Haul Syekh Maulana Akbar di Astana Gede: Napak Tilas Spiritualitas untuk Kuningan Melesat
- calendar_month 45 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN.sangjinews.com — Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Makam Astana Gede, Kabupaten Kuningan, Rabu (26/8/2026). Di tempat yang sarat nilai sejarah dan spiritual itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar Haul Syekh Maulana Akbar yang dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, istighosah, doa bersama, dan Tabligh Akbar dalam rangka Hari Jadi ke-528 Kuningan.
Mengusung tema “Napak Tilas Spiritualitas dan Kepemimpinan Menuju Kuningan Melesat”, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda keagamaan. Momentum ini menjadi ruang untuk mengenang jasa para ulama dan pendahulu Kuningan, sekaligus menggali nilai perjuangan mereka sebagai pijakan dalam membangun masa depan daerah.
Tabligh Akbar menghadirkan Ustaz Sholeh Mahmoed Nasution atau Ustaz Solmed. Hadir pula Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Tuti Andriani, SH., M.Kn., Sekretaris Daerah U. Kusmana, S.Sos., M.Si., unsur Forkopimda, MUI, para ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, santri, akademisi, zuriat Syekh Maulana Akbar serta sejumlah tamu undangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah dan doa bersama di makam Syekh Maulana Akbar. Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, ulama, tokoh agama, santri dan para tamu undangan bersama-sama memanjatkan doa serta mengirimkan Al-Fatihah kepada Syekh Maulana Akbar dan para pendahulu Kuningan.
Dalam suasana penuh kekhusyukan tersebut, tersirat pesan penting: membangun masa depan tidak berarti meninggalkan sejarah dan akar spiritual daerah.
Justru dari sejarah dan keteladanan para pendahulu, masyarakat dapat menemukan nilai persatuan, perjuangan, kepemimpinan serta semangat pengabdian yang relevan untuk menghadapi tantangan zaman.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, Haul Syekh Maulana Akbar dan Hari Jadi ke-528 Kuningan menjadi momentum untuk bertafakur sekaligus bermuhasabah.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah, saya menyampaikan Selamat Memperingati Hari Jadi Kuningan yang ke-528 kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Kuningan,” ujar Dian.
Menurutnya, perjalanan panjang Kuningan tidak dapat dipisahkan dari doa, perjuangan dan keteladanan para ulama serta tokoh terdahulu.
Karena itu, pembangunan daerah, kata Dian, tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik.
Jalan, gedung dan jembatan memang penting. Namun, pembangunan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, moral, kehidupan keagamaan dan kepedulian sosial.
“Kemajuan sebuah bangsa tidak akan memiliki makna apabila tidak dibarengi dengan akhlak atau karakter yang mulia,” tegasnya.
Bupati juga mendorong agar tradisi istighosah, Tabligh Akbar dan ziarah terus dipelihara sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kuningan.
Ia menyebut Gema Saumima (Gerakan Bersama Sauyunan Miara Makam) sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus ikhtiar menjaga warisan sejarah Kuningan.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari makna Haul Syekh Maulana Akbar: merawat sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi meneguhkan arah perjalanan masa depan.
Di tengah derasnya perubahan zaman, nilai-nilai spiritual dan keteladanan para pendahulu dinilai tetap memiliki tempat penting dalam membentuk karakter masyarakat serta arah pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Kabupaten Kuningan.
Masyarakat diminta tidak mudah terpecah belah dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun isu yang menyesatkan.
Menurut Dian, perbedaan semestinya ditempatkan sebagai kekuatan dan kekayaan dalam membangun persaudaraan.
“Pembangunan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kebersamaan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.
Pesan itu menjadi semakin relevan di tengah tantangan pembangunan yang membutuhkan kolaborasi dan persatuan seluruh elemen masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Tabligh Akbar bersama Ustaz Solmed.
Haul Syekh Maulana Akbar, Maulid Nabi, ziarah, istighosah, refleksi sejarah dan Tabligh Akbar di Astana Gede akhirnya berpadu menjadi satu pesan besar dalam momentum Hari Jadi ke-528 Kuningan.
Sejarah bukan sekadar untuk dikenang. Sejarah harus menjadi sumber nilai, spiritualitas dan keteladanan untuk menuntun langkah Kuningan menuju masa depan yang lebih maju, berkarakter dan bermartabat.
Dari Astana Gede, doa dipanjatkan. Dari sejarah, nilai diwariskan. Dan dari kebersamaan, harapan untuk Kuningan Melesat terus dinyalakan.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar