Dinkes Tegaskan Keamanan Pangan Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Kunci Naik Kelas
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38;
sangajinews.com. Kuningan – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan terkait pentingnya keamanan pangan dalam mengembangkan usaha mereka. Hal ini disampaikan dalam sesi penyuluhan yang digelar pada Selasa (5/5/2026).
Kepala Dinas Kesehatan, dr. H. Edi Martono, MARS, menegaskan bahwa aspek keamanan pangan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi utama dalam menjaga kualitas produk yang dikonsumsi masyarakat.
“Kami hadir untuk memberikan pemahaman menyeluruh, mulai dari proses perizinan hingga standar keamanan pangan yang harus dipenuhi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa para pelaku UMKM akan dibimbing untuk memahami alur perizinan yang benar. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasaran.
Tak hanya itu, sesi penyuluhan ini juga menghadirkan materi tambahan dari tim bidang terkait guna memperkaya wawasan para pelaku usaha.
“Para UMKM diharapkan semakin sadar bahwa keamanan pangan adalah kunci utama untuk menjaga kepercayaan konsumen sekaligus meningkatkan kualitas produk secara berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui langkah ini, Dinas Kesehatan berharap UMKM lokal mampu naik kelas, menjadi lebih kompetitif, dan tetap mengutamakan keselamatan konsumen. (Wr)
- Penulis: admin






Saat ini belum ada komentar