Breaking News
light_mode
Beranda » HIBURAN » SAKAE pisode 3: Tapak Lama yang Terkuak

SAKAE pisode 3: Tapak Lama yang Terkuak

DISCLAIMER:
Maaf jika dalam cerita ini terdapat kesamaan nama, tokoh, tempat, atau kejadian dengan dunia nyata. Semua itu tidak disengaja. Cerita ini murni fiksi semata untuk keperluan hiburan.

Hujan belum reda. Tapi suara langkah sepatu berat terdengar memijak tanah basah dekat musala kampung. Di balik gerimis yang makin deras, sesosok tubuh besar berselimut jas hujan hitam berdiri tegak menatap papan nama pasar rakyat Tara Tumpah. Lampu-lampu remang menyoroti wajahnya yang dipenuhi luka lama—luka yang belum tuntas.

Nama pria itu: Mandor Kawi.

Dulu, lebih dari sepuluh tahun lalu, Mandor Kawi adalah tangan kanan pemilik pasar lama. Ia ditakuti karena kejam, disegani karena uang, dan akhirnya diusir karena satu insiden: pasar lama terbakar, dan ia dituduh jadi dalangnya. Tapi ia menghilang sebelum dihukum adat.

Dan kini… dia kembali.

Di pagi yang basah, Saka duduk di pos ronda bersama Dul Latif dan dua orang teman lama: Ipul Galing—si penggila adrenalin dan pencinta ketapel, serta Tolek, anak penjual karpet yang sering dijadikan mata-mata di pasar.

“Kau yakin itu Mandor Kawi?” tanya Ipul sambil membersihkan senapan angin rakitannya.

“Aku yakin. Nenek jamu itu kenal betul suaranya. Dan ingat, dulu Ayahku pernah cerita… Mandor Kawi itu bukan sembarang preman. Dia orang yang tahu semua rahasia petak-petak tanah di pasar ini.”

Latif mengangguk serius. “Kalau dia kembali, bisa jadi bukan cuma untuk balas dendam, tapi juga untuk merebut kendali pasar dari dalam.”

Saka berdiri, matanya menyapu sekitar pos ronda. “Kalau begitu, kita harus mulai menyusun garis pertahanan. Aku gak mau ada pedagang yang disakiti. Ini tanah kita.”

“Garis pertahanan?” Ipul menyeringai. “Kau pikir kita tentara, Ka?”

“Bukan,” jawab Saka cepat. “Kita cuma anak SMP… yang tahu kapan waktunya berdiri.”

Hari berikutnya, suasana pasar mulai berubah. Ada beberapa wajah baru di sekitar kios lama. Preman-preman kecil mulai muncul, memalak uang keamanan dari tukang parkir hingga penjual kerupuk. Bang Saka tak tinggal diam.

Satu per satu, ia datangi preman-preman itu. Tak dengan amarah, tapi dengan keberanian yang membuat mereka gugup.

“Kau datang ke tanah orang, lalu mau merasa paling kuat?” kata Saka pada salah satu dari mereka.

“Aku cuma disuruh jaga,” jawab preman itu ketakutan.

“Jaga? Yang bisa jaga tempat ini, cuma orang yang kenal bau tanahnya, bukan orang bayaran.”

Dan tanpa banyak bicara, Saka membuat keputusan. Ia dan teman-temannya mulai berjaga tiap malam di pasar. Mereka masih muda, tapi kampung tahu: kalau Saka sudah bergerak, itu berarti waktunya semua orang bersatu.

Namun, Mandor Kawi tidak akan tinggal diam. Dari kejauhan, ia memantau pergerakan Saka. Ia tahu bocah gondrong itu bukan anak biasa.

“Jadi ini bocahnya si Juhri…” gumam Kawi sambil tersenyum miring. “Anaknya lebih keras kepala dari bapaknya.”

Next fart…
Bersambung ke Episode 4: Anak Juhri, Lawan yang Tak Terduga

Mau langsung lanjut ke episode berikutnya?

klik..Comment tulis ‘LANJUT!’ dan
Tekan LIKE dan follow.. channel ini…. Terima kasih..

Sajum… “Sampai Jumpa”

  • Penulis: sangaji news

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Negara Hadir di Dapur Warga: 230 Keluarga Desa Cimenga Terima Bantuan Pangan FSVA 2025

    Negara Hadir di Dapur Warga: 230 Keluarga Desa Cimenga Terima Bantuan Pangan FSVA 2025

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • 0Komentar

    “Dalam kehidupan, ada satu hal yang tidak bisa ditunda, yaitu makan. Ketika dapur tak mengepul, maka harapan pun bisa meredup,” ucap Bunda Ela, penuh semangat. SangajiNews.com – Sebuah langkah nyata kembali ditorehkan oleh pemerintah dalam menjawab tantangan kerawanan pangan di daerah. Sebanyak 230 keluarga di Desa Cimenga, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, menerima bantuan pangan hasil […]

  • Kuningan Fair 2025 Digelar Tanpa APBD, Bupati: Harus Lebih Meriah dan Berbobot

    Kuningan Fair 2025 Digelar Tanpa APBD, Bupati: Harus Lebih Meriah dan Berbobot

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • 0Komentar

    Kuningan Fair 2025 akan menghadirkan konsep exhibition, promotion, edutainment, music, bazar, dan business, sekaligus menjadi ajang memamerkan capaian pembangunan dan potensi daerah Kuningan di kancah yang lebih SangajiNews.com – Memasuki momen perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 sekaligus Hari Jadi ke-527 Kabupaten Kuningan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan memastikan Kuningan Fair 2025 akan berlangsung lebih meriah, […]

  • Potongan Aplikator Ojol Resmi Jadi 8 Persen, Driver Kini Dapat 92 Persen Pendapatan

    Kabar Gembira untuk Driver Ojol, Potongan Aplikator Resmi Dipangkas Jadi 8 Persen

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • 0Komentar

    Pemerintah resmi menetapkan potongan aplikator ojek online maksimal 8 persen melalui Perpres Nomor 27 Tahun 2026. Kebijakan ini disambut positif para driver karena dinilai meningkatkan kesejahteraan pengemudi.

  • “Tangis dan Harapan di Kuningan: Korban dan Mantan Teroris Duduk Bersama dalam Silaturahmi Kebangsaan”

    “Tangis dan Harapan di Kuningan: Korban dan Mantan Teroris Duduk Bersama dalam Silaturahmi Kebangsaan”

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • 0Komentar

    “Kepada para penyintas, kami sampaikan penghargaan atas ketabahan kalian. Dan untuk para mantan narapidana terorisme, inilah saatnya menunjukkan bahwa hijrah menuju kebaikan adalah kontribusi tertinggi bagi negeri ini.” KUNINGAN, SangajiNews.com – Sebuah momen yang langka, menyentuh, dan penuh harapan terjadi di jantung Kabupaten Kuningan, saat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Subdirektorat Pemulihan Korban, Direktorat […]

  • Padaringan, Janji yang Dibayar dengan Tindakan: Pemerintah Kuningan Hadirkan Pangan Murah Jelang Idul Adha 2025

    Padaringan, Janji yang Dibayar dengan Tindakan: Pemerintah Kuningan Hadirkan Pangan Murah Jelang Idul Adha 2025

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • 0Komentar

    “Pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi hak dasar yang tak boleh terabaikan. Ketika harga bahan pokok melambung, kecemasan rakyat pun meningkat. Di sinilah negara hadir, bukan hanya sebagai pengatur, tapi sebagai pelindung,” ujar Amih Tuti penuh keyakinan SangajiNews.com – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 2025, Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menunjukkan keberpihakan nyatanya […]

  • Pemkab Kuningan Perkuat Sinergi Penanganan Pengangguran dan Persiapan SDM Berkualitas

    Pemkab Kuningan Perkuat Sinergi Penanganan Pengangguran dan Persiapan SDM Berkualitas

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 1Komentar

    sangajinewscom. Kuningan — Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat langkah strategis dalam menekan angka pengangguran melalui penyelarasan persepsi antar pemangku kepentingan. Hal ini disampaikan Bupati Kuningan, Dr.H.Dian Rachmat Yanuar, M.Si, usai menerima kunjungan Sesdirjen Ketenagakerjaan yang merupakan putra daerah Kuningan, Rabu (22/4/2026) di gedung DPRD kuningan. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai peluang pengembangan ketenagakerjaan, khususnya terkait […]

expand_less