UMKM Kuningan Siap Melesat Lewat Sertifikasi dan Penataan Ekosistem Terpadu
- calendar_month 21 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 37;
sangajinews.com. Kuningan – Pemerintah Kabupaten Kuningan kian serius mendorong kemajuan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui langkah strategis berupa sertifikasi usaha dan penataan ekosistem yang lebih terstruktur. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan legalitas sekaligus daya saing produk lokal di pasar yang semakin kompetitif.
Kadis Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DISKOPDAGPERIN) Kabupaten Kuningan. H. Toni Kusumanto, AP., M.Si. mengatakan, berdasarkan dalam pelatihan sertifikasi yang hari ini digelar ,Selasa (5/5/2026), para pelaku UMKM diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya perlindungan legal.
Sertifikasi seperti PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan Sertifikat Halal dinilai menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan keamanan produk.
Tak hanya fokus pada legalitas, pemerintah daerah juga mulai menata ulang pola pengembangan UMKM berbasis segmentasi. Para pelaku usaha diarahkan untuk fokus pada peran masing-masing dalam rantai bisnis, mulai dari sektor produksi, penyediaan bahan baku, hingga pemasaran dan pengemasan.
“Selama ini, pelaku usaha sering merangkap semua peran sendiri. Ke depan, kita ingin membangun ekosistem yang saling mendukung, di mana setiap lini bisa tumbuh bersama tanpa harus saling berebut,” ujar Toni.
Program ini menargetkan 300 pelaku UMKM baru sepanjang tahun ini, yang akan dibagi ke dalam tiga gelombang pelatihan. Gelombang pertama sendiri telah diikuti oleh 100 peserta, menandai langkah awal dari transformasi besar ekosistem UMKM di Kuningan.
Untuk memperkuat daya saing di era digital, pemerintah juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari akademisi hingga pelaku e-commerce. Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.
Di sisi lain, kesiapan UMKM dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi perhatian. Pemerintah tengah mengidentifikasi mitra lokal yang potensial, meskipun masih ditemukan sejumlah tantangan, seperti kebutuhan standarisasi teknologi, termasuk alat pasteurisasi bagi produsen susu.
Dengan langkah penataan dan sertifikasi yang semakin masif, UMKM Kuningan diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh pesat dalam ekosistem usaha yang sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan. (Wr)
- Penulis: admin






Saat ini belum ada komentar