita harus memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang tepat, gizi yang cukup, kasih sayang, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya,” ujarnya.
Ia juga mendorong penguatan konsep PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) yang menggabungkan aspek pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak secara menyeluruh.
Tak kalah penting, isu stunting menjadi perhatian serius dalam kegiatan tersebut. TP-PKK mengajak seluruh kader untuk menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan rutin, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu.
Langkah ini diyakini menjadi strategi efektif dalam mewujudkan generasi Kuningan yang sehat, cerdas, produktif, dan bebas stunting.
Para kader PKK yang hadir pun didorong untuk terus aktif melakukan pendampingan dan edukasi kepada keluarga di wilayah masing-masing agar upaya pencegahan stunting semakin masif dan tepat sasaran.
Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan Kuningan
Menutup kegiatan, TP-PKK menekankan pentingnya tertib administrasi organisasi sebagai bagian dari tata kelola yang profesional dan akuntabel. Selain itu, sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, satuan pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci sukses percepatan implementasi 10 Program Pokok PKK.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, TP-PKK Kabupaten Kuningan optimistis mampu mendorong lahirnya keluarga-keluarga tangguh yang menjadi fondasi masyarakat maju dan sejahtera.
“Membangun daerah harus dimulai dari keluarga. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan kuat. Dan ketika masyarakat kuat, Kabupaten Kuningan akan semakin maju, sehat, dan sejahtera,” pungkasnya.
Binwil 2026 di Desa Singkup pun menjadi bukti nyata bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keluarga. Dari desa, untuk masa depan Kuningan yang lebih gemilang.(wr)
- Penulis: admin






Saat ini belum ada komentar