Breaking News
light_mode
Beranda » DAERAH » TNGC Serahkan Bantuan Ekonomi Produktif Rp150 Juta untuk Masyarakat Kuningan

TNGC Serahkan Bantuan Ekonomi Produktif Rp150 Juta untuk Masyarakat Kuningan

KUNINGAN . sangajinews.com – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menyerahkan bantuan ekonomi produktif kepada masyarakat di sekitar kawasan TNGC, Selasa (22/9/2026). Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Kegiatan sosialisasi dan serah terima bantuan tersebut dihadiri Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Kepala Balai TNGC Toni Anwar, sejumlah kepala dinas, camat, kepala desa, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta kelompok penerima bantuan.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan dan Balai TNGC terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Ciremai.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan pariwisata, dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan.

“Prinsip ekologis dan ekonomi harus berjalan berbarengan. Tidak bisa ekonomi saja sementara ekologinya rusak. Sebaliknya, ekologis saja juga tidak cukup kalau masyarakat tidak sejahtera,” ujar Dian.

Ia menilai masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan justru memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian TNGC. Karena itu, masyarakat perlu dipandang sebagai mitra dalam menjaga kawasan konservasi.

Dian juga mendorong pemanfaatan potensi lokal secara produktif, termasuk hasil hutan bukan kayu (HHBK), jasa lingkungan, ekowisata, pertanian, serta berbagai usaha masyarakat lainnya.

“Kalau hutannya lestari, airnya bersih dan lingkungannya terjaga, itu menjadi potensi yang bisa dikembangkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Pemkab Kuningan, lanjut Dian, siap mendukung melalui pembinaan dari organisasi perangkat daerah terkait, termasuk bidang koperasi, perdagangan, pertanian dan pariwisata.

Ia juga meminta agar bantuan yang telah diberikan tidak berhenti pada serah terima, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan, pembinaan kualitas produk, pengemasan hingga pemasaran.

Sementara itu, Kepala Balai TNGC Toni Anwar mengatakan bantuan ekonomi produktif merupakan salah satu upaya TNGC meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat peran mereka dalam konservasi.

“Harapannya bantuan ini betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat, baik untuk usaha, pertanian sehat, pengolahan kotoran hewan (kohe), maupun kegiatan produktif lainnya,” kata Toni.

Untuk Kabupaten Kuningan, bantuan tahun 2026 diberikan kepada lima kelompok di lima desa dengan total nilai Rp150 juta. Besaran bantuan bervariasi, mulai dari Rp25 juta hingga Rp50 juta sesuai kebutuhan masing-masing kelompok.

Beberapa kegiatan yang mendapat dukungan antara lain penataan akses jalan dan jalur sepeda, pengembangan homestay, pengembangan ikan dewa, pertanian sehat, serta pengolahan kopi dan kohe.

Toni menjelaskan, penentuan penerima dan besaran bantuan dilakukan berdasarkan rencana pemberdayaan masyarakat yang telah disusun TNGC bersama masyarakat. Proses tersebut mempertimbangkan skala kebutuhan, kelembagaan kelompok, serta program yang telah berjalan.

Selain di Kabupaten Kuningan, TNGC juga menyalurkan bantuan ekonomi produktif kepada delapan kelompok masyarakat di Kabupaten Majalengka dengan total bantuan Rp150 juta.

Toni menambahkan, sinergi dengan pemerintah daerah, termasuk Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian, diperlukan agar kelompok penerima bantuan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan, terutama bagi kelompok yang bergerak dalam kelembagaan koperasi.

Melalui program tersebut, TNGC berharap peningkatan ekonomi masyarakat dapat berjalan seiring dengan penguatan konservasi dan kelestarian kawasan Gunung Ciremai.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less