SPPG Garawangi, Satgas Tekankan Kelayakan Fasilitas dan Mutu Gizi Demi Percepat Penurunan Stunting
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

sangajinrws.com. Kuningan – Satuan Tugas (Satgas) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Garawangi yang berlokasi di samping Kantor Desa Garawangi, Kecamatan Garawangi, Jumat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian gerakan “Jumat Bersepeda” bersama Bupati dan Wakil Bupati, Jum’at (17/7/2026)
Dalam peninjauan tersebut, Satgas memastikan kesiapan fasilitas sekaligus mengevaluasi standar operasional SPPG yang menjadi salah satu ujung tombak program pemenuhan gizi masyarakat. Secara umum, fasilitas dinilai telah memenuhi ketentuan yang berlaku, namun masih terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan untuk menjamin kualitas layanan serta kenyamanan lingkungan sekitar.
Salah satu perhatian utama Satgas tertuju pada kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Meski berfungsi dengan baik, pengelola diminta segera memperbaiki penutup IPAL agar lebih rapat dan kedap udara sehingga tidak menimbulkan aroma yang dapat mengganggu lingkungan.
“Penutupnya harus benar-benar rapat agar tidak ada celah udara yang keluar ke lingkungan. Kebersihan area sekitar juga harus terus dijaga secara konsisten,” tegas perwakilan Satgas.
Selain itu, Satgas menginstruksikan agar atap pelindung IPAL segera dibenahi sehingga air hujan tidak langsung masuk ke dalam penampungan. Pengelolaan sampah operasional juga menjadi perhatian serius. Sampah sisa kegiatan dapur diminta segera ditangani dan dibuang pada hari yang sama agar tidak menumpuk dan menimbulkan potensi pencemaran.
Berdasarkan laporan pengelola, saat ini SPPG Garawangi melayani 2.335 penerima manfaat. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 3.114 penerima manfaat mulai Senin mendatang.
Menghadapi peningkatan tersebut, Satgas menegaskan bahwa bertambahnya jumlah sasaran tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan. Kandungan gizi makanan harus tetap sesuai standar, sementara proses pengolahan hingga distribusi wajib memenuhi prinsip higienitas dan keamanan pangan.
Untuk memastikan seluruh standar dijalankan secara konsisten, Satgas bersama Bupati serta jajaran korkopimda, berencana melakukan sidak sewaktu-waktu, termasuk pada saat proses memasak berlangsung pada malam hari.
“Jumlah penerima manfaat boleh bertambah, tetapi kualitas makanan tidak boleh menurun. Nilai gizi harus tetap terpenuhi dan proses pengolahan wajib menjaga standar kebersihan,” tegas Satgas.
Kecamatan Garawangi masih menjadi salah satu wilayah dengan angka stunting yang memerlukan perhatian serius. Karena itu, keberadaan SPPG diharapkan menjadi bagian penting dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui penyediaan makanan bergizi yang tepat sasaran.
Sebagai langkah konkret, Satgas menginstruksikan penyusunan menu yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok penerima manfaat melalui kolaborasi dengan kelompok B3, meliputi:
Menu khusus untuk anak-anak.
Menu khusus untuk balita.
Menu khusus untuk ibu hamil.
Penyesuaian menu tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi spesifik setiap kelompok sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal.
“Menu makanan harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok sasaran. Dengan pemenuhan gizi yang tepat dan berkualitas, kita berharap program ini mampu memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka stunting di Kecamatan Garawangi,” pungkas Satgas.
Melalui pengawasan berkala dan peningkatan standar pelayanan, Pemerintah Kabupaten bersama Satgas berkomitmen memastikan seluruh layanan SPPG berjalan optimal sehingga mampu menghadirkan makanan bergizi, aman, dan berkualitas bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan bebas stunting.
- Penulis: admin
Saat ini belum ada komentar