LOBB Perdana Forbasi Kuningan Diikuti 31 Tim, Ajang Pembinaan Atlet Baris-Berbaris
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN. sangajinews.com — Forum Baris Indonesia (Forbasi) Kabupaten Kuningan menggelar Kejuaraan Olahraga Baris-Berbaris (Kejurcab) tingkat Kabupaten Kuningan untuk pertama kalinya. Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 1 Ciawi Gebang yang diikuti 31 tim dari jenjang SD, SMP, dan SMA sederajat, Sabtu (19/9/2026)
Ketua Pengcab Forbasi Kabupaten Kuningan, Muhamad Abdurahman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari perkembangan olahraga baris-berbaris yang kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler, tetapi telah masuk dalam pembinaan olahraga prestasi.
“Jadi Forbasi Kuningan itu di bawah naungan KORMI. Forbasi merupakan singkatan dari Forum Baris Indonesia yang membawahi pasukan-pasukan LKBB maupun LOBB, termasuk dari Pramuka, Paskibra, dan PMR yang melaksanakan kegiatan berkaitan dengan gerak jalan dan baris-berbaris,” ujar Muhamad.
Menurutnya, perubahan status tersebut membuat kegiatan baris-berbaris kini memiliki ruang yang lebih luas sebagai bagian dari pembinaan atlet.
“Sekarang Paskibra itu bukan hanya ekskul biasa, sudah dianggap atlet. Jadi bukan lomba PBB lagi, tetapi Lomba Olahraga Baris-Berbaris,” katanya.
Kejurcab LOBB Kabupaten Kuningan kali ini menjadi ajang seleksi bagi tim-tim terbaik untuk melanjutkan kejuaraan ke tingkat daerah.
Untuk kategori SD, juara 1, 2, dan 3 berhak mewakili Kabupaten Kuningan pada Kejuaraan Daerah (Kejurda). Sementara untuk kategori SMP dan SMA, juara 1 dan 2 akan mewakili Kuningan ke tingkat selanjutnya yang rencananya berlangsung pada 18 Oktober di Bandung.
“Untuk hari ini ada 31 peserta dari tiga tingkatan. Tingkat SD ada empat tim, SMP 13 tim, dan SMA 14 tim,” jelas Muhamad.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama satu hari, yakni Sabtu, 19 September. Untuk menjaga objektivitas penilaian, seluruh juri didatangkan dari luar Kabupaten Kuningan dan ditentukan langsung oleh Forbasi Pusat.
Di antaranya Kang Ical dan Kang Kacung dari Cirebon, Kang Syafi’i dari Indramayu, serta Kang Dian dari Cirebon.
“Juri langsung ditentukan dan dikirim dari pusat. Jadi kami di daerah tidak bisa memilih siapa jurinya,” ungkapnya.
Muhamad menambahkan, Kejurcab LOBB Kabupaten Kuningan tahun ini merupakan penyelenggaraan perdana. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan digelar secara berkala.
“Ini baru pertama. Rencananya sekitar dua tahun sekali akan mengadakan Kejurcab. Namun tahun depan istilahnya bukan Kejurcab lagi, tetapi Liga,” tuturnya.
Para juara dalam kejuaraan tersebut akan memperoleh trofi dan uang pembinaan.
Muhamad berharap penyelenggaraan LOBB dapat mendorong semakin banyak sekolah untuk berpartisipasi sekaligus melahirkan generasi baru yang aktif dan kreatif dalam olahraga baris-berbaris.
“Harapan saya, setelah adanya LOBB ini semoga menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah yang belum mengirimkan peserta agar semakin banyak generasi baru yang tumbuh dan lebih semangat untuk berkreativitas di LOBB,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan LOBB sebagai cabang olahraga juga memberikan peluang bagi peserta untuk mengembangkan prestasi.
“Sekarang bukan hanya organisasi, tetapi sudah menjadi atlet. Bahkan piagam dan sertifikatnya bisa digunakan untuk jalur prestasi,” ujarnya.
Disdikbud Kuningan Apresiasi Kejuaraan LOBB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kejurcab LOBB tersebut.
Carlan menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Kuningan yang tidak dapat hadir secara langsung karena harus mengikuti kegiatan lain yang tidak dapat diwakilkan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan salam dan apresiasi Bupati kepada pengurus Forbasi serta seluruh peserta.
Menurut Carlan, kegiatan yang digagas Forbasi tersebut memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
Ia menyebut sedikitnya terdapat tiga nilai utama yang dapat diperoleh peserta melalui kegiatan olahraga baris-berbaris, yakni kedisiplinan, kebersamaan dan kekompakan, serta sportivitas.
“Tujuan yang akan menjadi hikmah dari kegiatan ini, paling tidak ini adalah pendidikan karakter, di antaranya membangun dan menciptakan kedisiplinan dari setiap peserta,” kata Carlan.
Selain kedisiplinan, kegiatan tersebut dinilai dapat menumbuhkan kebersamaan dan kekompakan antarpeserta.
“Yang kedua, menunjukkan kebersamaan, kekompakan. Itu hikmah yang akan dirasakan oleh anak-anakku sekalian yang hari ini berlomba. Yang ketiga, jiwa sportivitas,” lanjutnya.
Carlan berharap dari kegiatan tersebut akan lahir generasi muda yang memiliki karakter, jiwa keteladanan, serta mampu menjadi calon pemimpin di masa depan.
“Pemimpin masa depan itu tidak lahir ujug-ujug. Skenario dari sejak sekarang, mulai dari tingkat keluarga, sekolah, lingkungan, dan organisasi apa pun, salah satu proses yang sedang membentuk kalian menjadi generasi pemimpin yang punya visi ke depan,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar cakupan peserta pada penyelenggaraan berikutnya semakin luas. Menurutnya, masih terdapat sejumlah satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan kementerian atau pemerintah provinsi, sehingga diperlukan koordinasi lebih lanjut agar dapat ikut berpartisipasi.
“Kalau MI, MTs dengan MA kan di bawah Kementerian Agama. SMK, SMA di bawah Dinas Pendidikan Provinsi. Tapi nanti kita bisa berkoordinasi, sehingga kegiatan kejuaraan Lomba Olahraga Baris-Berbaris yang akan datang itu lebih banyak peserta lagi,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan perdana ini, Forbasi Kabupaten Kuningan diharapkan dapat memperkuat pembinaan olahraga baris-berbaris sekaligus menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kedisiplinan, kekompakan, sportivitas, dan prestasi.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar