36 Siswa Terpilih Jadi Paskibra Kuningan, Seleksi Ketat Dimulai dari Ratusan Pelajar
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38;
sangajinews.com. KUNINGAN — Perjalanan menuju barisan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Kuningan tidaklah mudah. Di balik langkah tegap dan sikap sempurna saat mengibarkan Sang Merah Putih, terdapat proses panjang yang menuntut kedisiplinan, ketangguhan, serta kesiapan mental para pelajar.
Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) telah melaksanakan rangkaian seleksi Paskibra tingkat Kabupaten Kuningan. Seleksi tersebut diikuti siswa-siswi dari jenjang SLTA, SMA, SMK, hingga Madrasah Aliyah (MA) dari berbagai wilayah Kabupaten Kuningan.
Kepala Badan Kesatua Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kuningan, H. Muhammad Mutofid, S.H., M.T., Senin (10/8/2026) mengatakan, proses seleksi dilakukan secara bertahap dan terukur untuk mendapatkan putra-putri terbaik yang dinilai mampu mengemban tugas sebagai anggota Paskibra.
Rangkaian seleksi diawali dengan kegiatan sosialisasi program Paskibra yang berlangsung sejak 15 Februari. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 siswa dan siswi dari berbagai sekolah di Kabupaten Kuningan.
Untuk memberikan kesempatan yang luas kepada para pelajar, proses pendaftaran tahun ini dilakukan secara online. Pendaftaran dibuka mulai 16 Februari hingga 1 Maret, dengan jumlah peserta yang pada akhirnya mencapai sekitar 300 siswa dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah.
Setelah proses administrasi dan pendaftaran, para peserta harus melewati tahapan seleksi yang cukup ketat.
Seleksi tahap pertama dimulai pada 28 Maret. Dari keseluruhan proses tersebut, sebanyak 176 siswa mengikuti seleksi dan kemudian 114 siswa dinyatakan berhasil melaju ke tahapan berikutnya.
Perjuangan kembali berlanjut pada seleksi tahap kedua yang dilaksanakan 18 April. Tahapan ini menjadi salah satu penentu untuk memilih calon-calon terbaik yang dinilai memiliki kemampuan, kedisiplinan, kesiapan fisik, serta mental untuk menjalankan tugas sebagai Paskibra.
Dari proses seleksi tersebut, akhirnya ditetapkan 36 siswa yang berhasil lolos dan resmi menjadi anggota Paskibra Kabupaten Kuningan.
Muhtofid menegaskan, proses seleksi bukan semata-mata mencari siswa yang memiliki kemampuan baris-berbaris, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar memiliki disiplin, rasa tanggung jawab, nasionalisme, dan semangat kebangsaan.
“Menjadi Paskibra bukan sekadar berdiri di lapangan dan mengibarkan bendera. Di dalamnya ada tanggung jawab, kedisiplinan, keteladanan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara,” ujarnya.
Terpilihnya 36 pelajar terbaik tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, baik bagi keluarga maupun sekolah masing-masing. Mereka kini membawa amanah untuk menjadi bagian penting dalam upacara peringatan kemerdekaan sekaligus menjadi teladan bagi pelajar lainnya.
Dari ratusan peserta yang mendaftar hingga akhirnya tersaring menjadi 36 orang, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa untuk berdiri tegap di bawah kibaran Merah Putih dibutuhkan perjuangan, kerja keras, dan keteguhan hati.
Mereka bukan hanya pengibar bendera, tetapi generasi muda yang dipercaya membawa semangat Merah Putih dan menjadi wajah kedisiplinan serta nasionalisme Kabupaten Kuningan.
- Penulis: admin
Saat ini belum ada komentar