PUI Kuningan Gelar Pembinaan Kepala Sekolah, Madrasah, dan Tenaga Pendidik
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, sangajinews.com — Persatuan Umat Islam (PUI) Kabupaten Kuningan menggelar program pembinaan bagi kepala sekolah, kepala madrasah, serta tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan Perguruan PUI Kabupaten Kuningan, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekretariat PUI Kabupaten Kuningan tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai lembaga pendidikan PUI se-Kabupaten Kuningan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Syuro PUI Pusat KH Nurhasan Zaidi, Ketua DPW PUI Jawa Barat H. Saifullah Ma’ruf, S.H.I., M.Sos., Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuningan Dr. H. Saefullah, S.Ag., M.Pd.I., Ketua DPD PUI Kabupaten Kuningan Dani Abdul Ghani, M.Pd.I., jajaran Dewan Pertimbangan, Ketua Pemuda PUI Kabupaten Kuningan, Ketua PD Wanita PUI Kabupaten Kuningan, para Ketua DPC PUI se-Kabupaten Kuningan, Ketua Sopiah Cahaya Bangsa beserta jajaran, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Umum DPD PUI Kabupaten Kuningan, Dani Abdul Ghani, M.Pd.I., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan Kepala Kemenag Kabupaten Kuningan kepada keluarga besar PUI sekaligus memberikan pembinaan dan motivasi kepada para kepala sekolah, kepala madrasah, guru, serta tenaga kependidikan.
“Program ini sebenarnya kita ingin memperkenalkan Pak Kepala Kantor Kemenag yang baru kepada teman-teman PUI. Konsepnya dikemas dalam bentuk pembinaan,” ujar Dani.
Menurutnya, kepala sekolah dan guru merupakan penopang utama keberlangsungan lembaga pendidikan. Karena itu, pembinaan secara berkelanjutan diperlukan agar kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat, khususnya orang tua dan peserta didik, semakin meningkat.
Dani menyebut PUI memiliki sekitar 30 lembaga pendidikan di Kabupaten Kuningan, mulai dari RA, MI, MTs, SMA hingga SMK, ditambah lembaga pendukung seperti majelis taklim.
“Keberadaan lembaga pendidikan PUI tentu sangat mewarnai keberagaman dan kehidupan pembangunan spiritual di Kabupaten Kuningan,” katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama dan lembaga pendidikan PUI dapat terus diperkuat. Menurut Dani, pembangunan pendidikan di Kabupaten Kuningan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga madrasah yang berada di bawah pembinaan Kementerian Agama.
“Membangun Kuningan itu tidak bisa oleh satu pondasi atau satu pihak saja, tapi harus tumbuh kebersamaan antara lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan Kemenag dan lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan Disdikbud Kabupaten Kuningan,” tuturnya.
Ketua Majelis Syuro PUI Pusat KH Nurhasan Zaidi, S.Sos.I., mengapresiasi pelaksanaan program pembinaan yang digelar DPD PUI Kabupaten Kuningan.
Ia menilai pembinaan terhadap kepala sekolah dan guru merupakan bagian penting dari tugas organisasi, terlebih lembaga pendidikan swasta memiliki tantangan dan tanggung jawab yang besar dalam menjalankan layanan pendidikan.
“Saya mengapresiasi pimpinan, Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah PUI Kuningan, Jawa Barat, yang menyelenggarakan pembinaan bersama para kepala sekolah dan dewan guru,” kata Nurhasan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kemenag Kabupaten Kuningan yang hadir dan memberikan perhatian terhadap lembaga pendidikan PUI.
Menurut Nurhasan, PUI memiliki puluhan madrasah di Kabupaten Kuningan. Karena itu, pembinaan dan sinergi dengan pemerintah menjadi hal yang penting.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa PUI harus tetap memiliki kemandirian dalam mengembangkan lembaga pendidikannya.
“PUI harus kreatif. Karena tidak semua beban ini kepada negara. Nah, itulah PUI biasa mandiri,” ujarnya.
Ia mendorong penguatan pengelolaan aset, wakaf dan sumber pendanaan organisasi untuk menopang keberlangsungan lembaga pendidikan PUI.
Nurhasan juga menyoroti pentingnya regenerasi tenaga pendidik di tengah perubahan zaman. Menurutnya, guru-guru senior memiliki peran penting dalam membimbing generasi pendidik yang lebih muda.
“Yang senior-senior ini membina yang muda-muda. Jadi insya Allah yang muda-muda ini kreatif. Cara belajar digital juga, era AI ini harus merubah, revolusi cara belajar kita,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Kuningan Dr. H. Saefullah, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk dan mengubah paradigma kehidupan masyarakat.
“Pendidikan itu adalah senjata yang paling ampuh untuk mengubah paradigma kehidupan. Karena pendidikan berbicara tentang kehidupan,” ujarnya.
Ia menyebut guru sebagai aset penting negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus mempersiapkan generasi penerus.
Menurut Saefullah, Kementerian Agama akan terus mendorong kemajuan lembaga pendidikan melalui berbagai program, termasuk Asta Protas.
“Bagian terpentingnya adalah mewujudkan bagaimana pendidikan yang unggul, yang ramah, dan terintegrasi,” katanya.
Ia menjelaskan, pendidikan yang terintegrasi dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara mata pelajaran agama dan umum, kolaborasi antarguru, serta penguatan berbagai aspek pendidikan lainnya.
Saefullah juga memberikan apresiasi kepada Ketua DPD PUI Kabupaten Kuningan beserta jajaran yang dinilainya memiliki semangat kuat dalam mengembangkan organisasi dan lembaga pendidikan PUI.
“Spirit dan semangatnya luar biasa. PUI harus tetap ada, akan tetapi bergerak. PUI harus tetap ada, akan tetapi berinovasi. PUI harus tetap ada, akan tetapi dihuni oleh insan-insan terbaik yang memiliki karakteristik Nabi, mengerti diri,” ungkapnya.
Kegiatan pembinaan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara PUI dan Kementerian Agama sekaligus meningkatkan kapasitas kepala sekolah, kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar