Tugu Bola Dunia Diganti Tugu Kuda, Pemkab Kuningan Perkuat Ikon Kearifan Lokal
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN. sangajinews.com — Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi mengubah tugu bola dunia menjadi tugu kuda sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas daerah. Pergantian ikon tersebut dilakukan setelah pemerintah menerima berbagai masukan dari masyarakat yang menginginkan adanya simbol yang lebih dekat dengan karakter dan kekhasan Kabupaten Kuningan.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengatakan aspirasi masyarakat menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penentuan ikon baru tersebut.
“Banyak masukan dari masyarakat, kok ini tugu kudanya tidak ada?” ujar Dian saat menjelaskan alasan perubahan tugu.
Menurut Dian, keberadaan tugu bola dunia sebelumnya merupakan bagian dari pembangunan daerah dan pembangunannya mendapat dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BJB.
Dian mengungkapkan, ketika proses pembangunan tugu bola dunia berlangsung, dirinya masih menjabat sebagai Kepala Bappeda. Namun, setelah melalui berbagai diskusi serta mempertimbangkan aspirasi masyarakat, pemerintah kemudian memilih tugu kuda sebagai ikon yang dinilai lebih merepresentasikan karakter Kuningan.
Dian menegaskan, perubahan tersebut bukan berarti mengabaikan keberadaan berbagai tugu dan ikon daerah yang sudah ada. Pemerintah tetap berkomitmen merawat berbagai simbol yang telah menjadi bagian dari wajah Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, Kuningan memiliki banyak kekayaan budaya, kesenian, sejarah, hingga potensi lokal yang dapat diterjemahkan menjadi identitas visual di ruang publik.
“Yang penting kearifan lokal mencerminkan kekhasan Kuningan, ya kita laksanakan,” tegasnya.
Selain tugu kuda, Pemkab Kuningan juga tengah menyiapkan sarana di kawasan depan yang nantinya akan dilengkapi dengan tugu kesenian.
Rencana tersebut menjadi bagian dari penataan ruang publik agar tidak sekadar memiliki nilai estetika, tetapi juga menghadirkan simbol-simbol yang memiliki keterkaitan kuat dengan budaya dan identitas masyarakat Kuningan.
Terkait pembiayaan pembangunan berbagai sarana dan ikon daerah, Bupati Dian menjelaskan bahwa sumber anggaran dapat berasal dari APBD maupun non-APBD.
Menurutnya, keterlibatan pihak non-APBD tetap dibutuhkan karena kemampuan anggaran pemerintah memiliki keterbatasan. Namun, seluruh bentuk dukungan pembangunan harus tetap mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku.
“Ada yang APBD, ada non-APBD. Kalau semua non-APBD ya bagaimana? Semua juga yang menyumbang ada keterbatasan,” jelas Dian.
Ia menegaskan, penggunaan APBD maupun dukungan dari pihak non-APBD tidak menjadi persoalan selama pembangunan tersebut ditujukan untuk kepentingan masyarakat dan kepentingan publik serta dilaksanakan secara transparan dan sesuai aturan.
“Yang penting APBD, non-APBD, APBD pun kalau untuk kepentingan masyarakat, kepentingan publik kan enggak masalah. Asal tercatat, aturannya jelas, SOP-nya jelas,” pungkasnya.
Pergantian tugu bola dunia menjadi tugu kuda diharapkan tidak berhenti sebagai perubahan visual semata.
Pemkab Kuningan ingin ikon baru tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter daerah yang lebih kuat—sebuah simbol yang mudah dikenali sekaligus memiliki keterkaitan dengan sejarah, budaya, kesenian, dan kearifan lokal masyarakat.
Dengan hadirnya tugu kuda dan rencana tugu kesenian, penataan ruang publik di Kuningan diharapkan semakin mencerminkan identitas daerah dan menjadi wajah Kuningan yang lebih kuat di mata masyarakat maupun para pengunjung.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar