Breaking News
light_mode
Beranda » DAERAH » Serangan Hama Meningkat, Kuningan Perkuat Gerakan Pengendalian untuk Jaga Ketahanan Pangan

Serangan Hama Meningkat, Kuningan Perkuat Gerakan Pengendalian untuk Jaga Ketahanan Pangan

sangajinew.co. Kuningan — Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat langkah perlindungan tanaman pangan melalui Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), serentak.

Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memastikan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya serangan hama penyakit tanaman.

Kegiatan yang digelar di Desa Koreak Kecamatan Cikandamekar, Kamis(4/6/2026), dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian RI, Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, unsur Forkopimcam, petugas lapangan, kelompok tani, pelajar, hingga insan media.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayat, M.Si., menegaskan bahwa pertanian bukan hanya sektor ekonomi, melainkan fondasi kehidupan masyarakat dan masa depan bangsa.

“Pertanian bukan urusan masa lalu, melainkan urusan masa depan. Ketika sawah terjaga dan pangan tersedia, masyarakat akan tenang, petani semakin sejahtera, dan daerah akan berkembang lebih maju,” ujarnya.

Perubahan Iklim Perbesar Ancaman Hama
Menurut Wahyu, sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan iklim menyebabkan pola musim sulit diprediksi, curah hujan tidak menentu, serta mendorong perkembangan berbagai organisme pengganggu tumbuhan yang berpotensi mengancam produksi pangan.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan menunjukkan tren peningkatan serangan hama dan penyakit tanaman sepanjang tahun 2026.

Jika sepanjang tahun 2025 Brigade Proteksi Tanaman melakukan 139 kali gerakan pengendalian, maka pada tahun 2026, hanya dalam tiga bulan pertama saja, kegiatan pengendalian telah mencapai 70 kali. Hingga saat ini, jumlah gerakan pengendalian telah menembus 128 kali, dengan cakupan lahan mulai dari 20 hingga lebih dari 50 hektare per lokasi.

“Ini menunjukkan bahwa intensitas serangan OPT meningkat signifikan. Karena itu, pengendalian harus dilakukan lebih cepat, lebih terkoordinasi, dan melibatkan seluruh pihak,” kata Wahyu.

Sebagai bentuk dukungan kepada petani, pemerintah terus menyalurkan berbagai bantuan sarana pengendalian, mulai dari insektisida, fungisida, herbisida hingga dukungan teknis lainnya yang berasal dari Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Petani yang menemukan indikasi serangan hama atau penyakit tanaman diminta segera berkoordinasi dengan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), penyuluh pertanian, maupun Brigade Proteksi Tanaman agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Jangan menunggu serangan meluas. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang kita menyelamatkan hasil panen dan mencegah kerugian petani,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kuningan juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat yang telah memilih Kabupaten Kuningan sebagai lokasi pelaksanaan gerakan pengendalian.

Kehadiran Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian dalam kegiatan ini dinilai menjadi bukti bahwa perlindungan tanaman dan pengamanan produksi pangan merupakan agenda strategis nasional yang membutuhkan sinergi dari tingkat pusat hingga daerah.

“Ketahanan pangan tidak dibangun di ruang rapat semata. Ketahanan pangan dibangun dari hamparan sawah yang tetap hijau, tanaman yang terlindungi, dan petani yang terus bersemangat menanam harapan bagi bangsa,” ungkap Wahyu.

Pengamatan Rutin Jadi Benteng Pertama
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga mengajak petani untuk lebih aktif melakukan pengamatan rutin terhadap kondisi tanaman di lahan masing-masing.

Menurutnya, pencegahan selalu lebih efektif dan lebih murah dibandingkan penanggulangan setelah serangan hama berkembang luas.

“Pengamatan yang baik adalah benteng pertama perlindungan tanaman. Dengan deteksi dini, langkah pengendalian dapat dilakukan lebih cepat sehingga kerusakan dapat diminimalkan,” katanya.

Wahyu turut memberikan apresiasi kepada seluruh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang selama ini menjadi ujung tombak perlindungan tanaman di lapangan.

Ia menegaskan bahwa POPT memiliki peran penting dalam menjembatani teknologi pertanian, ilmu pengetahuan, dan kebutuhan petani di lapangan.

“Teruslah hadir di tengah petani, menjadi sahabat, pendamping, sekaligus sumber solusi. Keberhasilan pertanian tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari kemampuan kita menjaga dan melindungi hasil produksi tersebut,” ujarnya.

Melalui gerakan pengendalian yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Kuningan optimistis mampu menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kuningan MELESAT (Maju,Empowering, Agamis, dan Tangguh) yang menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah.

Dengan kolaborasi seluruh pihak, Kuningan menargetkan terciptanya pertanian yang semakin maju, tangguh, berkelanjutan, serta mampu menghadirkan petani yang sejahtera sebagai pilar ketahanan pangan daerah dan nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Telaga Biru Cicerem Kian Diminati Wisatawan, Hadirkan Kano Transparan hingga Jeep Off-Road

    Telaga Biru Cicerem Kian Diminati Wisatawan, Hadirkan Kano Transparan hingga Jeep Off-Road

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • 0Komentar

    KUNINGAN. sangajinews.com — Pesona wisata Telaga Biru Cicerem di Desa Kaduela, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus menarik minat wisatawan. Selain menawarkan keindahan alam, destinasi wisata ini juga menghadirkan sejumlah wahana baru untuk menambah pengalaman pengunjung. Direktur Telaga Biru Cicerem, Iim Ibrahim, mengatakan kunjungan wisatawan hingga kini masih menunjukkan antusiasme yang baik. Salah satu daya tarik […]

  • TMMD Imbangan ke-129 Tahun 2026 Resmi Dibuka, Dorong Akses Wisata dan UMKM Desa Gunung Manik

    TMMD Imbangan ke-129 Tahun 2026 Resmi Dibuka, Dorong Akses Wisata dan UMKM Desa Gunung Manik

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • 0Komentar

    sangajinews.com. KUNINGAN – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Imbangan ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai di Desa Gunung Manik, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, Kamis (13/8/2026). Pembukaan berlangsung di Gedung Balai Desa Gunung Manik dan dihadiri Sekertaris Daerah kabupaten Kuningan, U Kusmana, M.Si, kadis DPMD, unsur Forkopimda Kabupaten Kuningan, Forkopimcam Ciniru, jajaran TNI-Polri, pemerintah desa, […]

  • Akses Jalan ke TPU Desa Kaduagung Kini Lebih Baik, Berkat Gotong Royong Warga dan Dukungan Tokoh-Tokoh Dermawan

    Akses Jalan ke TPU Desa Kaduagung Kini Lebih Baik, Berkat Gotong Royong Warga dan Dukungan Tokoh-Tokoh Dermawan

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • 0Komentar

    “Bantuan ini bukan apa-apa dibandingkan semangat warga yang luar biasa. Semoga ini menjadi awal dari perhatian berkelanjutan untuk infrastruktur desa,” tutur Bapak Asep Setia Mulyana SangajiNews.com, Karangkancana – Sebuah kisah inspiratif datang dari Desa Kaduagung, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, di mana semangat gotong royong masyarakat berhasil mengubah jalan rusak menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) menjadi […]

  • Bupati Kuningan Tekankan Mahasiswa UBHI Jadi Agen Perubahan, Bukan Korban Zaman

    Bupati Kuningan Tekankan Mahasiswa UBHI Jadi Agen Perubahan, Bukan Korban Zaman

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • 0Komentar

    PKKMB kali ini bukan sekadar rutinitas kampus, melainkan menjadi momen awal yang menentukan. Dengan bekal motivasi langsung dari pemimpin daerah, mahasiswa UBHI diharapkan tak hanya siap menghadapi tantangan perkuliahan, tetapi juga menjadi generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berani membawa perubahan nyata. SangajiNews.com, Kuningan – Suasana lapangan olahraga Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) di Jalan […]

  • Ketua DPD KNPI Kabupaten Kuningan Apresiasi Pemuda Pancasila atas Gerakan Penanaman Pohon

    Ketua DPD KNPI Kabupaten Kuningan Apresiasi Pemuda Pancasila atas Gerakan Penanaman Pohon

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • 0Komentar

    sangajinews.com. Kuningan — Ketua DPD KNPI Kabupaten Kuningan, Ayep Setiawan, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemuda Pancasila atas inisiatif dan komitmennya dalam menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan generasi muda.Senin(1/6/2026) Menurut Ayep Setiawan, keterbukaan Pemuda Pancasila untuk berkolaborasi dengan berbagai elemen kepemudaan seperti, HMI juga pemuda katolik merupakan langkah […]

  • Ketua Pelaksana Om-Jok 2026, Hiro Isya Syuhada (tengah) berpose dengan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani

    IPMK Yogyakarta Gelar Om-Jok 2026, Wadah Inspirasi Mahasiswa Jogja dan Pelajar Kuningan

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • 0Komentar

    Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si mengapresiasi kegiatan Om-Jok 2026 sebagai upaya membangun sinergi antara mahasiswa dan pelajar dalam menyiapkan generasi muda Kuningan yang berdaya saing.

expand_less