Breaking News
light_mode
Beranda » HIBURAN » “Jejak Tapak Yang Dilupakan”Episode 5:Mandor Kawi Turun

“Jejak Tapak Yang Dilupakan”Episode 5:Mandor Kawi Turun

  • account_circle sangaji news
  • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Dan duel pun dimulai.Mandor Kawi menyerang lebih dulu. Tinju besar melayang ke arah Saka, tapi bocah gondrong itu gesit menghindar. Dia melompat ke samping, lalu menyapu kaki Kawi dengan tendangan rendah.

Dul Latif ikut melumpuhkan arah serangan dari samping. Tapi Kawi masih kuat. Ia membanting Latif ke tanah, lalu mendorong Saka ke pagar bambu.

DISCLAIMER:
Maaf jika dalam cerita ini terdapat kesamaan nama, tokoh, tempat, atau kejadian dengan dunia nyata. Semua itu tidak disengaja. Cerita ini murni fiksi semata untuk keperluan hiburan.

Kabar kekalahan sepuluh anak buah Mandor Kawi tersebar seperti api menyambar jerami. Pasar kembali tenang, tapi bukan berarti bahaya sudah usai. Justru kini, yang datang bukan utusan—melainkan si pemilik dendam itu sendiri: Mandor Kawi.

Di tengah pasar, saat matahari hampir tenggelam dan langit memerah, terdengar derap langkah berat dan suara tongkat besi menghantam tanah.

TONG! TONG! TONG!

Orang-orang menepi. Pedagang menutup kios lebih awal. Anak-anak ditarik masuk ke rumah. Dari ujung jalan, Mandor Kawi datang sendiri. Badannya besar, jaket kulit coklat tua menempel di tubuh kekar, dan sorot matanya tajam seperti pisau.

“Bang Saka!” teriaknya keras, menggema. “Keluar kau kalau memang jantan!”

Dul Latif yang sedang mengikat domba di kandang langsung lari ke rumah Saka. “Ka, dia datang. Sendirian. Tapi sorot matanya bukan main.”

Saka hanya menaruh peci hitamnya, lalu menggulung lengan bajunya.

“Aku tunggu dia di tanah tempat Ayahku pernah berdiri.”

Lapangan pasir belakang pasar, tempat anak-anak biasa bermain bola, kini jadi arena. Saka berdiri di tengah, diapit Dul Latif dan Ipul. Orang-orang menonton dari kejauhan, tak berani mendekat. Semua diam, menanti tabrakan dua generasi: yang lama melawan yang muda.

Mandor Kawi melangkah maju. “Kau anak Juhri, ya? Pantas berani. Tapi ingat, anak tetap anak. Aku sudah makan asam garam lebih dulu.”

Saka tak menjawab. Ia hanya menatap lurus dan menggenggam batu kecil di tangannya—bukan untuk melempar, tapi sebagai simbol tanah Tara Tumpah yang harus dipertahankan.

“Kalau kau kalah,” lanjut Kawi, “Kau dan teman-temanmu pergi dari pasar. Serahkan semua. Dan aku anggap ini urusan selesai.”

Saka menjawab tenang, “Kalau kau yang kalah, jangan pernah tunjukkan wajahmu lagi di tanah ini.”

Dan duel pun dimulai.

Mandor Kawi menyerang lebih dulu. Tinju besar melayang ke arah Saka, tapi bocah gondrong itu gesit menghindar. Dia melompat ke samping, lalu menyapu kaki Kawi dengan tendangan rendah.

Dul Latif ikut melumpuhkan arah serangan dari samping. Tapi Kawi masih kuat. Ia membanting Latif ke tanah, lalu mendorong Saka ke pagar bambu.

Namun…

Saka berdiri lagi. Darah menetes di bibirnya. Ia mengatupkan rahangnya, lalu maju dengan amarah membara.
“Ayahku dikhianati orang sepertimu… dan aku tak akan diam!”

BUGG!
Bogem mentah pertama menghantam rahang Kawi.

DUGG!
Pukulan kedua menghantam ulu hati.

Kawi terhuyung. Tapi yang membuat semuanya terdiam adalah pukulan ketiga—dari arah kanan, telak menghantam mata kiri Kawi dengan keras.

BRAKK!!

Mandor Kawi jatuh tersungkur, memegangi matanya yang kini berlumuran darah. Teriakannya menggema, bukan karena kalah, tapi karena tahu… satu matanya kini tak bisa melihat lagi.

Orang-orang bersorak.

Tapi Saka hanya berdiri, menggenggam tongkatnya, tak tertawa sedikit pun.

“Ini bukan soal menang atau kalah,” katanya pelan. “Ini soal kau tak bisa lagi semena-mena di tanah kami.”

Bersambung ke Episode 6: Luka dan Legenda

klik..Comment tulis ‘LANJUT!’ dan
Tekan LIKE dan follow.. channel ini…. Terima kasih..

Sajum… “Sampai Jumpa”

  • Penulis: sangaji news

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bunda El Pimpin Panen Pekarangan: Langkah Nyata TP PKK Kuningan Wujudkan Kemandirian Pangan Keluarga

    Bunda El Pimpin Panen Pekarangan: Langkah Nyata TP PKK Kuningan Wujudkan Kemandirian Pangan Keluarga

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    “Melalui pemanfaatan lahan pekarangan, kita ingin mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dalam mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari. Sayuran yang ditanam sendiri tentu lebih sehat, segar, dan hemat biaya,” ujar Bunda El, penuh ketulusan SangajiNews.com – Komitmen terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan keluarga kembali ditunjukkan oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kuningan, […]

  • Menghadiri Undangan NGAOS (Ngaji On The Street), Bupati Kuningan: manfaatkan momentum bulan suci Ramadhan

    Menghadiri Undangan NGAOS (Ngaji On The Street), Bupati Kuningan: manfaatkan momentum bulan suci Ramadhan

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle sangaji
    • 0Komentar

    Setelah mengikuti rangkaian kegiatan Retret kepala Daerah di Magelang selama 8 hari, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, Sore ini, Sabtu (01/03) menghadiri Undangan Kegiatan NGAOS (Ngaji On The Street) Warga Kuningan. Bertempat di Pertokoan Sebelah Timur Jl. Siliwangi Kuningan. Acara ini diselenggarakan oleh Aliansi Persaudaraan Islam Kuningan (APIK). Turut hadir dalam acara […]

  • Gerakan Pangan Murah “Padaringan” 2025 Hadir di Desa Tembong: Strategi Pemkab Kuningan Kendalikan Harga Pangan

    Gerakan Pangan Murah “Padaringan” 2025 Hadir di Desa Tembong: Strategi Pemkab Kuningan Kendalikan Harga Pangan

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    Kuningan, SangajiNews.com – Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) “Padaringan” sebagai langkah konkret dalam menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan. Program strategis yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian ini digelar di Desa Tembong, Kecamatan Garawangi, pada Selasa (18/03/2025), dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., […]

  • Menhub Dudy Purwagandhi Pulang Kampung: Nostalgia hingga Strategi Besar untuk Infrastruktur Kuningan

    Menhub Dudy Purwagandhi Pulang Kampung: Nostalgia hingga Strategi Besar untuk Infrastruktur Kuningan

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    KUNINGAN Sangajinews.com – Udara sejuk dan suasana khas Kabupaten Kuningan menyambut kepulangan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, ke tanah kelahirannya di Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, pada Jumat (4/4/2025). Kunjungan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi di tengah momentum mudik Lebaran, tetapi juga membuka ruang strategis bagi sinergi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya […]

  • “PADARINGAN, IKHTIAR MULIA KUNINGAN: Gerakan Pangan Murah Jadi Nafas Pemerintahan Baru”

    “PADARINGAN, IKHTIAR MULIA KUNINGAN: Gerakan Pangan Murah Jadi Nafas Pemerintahan Baru”

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    “Pangan bukan semata urusan perut, tapi harga diri negara. Kita tidak boleh membiarkan satu pun piring rakyat kita kosong,” tegas Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, SangajiNews.com, Kuningan – Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan langkah strategisnya dalam mengendalikan inflasi dan menjamin akses pangan bagi masyarakat melalui kelanjutan program Gerakan Pangan Murah (GPM) bertajuk “Padaringan”. Program ini menjadi […]

  • Wabup Hj. Tuti Andriani: Seren Taun Cigugur 1958 Saka, Cahaya Tradisi Menuju Indonesia Emas

    Wabup Hj. Tuti Andriani: Seren Taun Cigugur 1958 Saka, Cahaya Tradisi Menuju Indonesia Emas

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    “Damar Sewu adalah cahaya kehidupan. Ini bukan sekadar simbol, tetapi ajaran tentang bagaimana manusia hidup dengan terang nilai, kasih sayang, dan keseimbangan dengan alam,” SangajiNews.com, Kuningan – Dalam suasana khidmat dan penuh makna, Peringatan Seren Taun 22 Rayagung 1958 Saka Sunda kembali digelar di Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Meski berlangsung […]

expand_less