Bupati Dian Tekankan Integritas dan Transformasi Pendidikan Saat Lantik 158 Kepala Sekolah di Kuningan
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

sangajinews.com. KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kepemimpinan sekolah yang profesional, digitalisasi pembelajaran, serta tata kelola pendidikan yang transparan dan berintegritas.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, saat melantik 158 kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP di lingkungan Pemkab Kuningan, Jumat (22/5/2026).
Pelantikan berlangsung dengan disaksikan jajaran SKPD, Kepala Dinas Pendidikan, para kepala bidang, serta tamu undangan lainnya.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kuningan, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada Bapak/Ibu yang hari ini mendapat amanah baru,” ujar Bupati Dian.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukanlah hadiah ataupun hasil pertimbangan nonprofesional, melainkan hasil penilaian objektif atas dedikasi, loyalitas, kompetensi, kapasitas, dan integritas ASN di bidang pendidikan.
“Jabatan ini bukan hadiah. Ini hasil penilaian objektif atas kinerja dan pengabdian,” tegasnya.
Menurutnya, seorang kepala sekolah harus mampu bertransformasi dari sekadar tenaga pendidik menjadi pemimpin yang dapat menjadi teladan bagi guru maupun siswa.
“Ketika dilantik menjadi kepala sekolah, harus ada transformasi. Dari seorang guru menjadi seorang pemimpin yang digugu dan ditiru,” katanya.
Bupati Dian juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang sehat, harmonis, dan kolaboratif demi mencetak generasi unggul.
“Kepala sekolah harus memastikan seluruh ekosistem sekolah bergerak bersama, mulai dari guru, siswa, staf hingga komite sekolah,” ujarnya.
Dalam arahannya, Bupati Dian menyampaikan tiga fokus utama yang harus menjadi perhatian para kepala sekolah di Kabupaten Kuningan.
Pertama, percepatan adaptasi teknologi dan digitalisasi pendidikan. Ia meminta para guru dan kepala sekolah tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi.
“Kita hidup di era yang berubah sangat cepat. Jangan sampai murid sudah berkembang jauh, gurunya malah tertinggal,” ucapnya.
Ia juga mendorong pemanfaatan platform digital dan inovasi pembelajaran berbasis teknologi agar proses belajar menjadi lebih kreatif dan interaktif.
Kedua, pengelolaan Dana BOS yang transparan dan akuntabel. Bupati mengingatkan agar penggunaan anggaran pendidikan dilakukan secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Dana BOS itu Bantuan Operasional Sekolah, bukan biaya lain-lain. Pengelolaannya harus transparan,” tegasnya.
Ketiga, menciptakan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa. Bupati menegaskan tidak boleh ada praktik bullying, kekerasan seksual, maupun tindakan lain yang menghilangkan rasa aman di lingkungan sekolah.
“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang dirindukan siswa,” katanya.
Di akhir arahannya, Bupati Dian mengingatkan bahwa kepala sekolah merupakan motor penggerak sekaligus kompas moral di lingkungan pendidikan.
“Kalau kepala sekolahnya semangat, inovatif, dan disiplin, maka guru dan murid akan ikut terbentuk seperti itu,” ujarnya.
Ia juga meminta para kepala sekolah terus membangun komunikasi dan sinergi dengan Dinas Pendidikan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di sekolah.
“Kalau ada masalah, komunikasikan. Jangan dipendam,” pungkasnya. (Wr)
- Penulis: admin






Saat ini belum ada komentar