Breaking News
light_mode
Beranda » AGRIBISNIS » Pemuda Pancasila Jalaksana Soroti Pengelolaan Sumber Air, Yanto Risdianto Minta Kejelasan MoU dan Aliran Dana ke Desa

Pemuda Pancasila Jalaksana Soroti Pengelolaan Sumber Air, Yanto Risdianto Minta Kejelasan MoU dan Aliran Dana ke Desa

KUNINGAN, sangajinews.com – Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Jalaksana, Yanto Risdianto, menyoroti persoalan penggunaan dan pengelolaan sumber daya air di wilayah Kecamatan Jalaksana. Persoalan tersebut mencuat menyusul keluhan masyarakat mengenai berkurangnya ketersediaan air di tengah musim kemarau panjang.

Yanto mengungkapkan, pihaknya menemukan adanya aliran air melalui pipa yang disebut masih digunakan untuk kepentingan Pertamina, meskipun berdasarkan informasi yang diterima, penggunaan pipa tersebut dilaporkan sudah tidak lagi berlangsung.

Temuan itu bermula dari keluhan masyarakat setempat yang mengalami kekurangan air, baik untuk kebutuhan lingkungan maupun pertanian.

“Intinya ada pipa yang masih dipergunakan untuk Pertamina, padahal sudah tidak dipergunakan menurut laporan. Kebetulan sekarang kemarau panjang, jadi ada masyarakat yang mengeluh. Lingkungan setempat masih kekurangan air, dan akhirnya kita periksa ternyata pipa itu masih mengalir,” ujar Yanto.

Selain persoalan aliran air, Yanto turut mempertanyakan transparansi pengelolaan dana yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber air tersebut.

Berdasarkan informasi yang disampaikannya, terdapat dua nilai penerimaan yang disebut berasal dari PDAM dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Nilai yang disebutkan masing-masing sebesar Rp90 juta dari PDAM dan Rp75 juta dari BPKAD.

Dengan demikian, total dana yang disebutkan mencapai Rp165 juta per tahun.

Namun, menurut Yanto, pemerintah desa hanya menerima Rp75 juta per tahun. Ia juga mempertanyakan kejelasan dokumen kerja sama atau nota kesepahaman (_Memorandum of Understanding_/MoU) terkait pemanfaatan air tersebut.

“Di sisi lain, desa enggak ada surat MoU apa pun yang ke Cirebon itu. Yang ada, kalau untuk PDAM memang ada. Kemarin sudah konfirmasi ke pemerintah daerah, dan teman-teman akhirnya sekarang lagi menanyakan hal itu, MoU-nya seperti apa, uangnya ke mana. Sementara desa hanya mendapatkan Rp75 juta per tahun,” ungkapnya.

Yanto menegaskan, kejelasan perjanjian kerja sama dan aliran dana menjadi hal penting agar pemerintah desa mengetahui dasar hukum pemanfaatan sumber air, termasuk pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaannya.

Yanto juga menjelaskan bahwa pipa yang menjadi sorotan tersebut merupakan jalur resmi. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti siapa pihak yang saat ini menguasai atau memiliki perangkat pendukung penyaluran air tersebut.

Menurutnya, pada awalnya perangkat tersebut seharusnya berada dalam penguasaan pemerintah daerah. Akan tetapi, hingga kini, status penguasaan aset itu dinilai belum jelas.

“Yang resmi, jalur resmi langsung. Dulu itu harusnya alat itu dikuasai oleh Pemda, tapi sampai sekarang alat itu masih tetap, enggak tahu siapa yang punya. Yang jelas, air tetap mengalir,” katanya.

Kondisi tersebut, menurut Yanto, perlu mendapat perhatian dari pihak terkait agar pemanfaatan sumber air dapat berjalan secara transparan dan tidak mengabaikan kepentingan masyarakat di sekitar sumber air.

Menyikapi persoalan tersebut, Yanto menyatakan bahwa DPC Pemuda Pancasila Kecamatan Jalaksana akan mengambil sikap apabila tidak ada kejelasan mengenai pengelolaan sumber air dan manfaat yang diterima pemerintah desa.

Ia bahkan menyampaikan opsi penutupan aliran apabila persoalan tersebut tidak kunjung mendapatkan penyelesaian yang jelas.

“Ya, saya mengambil sikap. Kalau memang tidak ada kejelasan untuk pemerintahan desa, ya mending ditutup. Karena apa? Ya memang itu cuma Rp75 juta per tahun dari BPKAD,” tegasnya.

Menurut Yanto, sikap tersebut bukan tanpa alasan. Pihaknya mengaku menerima keluhan masyarakat yang terdampak kekurangan air, terlebih ketika musim kemarau menyebabkan ketersediaan air semakin terbatas.

Yanto menambahkan, berkurangnya ketersediaan air tidak hanya berdampak pada kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas pertanian.

Ia menyebutkan, sejumlah aktivitas pertanian mengalami kendala akibat keterbatasan air. Karena itu, persoalan pemanfaatan sumber air dinilai perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, pemerintah desa, serta pihak-pihak terkait.

“Banyak yang terbengkalai. Makanya kami mengambil sikap itu karena ada keluhan dari masyarakat setempat,” pungkasnya.

Persoalan ini diharapkan dapat menjadi perhatian bersama, terutama dalam memastikan kejelasan status aset, legalitas kerja sama, transparansi penerimaan dana, serta keseimbangan antara pemanfaatan sumber air dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momentum Pengabdian Kembali Bergema: KORPRI Kuningan 2025–2030 Resmi Dikukuhkan, Semangat Baru dari Pendopo

    Momentum Pengabdian Kembali Bergema: KORPRI Kuningan 2025–2030 Resmi Dikukuhkan, Semangat Baru dari Pendopo

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • 0Komentar

    “Ini bukan sekadar pelantikan, bukan sekadar formalitas, melainkan awal dari perjalanan penguatan pengabdian. Di balik jabatan tersimpan tanggung jawab. Di balik struktur organisasi tersirat harapan dan cita-cita.” SangajiNews.com – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa pagi (27 Mei 2025), saat Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Kuningan masa bakti 2025–2030 resmi dikukuhkan. Prosesi […]

  • Bupati Dian Bangga! Dua Putra-Putri Terbaik Kuningan Lolos Paskibraka Jawa Barat, Harumkan Nama Daerah

    Bupati Dian Bangga! Dua Putra-Putri Terbaik Kuningan Lolos Paskibraka Jawa Barat, Harumkan Nama Daerah

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • 0Komentar

    sangajinews.com. KUNINGAN – Kabar membanggakan kembali datang dari dunia kepemudaan Kabupaten Kuningan. Dua pelajar terbaik berhasil mengukir prestasi gemilang dengan lolos sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Kuningan memiliki kualitas, disiplin, karakter, dan semangat juang yang mampu bersaing di tingkat provinsi. […]

  • Peresmian sekretariat baru Kunci Bersama dalam rangka peringatan 15 tahun organisasi di Kabupaten Kuningan.

    15 Tahun Kunci Bersama: Resmikan Sekretariat Baru, Siapkan Summit Strategis untuk Masa Depan Daerah

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • 0Komentar

    Memasuki usia ke-15 tahun, Kunci Bersama meresmikan sekretariat baru sebagai simbol semangat baru untuk memperkuat kolaborasi, inovasi, dan pembangunan daerah. Momentum ini juga menjadi langkah awal menuju penyelenggaraan Kunci Bersama Summit 2026 yang akan mempertemukan kepala daerah, investor, dan pengambil kebijakan dalam satu forum strategis.

  • PGRI Kuningan dan Unindra Gelar Pelatihan Kompetensi Kepribadian dan Sosial bagi Guru dan Kepala Sekolah

    PGRI Kuningan dan Unindra Gelar Pelatihan Kompetensi Kepribadian dan Sosial bagi Guru dan Kepala Sekolah

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • 0Komentar

    Kuningan. sangajinews.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kuningan bekerja sama dengan Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta menggelar Pelatihan Nasional Peningkatan Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial bagi kepala sekolah dan guru, Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas SMPN 5 Kuningan tersebut mengusung tema “Membangun Pendidik yang Berkarakter, Komunikatif, Kolaboratif, dan Inspiratif dalam […]

  • Program Pertanian Jadi Harapan Baru Tekan Stunting di Kuningan

    Program Pertanian Jadi Harapan Baru Tekan Stunting di Kuningan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    sangajinews.com. KUNINGAN — Upaya Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam menekan angka stunting terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya melalui program dari Dinas Pertanian yang dinilai mampu mendukung peningkatan gizi masyarakat, khususnya bagi keluarga rentan stunting. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. Edi Martono, menyampaikan optimismenya bahwa program tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam menurunkan […]

  • Bupati Kuningan Geram! Galian Tanah di Aset Pemda Sangkanmulya Langsung Dihentikan di Tempat

    Bupati Kuningan Geram! Galian Tanah di Aset Pemda Sangkanmulya Langsung Dihentikan di Tempat

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • 0Komentar

    Langkah cepat Bupati Dian Rachmat Yanuar menuai apresiasi dari warga sekitar yang merasa terganggu oleh aktivitas galian tersebut. Tindakan tegas itu dianggap sebagai bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan tidak main-main dalam menjaga aset daerah dan kelestarian lingkungan. SangajiNews.com — Tajam dan Terpercaya.Langit Sangkanmulya, Kecamatan Cigandamekar, tampak cerah pada Minggu siang (9/11/2025). Namun suasana mendadak […]

expand_less